DWIWARNA
(Buku "Indonesiƫ" oleh Dirk Vlasblom)

Di tahun 1922, mahasiswa Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan 
Indonesia, memilih bendera merah-putih untuk organisasinya. Di tengah-tengah 
bendera ada gambar kepala banteng. Di tahun 1928, Partai Nasional Indonesia 
(PNI) -nya ir. Soekarno juga memilih warna bendera merah-putih. Tahun 1929, 
mahasiswa-mahasiswa Jakarta juga menaikkan bendera merah-putih. Pengukuhan 
bendera merah-putih sebagai bendera nasional diambil di Kongres Rakyat 
Indonesia tahun 1939 di Bandung. (DL - Melihat keleluasaan Indonesia 
mempersiapkan negerinya, baik di Indonesia mau pun di Belanda sendiri, 
bagaimana kita bisa bilang kolonial Belanda menghalangi kemerdekaan 
Indonesia??? Ihik.).

Tanggal 17 Agustus 1945, ir. Soekarno dan Mohamad "Rotterdammer" Hatta 
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, 
yaitu rumah kediaman Soekarno. Istri ke-3 Soekarno, Fatmawati, menjahit bendera 
pusaka merah-putih. Bendera merah-putih itu dinaikkan di sebatang bambu. Namun 
Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 27 Desember 1949.

Bendera merah-putih adalah bendera Kerajaan Majapahit. Motto negeri Indonesia 
Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah motto Jawa yang dibuat oleh Empu Prapanca, 
penyair terkenal dari jaman Kerajaan Majapahit di abad ke-14.

DL - Seandainya nama Indonesia membawa sial, bagaimana bila nama "Republik 
Indonesia" diganti menjadi "Republik Majapahit", mengingat bendera merah-putih, 
motto Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Palapa Gajah Mada juga berasal dari 
Kerajaan Majapahit???

Kirim email ke