http://www.harianbatampos.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16139&Itemid=1


      Situs Presiden Dibobol      

      Senin, 19 Maret 2007  
      Istana Kejar Pelaku
      JAKARTA (BP) - Istana Kepresidenan kemarin dibuat sibuk. Website 
www.presidensby.info, situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibobol 
hacker. Halaman utama situs yang dikelola Juru Bicara Kepresidenan Andi 
Mallarangeng itu berubah tampilannya menjadi surat tuntutan yang ditujukan 
kepada SBY. 
      Tim IT website presiden baru mengetahui Ahad pagi pukul  05.30. Kemarin, 
begitu membuka website www.presidensby.info akan muncul surat terbuka kepada 
SBY. Pengirim surat mengatasnamakan on behalf of underground community dan 
beralamat di the world where the devils gather. 


      Surat tersebut tertanggal 17 Maret 2007. Diperkirakan pembobolan terjadi 
pada Sabtu malam, menjelang Ahad dini hari. Sebab, pada Sabtu malam, pukul 
21.14, website tersebut masih merilis berita kedatangan Presiden SBY dan Ani 
Yudhoyono ke acara resepsi pernikahan Ni Luh Putu Caosa Indryani, wartawan 
website presiden, di gedung PTIK, Kebayoran Baru. 


      Komunitas tersebut mengeluarkan tiga tuntutan. Yang pertama meminta 
penurunan harga bandwith, agar masyarakat bisa mennikmati internet. Hacker juga 
membandingkan kondisi Indonesia dengan Tiongkok dan India yang mengakomodasi 
kebutuhan bandwith dengan baik. 


      Tuntutan yang kedua adalah meminta SBY mendukung dan melaksanakan IGOS 
(Indonesia Go Open Source). Dan yang terakhir adalah menuntut pemberantasan 
kourpsi, kolusi, dan nepotisme (KKN); pornografi; dan pornoaksi. 
      Penanggung Jawab IT  Website www.presidensby.info, Anjar Ari Nugroho 
membenarkan telah terjadi gangguan pada website yang dikelolanya. Hanya saja 
Anjar menolak kalau aksi pembobolan itu dikatakan sebagai hacking. ''Kalau 
di-hack mestinya situs www.presidenri.go.id juga kena. Sebab, tampilannya sama 
persis. Tapi situ situ normal-normal saja," katanya.


      Yang terjadi, kata Anjar, adalah domain name system (DNS) Abuse atau 
manipulasi DNS. Pelaku me-redirect alamat Internet Protocol (IP) website 
www.presidensby.info tersebut ke alamat IP yang ada di DNS Amerika Serikat. IP 
website presiden ada di server telkom. Dengan adanya DNS abuse, seolah-olah 
alamat website presiden pindah ke server di Amerika Serikat. 


      Sejak pukul 07.30, tampilan di website SBY sudah normal kembali. Tapi 
belum pulih benar, Anjar memprediksi butuh waktu dua hari untuk memulihkan DNS. 
Pihak istana juga tengah melacak pelaku pembobolan website resmi SBY itu. Untuk 
membuka lock server di Amerika Serikat, harus menggunakan legal channel. 
Artinya, pemerintah harus secara resmi meminta pihak Amerika Serikat memberi 
izin kepada Indonesia membuka lock server yang menjadi sumber DNS abuse website 
SBY. "Kami akan melacak sampai ketemu," kata Anjar.


      Juru Bucara Kepresidenan yang juga Pemimpin Redaksi Website 
www.presidensby.info, Andi Alfian Mallarangeng mengatakan pihaknya sudah 
melakukan koordinasi dengan tim teknis begitu mengetahui ada yang menjahili 
website resmi SBY. ''Ada orang yang tidak bertanggungjawab yang mengganti DNS 
kami. Tidak ada masalah di server," kata Andi.
     

Kirim email ke