--- In [email protected], "izady_ku" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ikutan Nimbrung jg deh!
> 
> Rasanya menjadi mustahil bila kita hidup dan bermasyarakat tanpa 
> sebuah perekat dan penghubung yg bisa memberikan kepada kita sebuah 
> jalinan dan dan rasa aman yang ada didalamnya.
> 
> Hukum dan perangkatnya adalah salaha satu mediasi yg bisa menjamin 
> kehidupan sebuah komonitas masyarakat, hukum adalah sederet aturan, 
> hak dan kewajiban yg mesti diindahkan oleh siapa saja yg menjadi 
> anggota sebuah komonitas bisa bangsa ataupun kelompok yg lebih 
sempit.
> 
> Dalam konteks pedalaman sebuah hukum Islam  memiliki serangkain 
> kaidah-kaidah umum yg ada didalamnya. setiap hukum yang ada 
memiliki 
> relasi dengan nilai manfaat dan mafsadat didalamnya.
> 
> Jauh-jauh hari para Ulama dan cerdik pandai didalam komonitas Islam 
> telah melakukan pelbagai telaah kritis terhadap lahirnya sebuah 
> keputusan hukum menyangkut keberadaan kaum muslim sendiri ataupun 
> sebaliknya. Dengan berjalannya waktu semenjak fajar Islam ternyata 
> telah melahirkan sebuah tipologi pola dan cara sebuah hukum 
> di"geledah" dengan sangat baik dan pada waktu yg bersamaan telah 
> melahirkan sebuah perspektif yg luas.
> 
> Ada kecenderungan pemahaman hukum ditengah-tengah kaum muslimin  
> lebih menekankan pada aspek literal sebuah pesan dalam koridor 
> penegakan dan implementasi hukum didalamnya, sudah barang tentu 
> produk hukum yg digagasnya menjadi serba tunggal dan miskin 
> interpretasi.
> 
> Landasan2 filosofis yg menyembul diantara sederet ayat2  Quran 
> kiranya perlu mendapat perhatian yg lebih serius shg tidak 
> memunculkan  adanya riduksi pada beberapa makna yg ada didalamnya, 
> belum lagi kesediaan kita untuk mengerti bahwa Islam telah 
melahirkan 
> banyak madzab yg jg mesti dilihat sebagai pembanding dan "rekan" 
> diskusi yg harus diajak duduk bersama guna melahirkan sebuah 
> pemahaman yg lebih utuh dan mewakili lebih banyak lagi komponen yg 
> luas dari masyarakat muslim maupun non muslim didalmnya.(((( 
> bersambung...........)))
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Roslina Podico <roslina@> wrote:
> >
> > Kalau saya boleh nimbrung di sini,
> > 
> > Menurut saya tanya-jawab di sini adalah fair, artinya terbuka.
> > Contoh si penjawab berpendapat:
> > 
> > Oleh karena itu semua hukum syariat didasarkan atas kemaslahatan 
> hakiki 
> > manusia, baik dengan 'ilat (alasan) dhahir (jelas), dan ini ini 
> yang 
> > paling banyak, ataupun dengan 'ilat yang tidak dhahir (jelas), 
> terutama 
> > yang berkaitan dengan hukum-hukum ibadah mahdhah. Sehingga 
meskipun 
> kita 
> > tidak mengetahui 'ilat, hikmah dan sebabnya, namun kita wajib 
> > menunaikannya secara ta'abbudiyah (tanpa tanya).
> > 
> > Konsekwensinya adalah setiap penganut Islam itu, harus menunaikan 
> hukum 
> > Islam tanpa harus mempertanyakan untung rugi atau buruk baiknya 
> hukum 
> > itu baginya. Penganut Islam wajib menerima hukum yang punya 
alasan 
> yg 
> > jelas atau alasan yg tidak jelas. Sekali Islam, maka anda tidak 
> berhak 
> > mempertimbangkannya lagi dengan akal sehat melainkan hanya 
> mengimaninya.
> > 
> > Letak persoalannya adalah, maukah anda mengikuti atau menaati 
> sesuatu yg 
> > bagi anda TIDAK JELAS menguntungkan atau merugikan? Kalau anda 
mau 
> > silahkan jadi Islam yg *taat*, tapi kalau anda tidak mau silahkan 
> > memilih meninggalkan Islam. Inilah konsekwensinya menurut saya.
> > 
> > Contoh lain:
> > Sekali lagi bagi orang Islam. Umat Islam memang tidak boleh 
memaksa 
> > nonmuslim untuk masuk Islam. Laa ikraaha Fid diin. Tapi orang 
Islam 
> > harus melaksanakan ajaran Islam, wajib melaksanakan syariat yang 
> telah 
> > diimani ini, walaupun dengan paksa, walaupun harus dibarengi 
dengan 
> > sanksi kalau bersalah.
> > Dari pengulangan ini, Syariat itu hanya DIPAKSAKAN bagi penganut 
> Islam, 
> > tapi bukan bagi non muslim.
> > 
> > Saya sangat setuju dengan kalimat ini. Sayangnya sejak berdirinya 
> NKRI 
> > belum pernah terjadi dimana non Muslim melarang atau mencampuri 
> intern 
> > Muslim di Indonesia, namun dalam kebebasan Islam menjalankan 
ibadah 
> dan 
> > agamanya selama puluhan tahun di Indonesia, nampaknya makna 
positif 
> dari 
> > keislaman itu belum memenuhi harapan mansyarakat Indonesia ( 
> termasuk 
> > muslim) menjadi masyarakat yg *beruntung*. Artinya pengabdian 
> masyarakat 
> > Islam Indonesia yg mayoritas itu belum membawa dampak positif 
dalam 
> > memenuhi tuntutan hidup rakyat NKRI yg sampai sekarang selalu 
> dipimpin 
> > oleh Presiden yg beragama Islam.
> > 
> > Kesimpulan saya, jika Islam konsekwen dengan ajaran Quran, tidak 
> boleh 
> > mengislamkan non muslim alias syariat adalah buat muslim atau 
> Islam, 
> > maka intern Islam itu sendirilah yg perlu dibenahi.
> > 
> > Caranya:
> > Menyadarkan umat Islam atas makna keselamatan di dunia dan 
akhirat 
> itu. 
> > Membina masyarakat Islam menjamin keselamat (keamanan) 
> lingkungannya 
> > bukan sebaliknya mengancam. Lingkungan itu termasuk sesama 
manusia, 
> > demikian juga tumbuhan, binatang dan alam semesta.
> > 
> > Tidak ada lagi pejabat Islam yg menggunduli hutan. Tidak ada lagi 
> > pejabat Islam yg memakan uang rakyat. Tidak ada lagi pejabat 
Islam 
> yg 
> > jadi ancaman bagi non muslim artinya mendiskreditkan hak-hak 
> mereka, 
> > misalnya mereka yg ingin beribadah di tempel, klenteng gereja 
atau 
> > lain-lainnya.
> > 
> > Inilah yg saya tunggu-tunggu bahkan mungkin semua umat nantikan.
> > 
> > Sebaliknya, jika Syariat Islam dipaksakan, untuk menggantikan UU 
> NKRI, 
> > berarti Islam Indonesia sudah melanggar Syariat Islam dan 
> mengkhianati 
> > Quran itu sendiri, sebab Indonesia adalah masyarakat majemuk yg 
> memeluk 
> > berbagai ajaran Kitab.
> > 
> > Sekali lagi Indonesia BUKAN negara Islam yg murtad yg perlu atau 
> harus 
> > ditobatkan, melainkan Indonesia DIDIRIKAN oleh masyarakat multi 
> religius 
> > yg kebetulan diarahkan atau dipimpin oleh Sukarno yg saat itu 
> mengaku 
> > Islam.
> > 
> > Maka sebagai non MUSLIM, saya mewakili yg lain, memohon pada 
> > MUSLIM/ISLAM yg sejati, pada anda-anda sekalian, big brothers and 
> big 
> > sisters (karena kalian lebih besar jumlahnya), berilah kami 
jaminan 
> > KESELAMATAN itu, sementara kami menghadapi ancaman atau himpitan 
di 
> > negara NKRI ini.
> > 
> > Kami bukan hanya mendambakan pemimpin pemerintah yg menjamin 
> keselamatan 
> > rakyat NKRI, bahkan kami mendambakan tetangga, kollega, teman 
> sekolah, 
> > atasan kami yg memberi kami keamanan alias keselamatan hidup di 
> NKRI.
> > 
> > Salam Damai
> > Roslina
> > 
> > PS.
> > Saya melihat bahwa saya sedang mengalami bouncing dari yahoo 
> groups, 
> > maka bagi teman yg menerima Mail ini saya beri ijin meneruskannya 
> sesuai 
> > dengan kebutuhan. Trimakasih.
> > 
> > Sumar Sastrowardoyo wrote:
> > > Serambi Online :: Menuju Pembangunan dan Pembaruan
> > > <                                                           
> > > ----------------------------------------------------------------
--
> -------- 
> > >
> > >                  Serambi Online
> > >                                           SERAMBI BERITA 
> > >                                                   Serambi Utama 
> > >                                                   Serambi Nusa 
> > >                                                   Kutaraja 
> > >                                                   Serambi Pase 
> > >                                                   Serambi 
Bisnis 
> > >                                                   Serambi 
> Nanggroe 
> > >                                                   Sport Globo 
> > >                                                   Serambi Donya 
> > >                                                 
> > >                          SERAMBI PHOTO                         
> > >                           Berita Photo                         
> > >                           Menatap Aceh                         
> > >                           Gam Cantoi                         
> > >                                                  SERAMBI OPINI 
> > >                                                   Salam Serambi 
> > >                                                   Opini 
> > >                                                   Taffakur 
> > >                                                   Droe Keu Droe 
> > >                                                 
> > >                          SERAMBI MINGGU                         
> > >                           Serambi 
Budaya                         
> > >                           Cerpen                         
> > >                           Puisi                         
> > >                           Panteue                         
> > >                                                  KONSULTASI 
> > >                                                   Agama Islam 
> > >                                                   Psikologi 
> > >                                                                 
> > >                                                                 
> > >                           Bangka Pos                         
> > >                           Agence France-
> Presse                         
> > >                           Banjarmasin 
> Post                         
> > >                           Design for 
> Readers                         
> > >                           International Center for Journalist 
> > >                                                   Kompas Cyber 
> Media 
> > >                                                   Pantau 
> > >                                                   Pos Kupang 
> > >                                                   Sriwijaya 
Post 
> > >                                                   Surya 
> > >                                                   Tribun Batam 
> > >                                                   Tribun Kaltim 
> > >                                                   Tribun Timur 
> > >                                                                 
> > >                                                                 
> > >                           Profil 
Redaksi                         
> > >                           Profil 
> Perusahaan                         
> > >                           Kisah 
> Perjalanan                         
> > >                                                      Selasa, 13 
> Mar 
> > > 2007 | 04:38:50 WIB ARSIP :   
> > >
> > >                                                      Konsultasi 
> Agama 
> > > 
Islam                                                             
> > > Pengasuh: Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA  
> > >                                                            a.. 
> > > 09/03/2007 08:19 WIB
> > >
> > >                               Tentang Penerapan Syariat Islam
> > >
> > >
> > >                               PERTANYAAN :
> > >
> > >                               Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> > >
> > >                               Bersama ini saya ingin menanyakan 
> > > tentang penerapan syariat Islam. Kita semua maklum bahwa kita 
> sebagai 
> > > orang Islam adalah wajib menunaikan syariat Islam sejak dari 
> lahir 
> > > hingga meninggal dunia. Paling kurang setelah kita berusia lima 
> belas 
> > > tahun, atau dewasa, kata orang sekarang. Ini memang sudah kita 
> > > kerjakan sejak dari dahulu, malah sejak dari dahulu kala, tanpa 
> ada 
> > > paksaan dari siapapun. Sekarang masalah penerapan syariat 
Islam, 
> kok 
> > > dipaksa-paksa. Bila melakukan pelanggaran, kok sampai dicambuk, 
> > > demikianlah seterusnya.
> > >                               Yang ingin saya tanyakan, apakah 
> memang 
> > > harus demikian? Apakah pada masa Nabi Muhammad masih hidup ada 
> orang 
> > > yang dikenakan sanksi dan apakah cambuk ada termaktub dalam 
> Alquran?
> > >                               Demikianlah pertanyaan saya, 
semoga 
> > > mendapatkan jawaban yang baik,
> > >
> > >
> > >                               Wassalam,
> > >
> > >                               Tgk Salman yang mulia,, Tgk 
Salman 
> Hitam 
> > > yang mulia, Aceh Utara
> > >
> > >
> > >
> > >                               JAWABAN :
> > >
> > >
> > >                               Saudara/i Tgk Salman yang mulia, 
> Yth.,
> > >
> > >                               Wa'alaikumus Salam, Wr. Wb.
> > >
> > >                               Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
> > >                               Saudara memang amat baik dan amat 
> perlu 
> > > kita semua mencermatinya. Untuk itu, jawaban ini dimulai dengan 
> > > bayangan sedikit tentang apa itu syariat Islam, karena dengan 
> kenal 
> > > maka adanya sayang, dan karena adanya sayang maka tumbuhlah 
> cinta, 
> > > kata orang dahulu.
> > >                               Pada dasarnya syariat itu 
> diturunkan 
> > > untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. 
> Karena 
> > > itu, hukum syariat diturunkan untuk menjamin kemaslahatan 
> tersebut, 
> > > malah juga untuk menolak kerusakan dan keehancuran. Oleh karena 
> itu 
> > > semua hukum syariat didasarkan atas kemaslahatan hakiki 
manusia, 
> baik 
> > > dengan 'ilat (alasan) dhahir (jelas), dan ini ini yang paling 
> banyak, 
> > > ataupun dengan 'ilat yang tidak dhahir (jelas), terutama yang 
> > > berkaitan dengan hukum-hukum ibadah mahdhah. Sehingga meskipun 
> kita 
> > > tidak mengetahui 'ilat, hikmah dan sebabnya, namun kita wajib 
> > > menunaikannya secara ta'abbudiyah (tanpa tanya). Contohnya amat 
> > > banyak, ya, seperti shalat shubuh harus dua rakaat, semua orang 
> Islam, 
> > > baik laki-laki atau perempuan, wajib menutup aurat, kewajiban 
> > > melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar sesuai kemampuan dan 
> > > lain-lain sebagainya. Untuk ini dapat dirujuk pada: Al-Ihkam 
lil 
> > > Amidii 2/271, Qawa'id al-Ahkam lil 'Aziz Abdus Salam 2/5, 
> > > Al-Muwaafaqat lisy-Syathibii 2/3, Al-Burhan li imam al-Haramain 
> 2/891, 
> > > Syarhu al-Kawakib al_Munir li Ibnu an-Najar al-Fatuhii al-
Hambali 
> > > 1/312, Muqashid asy-Syari'ah al-Islamiyah, lith Thabari 
> bin 'Asyuur, 
> > > hal. 20012 dan Dhawabith al-Maslahah lil Duktur Muhammad Sa'id 
> > > Ramadhan al-BuThi hal. 73.88.
> > >                               Tujuan inilah sesungguhnya yang 
> ingin 
> > > diwujudkan oleh semua kita, oleh ulama, para pemimpin, para 
da'i 
> dan 
> > > semua individu yang normal. Malah setiap orang wajib mewujudkan 
> dan 
> > > menyempurnakan kemaslahatan, menghilangkan atau memperkecil 
> kerusakan. 
> > > Apabila keduanya saling bertentangan maka harus diraih yang 
lebih 
> > > besar maslahat dengan melenyapkan yang lebih kecil mafsadat-
nya, 
> serta 
> > > menolak yang lebih besar kerusakan dengan menanggung yang lebih 
> kecil 
> > > kerusakannya, inilah yang disyariatkan.
> > >                               Untuk mewujudkan tujuan syariah, 
> atau 
> > > melaksanakan kewajiban kita semua secara pemerintah--artinya 
> > > pemerintah juga berkewajiban-- itulah sebenarnya, Aceh 
menerapkan 
> > > syariat Islam secara kafah, meskipun harus bertahap. 
> Alhamdulillah, 
> > > sudah banyak yang kita capai. Undang-Undang nomor 44 Tahun 1999 
> dan 
> > > Undang-undang nomor 18 Tahun 2001, yang kemudian diganti UU 
Nomor 
> 11 
> > > tahun 2006 yang lebih lengkap dan sempurna, sebab telah 
> terjawantahan 
> > > oleh MoU Helsinki (Finlandia).
> > >                               Sesungguhnya, mentahkim-kan 
syariat 
> > > dalam masyarakat muslim adalah suatu kewajiban yang difardhukan 
> dengan 
> > > nash hukum yang qath'i' (pasti), yaitu yang ditetapkan dengan 
> > > dalil-dalil yang jelas dalam Alquran al-Karim seperti firman 
> Allah SWT 
> > > (artinya): "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan 
Allah 
> dan 
> > > seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang 
> memberi 
> > > kehidupan kepada kamu" (QS. al-Anfal : 24).
> > >                               Dan firman-Nya (Artinya): Dan 
Kami 
> telah 
> > > turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan 
> apa 
> > > yang yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan 
> sebelumnya) 
> > > dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka 
> putuskanlah 
> > > perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah 
kamu 
> > > mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang 
> datang 
> > > kepadamu." (QS. al-Maidah : 48). Dan banyak lagi, antaranya: 
QS. 
> > > al-Maidah: 44, QS. al-Maidah : 45 dan QS. al-Maidah : 47.
> > >                               Di dalam beberapa ayat tersebut 
> jelas 
> > > bahwa siapa saja yang tidak menghukumkan sesuai Alquran karena 
> > > keingkaran dan ke-juhuud-annya (keenggannya) maka dia adalah 
> kafir, 
> > > sementara bila ia iman kepada Alquran, tetapi tidak mengerjakan 
> > > hukumnya dia adalah fasik, dan apabila ia mengimani kebenaran 
> Alquran, 
> > > mengimani kebenaran hukumnya, dan berusaha sekadarnya tapi 
> menghukum 
> > > dengan selainnya maka dia adalah orang zhalim. Ini adalah 
> penafsiran 
> > > para sahabat Nabi mengenai beberapa ayat tersebut sebagaimana 
> > > dinukilkan Alqurthuby di dalam tafsirnya.
> > >                               Dengan demikian, pengasuh yakin 
> bahwa 
> > > Saudara telah memperoleh jawaban yang agak memadai mengenai 
> kenapa 
> > > kita harus berupaya keras dengan segenap kemampuan yang kita 
> miliki 
> > > untuk menerapkan syariat Islam di bumi peninggalan endatu kita 
> > > Nanggroe Aceh Darussalam tercinta ini.
> > >                               Selanjutnya mengapa harus paksa-
> paksa 
> > > dalam pelaksanaan syariat. Karena syariat memang mengandung 
> hukum. 
> > > Hukum harus jalan, meskipun dengan adanya paksaan. Hukum 
syariat 
> yang 
> > > sudah diqanunkan seperti khalwat, maisir dan khamar sudah 
menjadi 
> > > hukum positif seperti hukum positif lainnya yang berlaku di 
Aceh. 
> > > Pelanggarnya memang harus dikenakan sanksi, seperti orang 
mencuri 
> > > milik orang lain, pasti ditangkap, diselidiki, disidiki, lalu 
> diproses 
> > > yang akhirnya diputuskan hukuman apa yang dikenakan, demikian 
> juga 
> > > dengan hukum syariat bagi orang muslim. Sekali lagi bagi orang 
> Islam. 
> > > Umat Islam memang tidak boleh memaksa nonmuslim untuk masuk 
> Islam. Laa 
> > > ikraaha Fid diin. Tapi orang Islam harus melaksanakan ajaran 
> Islam, 
> > > wajib melaksanakan syariat yang telah diimani ini, walaupun 
> dengan 
> > > paksa, walaupun harus dibarengi dengan sanksi kalau bersalah.
> > >                               Hal seperti ini memang diakukan 
> > > Rasulullah SAW dan shahabatnya. Mai'dz dan Wanita Ghamidiyah 
> misalnya, 
> > > pernah dirajam dimasa Rasullah SAW. Banyak kitab hadits dapat 
> dirujuk 
> > > untuk masalah ini.
> > >                               Sanksi cambuk memang ada dalam 
> Alquran. 
> > > Sebagai contoh dipersilakan melihat ayat 24 surat An-Nur.
> > >                               Demikian, semoga bermanfaat 
> adanya, , 
> > > Wallahu A'lamu Bish-Shawaab.
> > >
> > >
> > >
> >
>


Kirim email ke