Hebat benar Bung Taufik Kiemas ini. Kepiawaian dalam mengomentari orang, masih 
saja jadi andalan Bapak. Tapi, kok setelah membaca kutipan dari surat kabar 
mengenai komentar beliau yang menyinggung '' lebih enakan hidup dalam orde Pa 
Harto dan Bu Mega dibanding dengan orde SBY" sungguh kekanak-kanakan. Kok, 
hareee  gene   masih aja kerjaannya ngebandingin ala anak TK. Apalagi dengan 
alasan di jaman Bu Mega : TIdak ada kenaikan BBM, harga Beras terkendali. What ?
   
  Ya memang benar ? Tapi apa kabar dengan banyaknya BUMN tercinta (apalagi yang 
dapet cipratan duitnya)yang dijual ke pihak   asing ? Sudahlah, pasti 
teman-teman milis ini tau kenapa hal itu terjadi. Bapak....bapak.......
   
  Frans Siahaan
  Mahasiswa

Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Bang Taufiq jangan-jangan bikin blunder lagi seperti sebelum 
pilpres 2004. Dia waktu itu hanya bilang agar SBY tegas apa tetap di kubu Mega 
atau mau bertanding. Itu lalu di blow up secara riuh rendah oleh sebagian besar 
media, yang telah bersepakat usung SBY kesinggasana. Dikoarkan bahwa Taufiq 
telah mengkuyo-kuyo SBY, kasihan sekali jenderal mayor itu, patut dikasihani, 
dan dipilih. Hasilnya sekarang kita rasakan. Kemiskinan semakin menyengsarakan 
bangsa ini. Orba jilid 2 jadi mapan, tidak bisa di impeach. Kita tunggu 
bagaimana dua tahun kedepan sikap media kita. Akan netral? Akan secara 
konspiratif sesuai money politics mengusung yang berfulus?
   
  DM
  

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          SOLO POS
   
              [ Nasional ]   Edisi : Sabtu, 17 Maret 2007 , Hal.2
                    Taufiq Kiemas: Presiden SBY jangan kekanak-kanakan lagi! 
        Jakarta (Espos)
    Taufiq Kiemas menganggap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum 
melaksanakan tugasnya dengan baik. SBY diminta konsentrasi merealisasikan janji 
kampanye, bukan sibuk mempersiapkan diri dalam Pilpres 2009 mendatang. 
    ”Kamu (SBY-red) sudah presiden. Itu kan jabatan tertinggi. Jangan 
kekanak-kanakan lagi. Bertindaklah, nikmatilah jabatan presiden untuk 
kemaslahatan orang banyak,” tegas Ketua DPP PDIP itu di Gedung DPR, Senayan, 
Jakarta, Jumat (16/3).
Jika SBY berhasil menjalankan tugasnya sebagai presiden dan membawa 
kemaslahatan dan kemakmuran bagi rakyatnya, kata Taufiq, PDIP akan ikut senang 
meski pun saat ini memilih jadi oposisi. ”Kalau berhasil, saya sebagai oposisi 
juga ikut berbahagia. Maka nikmatilah karena tidak semua orang bisa jadi 
presiden,” kata suami Megawati Soekarnoputri ini.
Sampai saat ini, dia melihat kepemimpinan SBY belum berhasil. Buktinya, kondisi 
ekonomi di bawah pemerintahannya tidak semakin baik. ”Kalau ditanya apakah 
zaman Pak Harto dan Bu Mega dengan sekarang lebih enak mana, masyarakat 
menjawab lebih enak Pak Harto dan Bu Mega. Kalau ditanya enak mana sekarang dan 
zaman Bu Mega, masyarakat menjawab enak zaman Bu Mega, karena BBM tidak naik 
dan harga beras terkendali,” ungkap Taufiq.
Di bagian lain Taufiq menyatakan, sejumlah mantan menteri dan pejabat di zaman 
Megawati diseret ke pengadilan karena terlibat sejumlah kasus, antara lain 
korupsi. Namun, Taufiq menduga pembantu Presiden SBY pun tidak kalah banyak 
yang tersandung masalah. Pejabat tinggi di pemerintahan sekarang masih terlihat 
bersih karena SBY belum mengevaluasi kinerja menteri-menterinya. - dtc
    

  



    
---------------------------------
  Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.   

         



 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Kirim email ke