Dear all, saya tergelitik dengan beberpa kutipan ini:

"krn sejumlah wartawan juga sering malas utk
menggali info lbh dalam."

"sebagian anggota fraksi banteng
ituberlatar belakang lsm (kayak nursjahbani
kacasungkana) dan pengacara (kayak trimedia panjaitan
yg jadi ketua komisi 3)"

Kutipan: saya copy-paste-kan jawaban dari mas Sapto Waluyo, yang kita tahu 
sebagai direktur sebuah majalah, wartawan senior yang saat ini sedang 
melanjutkan studi di negeri seberang, semoga dapat memahamkan apa yang terjadi 
seputar kasus ini. (Wido Q Supraha).

----------------------

Tanggapan:

Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang tersinggung. Tapi memang benar, 
sebaiknya jangan hanya wartawan yang menggali informasi lebih dalam, mungkin 
mas sapto yang direktur sebuah majalah dan sedang sekolah di luar negeri juga 
harus menggali info lebih dalam.

Informasi yang sederhana saja, seperti kutipan mas diatas yaitu Nursjahbani 
Katjasungkana adalah anggota PDIP adalah salah besar. Nursjahbani adalah 
anggota dari Fraksi KEbangkitan BAngsa yang merupakan perwakilan dari Partai 
Kebangkitan Bangsa di DPR.

BAgaimana bisa saya mempercayai semua informasi kelanjutannya, kalau informasi 
awalnya saja sudah salah.

Sejak dalam pembahasan di Komisi III, masih dipimpin oleh Teras Narang (FPDIP) 
yang sekarang jadi Gubernur Kalimantan Tengah, saya liputan di DPR, jadi saya 
tahu persis mana Fraksi yang mendukung kasus Trisakti - Semanggi sebagai 
pelanggaran HAM berat dan mana Fraksi yang tidak menganggap itu pelanggaran HAM 
berat. 

Kalau mas Wido mau posting ini ke imel mas Sapto silahkan...maturnuwun.

salam,

PS: kemudian apa salahnya ada aktivis LSM di partai politik? justru partai 
politik harus dijadikan kendaraan untuk mencapai tujuan kemanusiaan, keadilan, 
kesejahteraan dan solidaritas. Justru aktivis LSM yang masuk partai politik 
lebih jernih  memandang persoalan karena partai politik bukan tujuan tapi alat 
dan hanya kendaraan untuk mencapai tujuan.

----- Original Message ----
From: Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; Radityo <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, March 21, 2007 10:52:03 AM
Subject: [mediacare] PKS - TRISAKTI - HAM

Dear mas Bat,
 
Agar tidak simpang siur, mending mas Bat Tanya langsung ke wakil rakyat dari 
PKS apa yang telah mereka lakukan.
Minimal, mas bat kan dah gak percaya ama partai selain PKS, sehingga yang 
disoroti selalu saja PKS, hehehe.

Tapi kalau mas rada berat main ke gedung dewan, ini saya copy-paste-kan jawaban 
dari mas Sapto Waluyo, yang kita tahu sebagai direktur sebuah majalah, wartawan 
senior yang saat ini sedang melanjutkan studi di negeri seberang, semoga dapat 
memahamkan apa yang terjadi seputar kasus ini.
 
 



From: On Behalf Of sapto waluyo
Sent: Saturday, March 17, 2007 7:04 AM
Subject: Re: [pak ade] PKS dan isu HAM-perjuangkan KEADILAN (?)
 
assalamu'alaikum pak ade dkk semua,
trims atas posting dan judulnya yg mengelitik. tp sy
ingin menyampaikan background info yg memperlihatkan
ketidaktahuan ibu sumarsih (saya simpati sejak awal
krn berada di trisakti dan semanggi saat meliputi
peristiwa 1998), atau kebohongan politik yg dimainkan
pdip (tidak termasuk dlm daftar 14 partai itu ya?). sy
dpt dan ricek langsung info ini ke anggota komisi I
(masalah hankam) dan III (hukum dan ham). jika anda
ingin mengecek langsung juga bisa menghubungi suryama
m. sastra, anggota komisi 3 dr pks, atau mustafa kamal
(sekretaris fraksi pks).

ceritanya, memang pada awal pembahasan kasus
trisaksi/semanggi, partai moncong putih getol
mengajukan pembentukan pengadilan ham ad hoc. maklum,
jika anda perhatikan sebagian anggota fraksi banteng
ituberlatar belakang lsm (kayak nursjahbani
kacasungkana) dan pengacara (kayak trimedia panjaitan
yg jadi ketua komisi 3). tapi tahukah anda, bhw di
ujung agenda/paripurna ternyata pdip mundur teratur.
sebaliknya pks, sedari awal telah memandang persoalan
ini menjadi bagian tak terpisah dari agenda reformasi
krn korban ham antara lain aktivis mahasiswa dan
kelompok masyarakat kritis. cuma, pks melihat gejala
hendak dibenturkan dgn pihak tni/polri, ini menjadi
kontraproduktif. akhirnya dipertimbangkan, apakah
kasus pelanggaran perlu diselesaikan di pengadilan ham
ad hoc (hasilnya belum tentu bagus juga, lihat kasus
tanjung priok, yg didukung penuh pks) atau komisi
kebenaran dan rekonsiliasi (dlm komisi ini juga ada
pemeriksaan dan pengakuan atas pelanggaran di masa
lalu, cuma bentuk sanksinya yg agak beda, di beberapa
negara dipandang berhasil meletakkan fondasi bagi
keadilan semua pihak).

ini memang kerumitan dlm sistem hukum kita yg masih
labil, KUHP saja masih warisan belanda, dan baru mau
direvisi setelah satu abad. lebih rumit lagi kasus
ham, krn terkait dgn konstelasi politik. kalau banteng
benar ngotot perjuangkan keluarga korban
trisaksi/semanggi/ orang hilang, terus maju dong di
paripurna, ternyata tidak. nah, fraksi pks telah
mempersiapkan pandangan umum utk mendukung terus
pengusutan kasus itu secara hukum, tp sampai detik
terakhir tak ada yg mau diajak bersama. ingat kasus
pelanggaran ham bisa diusut kapan saja, krn ada asas
retroaktif, jd tak ada kadaluarsa spt kriminal,
apalagi ada peluang di mahkamah internasional, apabila
suatu negara dinyatakan melanggar konvensi ham. pks
melihat konsolidasi politik sipil belum matang,
sehingga kalau berada di garis depan akan dibenturkan
langsung dgn tni/polri. apalagi kekuatan politik lain
(termasuk pdip) tak pernah lagi menyebut agenda
reformasi, setelah nyaris sembila tahun berlalu
(1998).

dlm situasi yg dilematis itu, pks memikirkan jalan
alternatif, mungkin lewat KKR atau sampai ada
kepemimpinan nasional yg kuat. kompleksitas di
parlemen spt inilah yg sering tak tertangkap oleh
masyarakat luas, lalu mereka termakan propaganda
kelompok tertentu yg kecewa, atau pelintiran media
massa . krn sejumlah wartawan juga sering malas utk
menggali info lbh dalam.

wassalam, sapto.
 
Salam,
Wido Q Supraha
 
Re: PKS Ancam Hapus Hiasan Mirip Bintang Daud Yahudi 
Posted by: "bobbylesyeux" bobbylesyeux@ yahoo.com. sg   bobbylesyeux 
Tue Mar 20, 2007 4:01 am (PST) 
pks mendukung penjahat ham?

katanya ketua senat mahasiswa ui tahun 1998 rama pratama sekarang
menjadi anggota dpr fraksi pks. kok ngga ada suaranya ya? apa karena
kang rama ini bukan anggota komisi I yang mengurusi soal hankam jadi
cuek aja gitu sama perjuangan mantan koleganya? atau menjadi anggota
legislatif adalah puncak perjuangan sehingga gerakan mahasiswa hanya
sebuah batu loncatan. 

cool... soalnya keenakan kipas-kipas.

bat


--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "chaos rules" <malamkomunitas@ ...>
wrote:
>
> jauh2 ngurusin yahudi, tapi PKS di DPR gak mau ngedukung pengungkapan
> kasus pembunuhan mahasiswa pada tragedi trisakti dan semanggi I-II..
> apa bedanya PKS sama golkar kalo sama2 melindungi penjahat HAM?
> sama2 penjahat atau sama2 pengecut?
 



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

Kirim email ke