Refleksi: Ah, yang benar saja. Bukankah Pak Akbar Tanjung itu pernah dijatuhi hukuman penjara gara-gara korupsi? Tetapi, simsalabim pergi naik haji, setelah kembali dari sana dengan dibekali wasiat dan kasiat tidak ada yang berani memasukan Pak Akbar ke penjara, dan beliau terus pimpin DPR. Petinggi-petinggi zaman Pak Harto yang kemudian terbukti korupsi itu anggota Golkar, karena tanpa menjadi anggota Golkar mana bisa dapat kedudukan tinggi dengan kursi empuk berdompet tebal fulus?
---- Kalla: Golkar Bukan Bunker Koruptor Senin, 19 Maret 2007 | 22:10 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Partai Golkar bukan bunker (tempat bersembunyi) bagi koruptor. Karena itu dia meminta seseorang tidak masuk menjadi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) jika hanya ingin berlindung jika ada kasus. "AMPI sama dengan Golkar. Golkar bukan bunker bagi koruptor," ujar Kalla dalam Rakernas Fungsional Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Senin (19/3) malam. Kalla mengatakan, dari sisi nama, sejak awal kelahirannya AMPI diniatkan agar anggotanya dapat berbuat baik. Kalau sebelumnya AMPI bersifat politis dan hanya mendukung dalam bidang politik, kini AMPI harus jadi pembaharu negeri ini. "Bukan zamannya lagi dukung mendukung dan membawa map," kata Kalla. Pemuda yang ada di birokrasi, kata dia, diminta menjadi pelopor birokrasi yang melayani. "Jangan sampai ada anggapan birokrasi semuanya koruptor," kata Kalla. Kalla mengaku prihatin dengan tingginya minat angkatan muda terjun ke dunia politik dibandingkan ke dunia usaha. Padahal, ujar dia, suatu bangsa tidak mungkin maju tanpa birokrasi dan pengusaha. Menjadi angggota legeslatif, Kalla melanjutkan, tidak mudah karena jumlahnya terbatas. "Yang tidak terbatas adalah pengusaha," katanya. Karena itu pemerintah akan membuka luas kesempatan berwirausaha bagi pemuda yang lulus dari perguruan tinggi. Bangsa akan besar dan maju jika ditopang pengusaha yang memulai usaha dari nol.
