Masalah Perkeretaapian: Wapres Diminta Tak Cuma Tebar Pesona Masyarakat Pencinta Kereta Api (Maska) meminta agar Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak hanya melakukan tebar pesona dengan cara memimpin langsung rapat koordinasi di atas kereta api, khusus untuk menyelesaikan permasalahan perkeretaapian nasional. Akan tetapi, Wapres harus melakukan langkah nyata dengan berbuat dan mengambil keputusan konkrit untuk menyuntik dana segar kepada manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dana segar yang dibutuhkan bagi perbaikan dan peningkatan serta pengembangan seluruh sarana dan prasara kereta api nasional, yaitu sebesar Rp 11 triliun. Demikian disampaikan Ketua Umum Masyarakat Pencinta Kereta Api (Maska) Moech Hendrowijono saat dihubungi Kompas melalui telepon seluler, Rabu (28/2) di Jakarta. Hendro sebelumnya dimintai pendapat apakah efektif jika Wapres langsung memimpin rakor di atas kereta api untuk menyelesaikan masalah kereta api. "Kalau Pak Wapres tidak berani mengambil keputusan untuk memenuhi kekurangan dana yang sangat besar dalam mengatasi masalah perkeretaapian nasinal, maka apa yang dilakukan Pak Wapres hanya tebar pesona saja. Keputusan rapat yang dihasilkan, saya kira hanya menambah daftar panjang catatan-catatan persoalan KAI yang selama ini sudah ada. Jadi, pemerintahan Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla harus menutup kekurangan itu. Karena persoalan utama KAI adalah kekurangan dana," tandasnya. Menurut Hendro, Wapres Kalla dan pemerintah-nya hanya akan seperti mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, yang menanyakan masalah, akan tetapi tidak menyelesaikan masalah. "Sejak zaman Pak Harto dulu, setiap kali naik kereta api, Pak Harto selalu bertanya, apa yang menjadi masalah di KAI? Selalu dijawab hal yang sama oleh direksi KAI dulu, sampai sekarang ini. Contohnya, Dirut KAI yang sekarang ini, menghadapi masalah yang sama. Kita lihat apakah masalah itu bisa diatasi oleh pemerintah sekarang ini atau tidak?" tambah Hendro. Hendro menyatakan, "Kalau tidak ada komitmen itu, apa yang dilakukan Pak Wapres hanya pengulangan saja seperti yang dulu. Jalan-jalan dan hura-hura, sambil tebar pesona." selamat datang ke http://groups.yahoo.com/group/KERETA_API_KITA/join
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
