BANGSA INDON BERMUKAK BADAK?
22 maret 2007,jumat

hehehe,daku ingin menimbrungin puisi kemarahan

kang Latip, yang agak kusergah dengen 

SATU KOREKSIAN, JANGAN SALAHKAN ORANG LAEN,

kerana BANGSA INDON INIH, BANGSA YANG

DIKENAL TAK MAOK DISALAHKEN PERBUATAN MAKSIATNYAH.

Jadi puisikupun berbunyiklah demingkian,

BANGSA INDON,BERMUKAK BADAK?

Wahae kawan seperjoangan!

Daku memang dateng dan pergih berputeran

Memandang dan meresepin apah artinyah penderitaan

Belom lagih bencana gelombang lautan terlupaken

Kini puting beliung dateng jadi tamu yang mengejutken

sidoarjo jadi lautan lumpur tak terbendungken

Sampah sampah menyumbat sungae2 di sakgalah jurusan

lalu siapah kudu disalahken?

Dari gubernur ampe menteri urusan kenegaraan

sakmuahnyah ogah disalahken

cuman merekah dengen gagah memberi pembelaan!

Imperialislah yang bikin kekacohan

Si Buleklah yang bikin penderitaan

Sementara para pejabat melacurken kebeneran

Cuman diselangkangan bini muda yang baharu melahirken

entah anak denawa, entah anak bini piaraan

Yang tauk nampaknyah cuman ustad pengajar ketuhanan

sementara Nusantarahku tambah kumuh bagae comberan!

Kerana bangsa Indon ogah dipersalahken!!

ah,Dasar Bangsa Bermukak badak yang keterlaluan!!


--- In [email protected], ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> YES pak Kusumo, kita memang memerlukan generasi yg tak diam dan 
bernyali spt bang heri ini, sayangnya pengaruh kekuatan militer yg 
selalu berpihak kepada pemerintah selalu memoporkan senjatanya di 
mulut pembangkang, membuat generasi2 bangsa tidak berkutik 
dikungkung ketakutan, rakyat bersembunyi di belakang gerakan 
mahasiswa utk mencetuskan keinginan2 nya, karena DPR sudah tidak 
bisa diharapkan keberpihak kan nya nya, DPR dan militer adalah 2 
element rakyat yg terkuat, ternyata merekapun sudah tak berkutik 
diketiak pemimpin elite kita.....jadi siapa yg bisa berdiri 
dibelakang kita sebagai rakyat? NO ONE selain mulut dan idealisme 
kita sendiri.
>    
>   salam persatuan
>   omie
>    
>   
> 
> BDG KUSUMO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Maaf Mbak Omie, bagaimana ini saya kok hampir selalu setuju 
dengan Anda?!
>   Namun betul sekali sekait puisi, atau seni budaya umumnya, yang 
bermuatan 
>   "kemarahan gundah gulana" tsb yang tertuang dalam sajak Bung H 
Latief. 
>    
>   Beberapa hari yg lalu saya "digugah" oleh sebuah sitasi di
>   Salon, ruang seni budaya mingguan koran leftist liberal di 
Praha "Pravo" (Hak):
>   "Kemarahan itu lebih baik ketimbang ketiadaan harapan!"
>   geram Arnold Swarzenegger dalam film Terminator III".
>    
>   Disamping tersentak, saya agak kaget karena saya condong melihat 
film-
>   filmnya governor Arnie ini hanya sebagai ajang demo otot dan 
kekerasan saja.
>   Entah screenplay writer siapa yg sempat menyumpalkan kata-kata 
itu dimulut
>   sang gubernur, atau jangan2 ideanya sendiri?
>    
>   Dan kita harapkan saja supaya Bung Heri terus prolific krn kita 
perlukan!
>   Salam, Bismo DG
>    
>     ----- Original Message ----- 
>   From: ati gustiati 
>   To: [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] 
>   Sent: Thursday, March 22, 2007 1:16 AM
>   Subject: Re: #sastra-pembebasan# Re: Budak Kemiskinan
>   
> 
>     Inilah sosok bangsa yg berhasil di wujudkan dalam puisi 
kemarahan gundah gulana seorang lelaki indonesia, kemiskinan yg 
kering kerontang serta musibah2 alam yg se akan ingin melengkapi 
penderitaan rakyat seperti mimpi buruk menindih sukma yg sudah 
kembang kempis tak bernafas, sejarah memang mudah dilupakan karena 
kita tak lagi hidup didalam nya, kehidupan yg kita hadapi saat ini 
adalah berpacu dengan waktu yg tak perduli berapa uang yg kita punya 
hari ini utk menyuapi anak2 dan istri , berapa lagi uang yg 
dibutuhkan supaya supir2 angkot dapet setoran, berapa lama lagi si 
upik bisa bertahan karena sakitnya yg semakin parah dan tak ada uang 
utk berobat, berapa lama lagi anak2 ini bisa hidup dari siksaan 
laparnya, siapa lagi yg bisa meminjamkan uang buat makan besok, ahh 
bagaimana bila dipecat dari pekerjaan kemana cari tunjangan 
hidup..ohh betapa menakutkan nya hidup dalam ketidak pastian, 
seperti berdiri ditepi lubang kubur yg siap menelan kita setiap saat 
kita lengah
> terpuruk dan lenyap dari kehidupan, hidup dan nyawa sudah begitu 
murah nya, lalu siapa yg takut lagi akan dosa dan bisa menghargai 
sejarah bila sudah tak bisa lagi mengharap esok matahari akan 
bersinar menerangi perjuangan kita, kehidupan yg melelahkan berjalan 
sangat pelan, sementara beban dipundak semakin berat.
> Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghormati sejarahnya, seperti 
nyanyian patriotik yg mampu membangunkan kita dari tidur yg panjang, 
dari mana kita bisa memulai sejarah kita ? oh ya ketika generasi 
uzur kita di tindas feodal ? atau ketika para kakek dan nenek2 kita 
di beredel jepang, atau ketika orang tua kita mati2an mempertaruhkan 
nyawa nya utk kemerdekaan negri ini ? lalu setelah merdeka....ah 
penghianatan rezim yg tak manusiawi yg menyebabkan negri ini hancur 
dan jutaan nyawa binasa, lalu menjadi salah satu negara terkorup di 
dunia? lalu......?? lalu ??oh ya tentu saja sudah ber deret nama2 
pahlawan yg mengaku president RI ? lalu ?..hari ini..ya hari ini, 
detik ini...kami masih lapar dan kami masih hidup dalam tindasan 
bangsa sendiri.
> Dari mana kita bisa memulai sejarah ini bang heri ? supaya tak 
perlu lagi menyandang beban sebagai budak kemiskinan dan kebodohan...
> 
> 
> salam 
> omie
> 
> 
> 
> 
> 
> At 18:18 18.03.2007, heri latief wrote:
> 
> >Budak Kemiskinan
> >
> >tak ada lagi sisa airmata
> >bencana sepertinya pesta pora
> >burung bangkai menebar bunga kematian
> >
> >darah berselimut sejarah bangsa
> >mental kuli sifat budak yang terhina
> >nasibmu ditentukan kemauan bangsa
> >sukarela dijajah diberakin penindas
> >atau bangkit melawan penindasan?
> >
> >tak ada lagi sisa ketakutan
> >mimpi terjebak lumpur kemiskinan
> >anak jalanan jualan badan semalaman
> >anak koruptor berdandan hasil uang curian
> >para birokrat gila pangkat saling bersaing
> >menggonggong liar demi sepotong tulang
> >
> >tak ada lagi sisa rasa nasionalismenya?
> >lupa ingatan pada perjuangan kemerdekaan
> >tega banget mengkhianati api revolusi 1945
> >terkutuklah para penjilat pantat busuk nekolim!
> >
> >kaum muda musti belajar sejarah bangsanya
> >nyala api anti penindasan haruslah dijaga
> >kerna kita bukan dilahirkan jadi bangsa kuli
> >
> >Heri Latief
> >Amsterdam, 18 Maret 2007
> 
> Recent Activity
> 
> 11
> New Members
> 
> 1
> New Photos
> 
> Visit Your Group 
> SPONSORED LINKS
> 
> Indonesian languages 
> Indonesian language course 
> Indonesian language learn
> 
> Got Yodel?
> Best Yahoo! Yodel
> Give us your best
> yodel and win!
> 
> Y! Toolbar
> Get it Free!
> easy 1-click access
> to your groups.
> 
> Yahoo! Groups
> Start a group
> in 3 easy steps.
> Connect with others.
> 
> .
> 
> [EMAIL PROTECTED]
> http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 
> Informasi tentang KUDETA 65/Coup d'etat '65 
> Klik: http://www.progind.net/ 
> 
> ---------------------------------
> Finding fabulous fares is fun.
> Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find 
flight and hotel bargains.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> _________________________
> SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita 
> Yahoo! Groups Links
> 
> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>  
> 
>  
> ---------------------------------
> Be a PS3 game guru.
> Get your game face on with the latest PS3 news and previews at 
Yahoo! Games.
>


Kirim email ke