he he...PDIP dulu...PKS kini....

Waktu kasus ini dibuka kembali, PDIP memang menghadapi masalah terutama karena 
Panda dulu ketua pansus yang menyetujui bahwa trisakti bukan pelanggaran HAM 
berat.
Tapi hari ini Panda menghadapi musuh dari internalnya sendiri, namanya Yacobus 
Mayong Padang. Sampai detik terakhir Yacobus habis-habisan mempertahankan 
pendapat bahwa ini adalah kasus pelanggaran HAM berat .
Siapa Yacobus?? Mantan wartawan di Sulsel, anggota dpr yang mula-mula 
mengembalikan dana tunjangan 50 juta itu, anggota dpr yang melakukan perjalanan 
reses dengan berjalan kaki dari desa ke desa di dapelnya....siapa dia 
...Sekretaris Fraksi PDIPerjuangan.

Dari kabar di senayan, sampai detik terakhir hanya dua yang berjuang 
habis-habisan, PDIP-Yacobus Mayong Padang dan PKB.

PKS...oooh .....

kompleksitas ya...


timoer

Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                       
 
  Dear mas Bat,
   
  Agar tidak simpang siur, mending mas Bat Tanya langsung ke wakil rakyat dari 
PKS apa yang telah mereka lakukan.
  Minimal, mas bat kan dah gak percaya ama partai selain PKS, sehingga yang 
disoroti selalu saja PKS, hehehe.
  
 Tapi kalau mas rada berat main ke gedung dewan, ini saya copy-paste-kan 
jawaban dari mas Sapto Waluyo, yang kita tahu sebagai direktur sebuah majalah, 
wartawan senior yang saat ini sedang melanjutkan studi di negeri seberang, 
semoga dapat memahamkan apa yang terjadi seputar kasus ini.
   
   
    
---------------------------------
  
  From: On Behalf Of sapto waluyo
 Sent: Saturday, March 17, 2007 7:04 AM
 Subject: Re: [pak ade] PKS dan isu HAM-perjuangkan KEADILAN (?)
   
  assalamu'alaikum pak ade dkk semua,
 trims atas posting dan judulnya yg mengelitik. tp sy
 ingin menyampaikan background info yg memperlihatkan
 ketidaktahuan ibu sumarsih (saya simpati sejak awal
 krn berada di trisakti dan semanggi saat meliputi
 peristiwa 1998), atau kebohongan politik yg dimainkan
 pdip (tidak termasuk dlm daftar 14 partai itu ya?). sy
 dpt dan ricek langsung info ini ke anggota komisi I
 (masalah hankam) dan III (hukum dan ham). jika anda
 ingin mengecek langsung juga bisa menghubungi suryama
 m. sastra, anggota komisi 3 dr pks, atau mustafa kamal
 (sekretaris fraksi pks).
 
 ceritanya, memang pada awal pembahasan kasus
 trisaksi/semanggi, partai moncong putih getol
 mengajukan pembentukan pengadilan ham ad hoc. maklum,
 jika anda perhatikan sebagian anggota fraksi banteng
 ituberlatar belakang lsm (kayak nursjahbani
 kacasungkana) dan pengacara (kayak trimedia panjaitan
 yg jadi ketua komisi 3). tapi tahukah anda, bhw di
 ujung agenda/paripurna ternyata pdip mundur teratur.
 sebaliknya pks, sedari awal telah memandang persoalan
 ini menjadi bagian tak terpisah dari agenda reformasi
 krn korban ham antara lain aktivis mahasiswa dan
 kelompok masyarakat kritis. cuma, pks melihat gejala
 hendak dibenturkan dgn pihak tni/polri, ini menjadi
 kontraproduktif. akhirnya dipertimbangkan, apakah
 kasus pelanggaran perlu diselesaikan di pengadilan ham
 ad hoc (hasilnya belum tentu bagus juga, lihat kasus
 tanjung priok, yg didukung penuh pks) atau komisi
 kebenaran dan rekonsiliasi (dlm komisi ini juga ada
 pemeriksaan dan pengakuan atas pelanggaran di masa
 lalu, cuma bentuk sanksinya yg agak beda, di beberapa
 negara dipandang berhasil meletakkan fondasi bagi
 keadilan semua pihak).
 
 ini memang kerumitan dlm sistem hukum kita yg masih
 labil, KUHP saja masih warisan belanda, dan baru mau
 direvisi setelah satu abad. lebih rumit lagi kasus
 ham, krn terkait dgn konstelasi politik. kalau banteng
 benar ngotot perjuangkan keluarga korban
 trisaksi/semanggi/orang hilang, terus maju dong di
 paripurna, ternyata tidak. nah, fraksi pks telah
 mempersiapkan pandangan umum utk mendukung terus
 pengusutan kasus itu secara hukum, tp sampai detik
 terakhir tak ada yg mau diajak bersama. ingat kasus
 pelanggaran ham bisa diusut kapan saja, krn ada asas
 retroaktif, jd tak ada kadaluarsa spt kriminal,
 apalagi ada peluang di mahkamah internasional, apabila
 suatu negara dinyatakan melanggar konvensi ham. pks
 melihat konsolidasi politik sipil belum matang,
 sehingga kalau berada di garis depan akan dibenturkan
 langsung dgn tni/polri. apalagi kekuatan politik lain
 (termasuk pdip) tak pernah lagi menyebut agenda
 reformasi, setelah nyaris sembila tahun berlalu
 (1998).
 
 dlm situasi yg dilematis itu, pks memikirkan jalan
 alternatif, mungkin lewat KKR atau sampai ada
 kepemimpinan nasional yg kuat. kompleksitas di
 parlemen spt inilah yg sering tak tertangkap oleh
 masyarakat luas, lalu mereka termakan propaganda
 kelompok tertentu yg kecewa, atau pelintiran media
 massa. krn sejumlah wartawan juga sering malas utk
 menggali info lbh dalam.
 
 wassalam, sapto.
   
  Salam,
  Wido Q Supraha
   
  Re: PKS Ancam Hapus Hiasan Mirip Bintang Daud Yahudi 
  Posted by: "bobbylesyeux" [EMAIL PROTECTED]   bobbylesyeux 
  Tue Mar 20, 2007 4:01 am (PST) 
  pks mendukung penjahat ham?
 
 katanya ketua senat mahasiswa ui tahun 1998 rama pratama sekarang
 menjadi anggota dpr fraksi pks. kok ngga ada suaranya ya? apa karena
 kang rama ini bukan anggota komisi I yang mengurusi soal hankam jadi
 cuek aja gitu sama perjuangan mantan koleganya? atau menjadi anggota
 legislatif adalah puncak perjuangan sehingga gerakan mahasiswa hanya
 sebuah batu loncatan. 
 
 cool... soalnya keenakan kipas-kipas.
 
 bat
 
 
 --- In [email protected], "chaos rules" <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
 >
 > jauh2 ngurusin yahudi, tapi PKS di DPR gak mau ngedukung pengungkapan
 > kasus pembunuhan mahasiswa pada tragedi trisakti dan semanggi I-II..
 > apa bedanya PKS sama golkar kalo sama2 melindungi penjahat HAM?
 > sama2 penjahat atau sama2 pengecut?
   
  
     
     
                       

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Kirim email ke