Inilah sindrom kagok kehilangan tanah jajahan sebesar Indonesia.
Ya ampyun..ya ampyun...


On 3/22/07, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   DWIWARNA
(Buku "Indonesiƫ" oleh Dirk Vlasblom)

Di tahun 1922, mahasiswa Indonesia di Belanda yang tergabung dalam
Perhimpunan Indonesia, memilih bendera merah-putih untuk organisasinya. Di
tengah-tengah bendera ada gambar kepala banteng. Di tahun 1928, Partai
Nasional Indonesia (PNI) -nya ir. Soekarno juga memilih warna bendera
merah-putih. Tahun 1929, mahasiswa-mahasiswa Jakarta juga menaikkan bendera
merah-putih. Pengukuhan bendera merah-putih sebagai bendera nasional diambil
di Kongres Rakyat Indonesia tahun 1939 di Bandung. (DL - Melihat keleluasaan
Indonesia mempersiapkan negerinya, baik di Indonesia mau pun di Belanda
sendiri, bagaimana kita bisa bilang kolonial Belanda menghalangi kemerdekaan
Indonesia??? Ihik.).

Tanggal 17 Agustus 1945, ir. Soekarno dan Mohamad "Rotterdammer" Hatta
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta,
yaitu rumah kediaman Soekarno. Istri ke-3 Soekarno, Fatmawati, menjahit
bendera pusaka merah-putih. Bendera merah-putih itu dinaikkan di sebatang
bambu. Namun Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 27 Desember
1949.

Bendera merah-putih adalah bendera Kerajaan Majapahit. Motto
negeri Indonesia Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah motto Jawa yang dibuat
oleh Empu Prapanca, penyair terkenal dari jaman Kerajaan Majapahit di abad
ke-14.

DL - Seandainya nama Indonesia membawa sial, bagaimana bila nama "Republik
Indonesia" diganti menjadi "Republik Majapahit", mengingat bendera
merah-putih, motto Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Palapa Gajah Mada juga
berasal dari Kerajaan Majapahit???





--


Rahmad Budi H
Republika
Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
0856 711 2387

Kirim email ke