IMO, sangat mungkin jalur penerbangan Tamsil cs mengharuskan transit 
di salah satu bandara AS, atau paling tidak melalui wilayah udara 
AS. Dalam hal ini, AS berhak menolak pesawat yang ditumpangi Tamsil 
Linrung, walaupun Tamsil tak ada masalah dengan visa masuk dari 
Kanada. Jangan diplesetkan menjadi

"Tamsil Linrung di larang pergi ke LN (keluar Indonesia) oleh 
pemerintah AS".

Larangan bepergian ke LN (BEDAKAN dg penolakan memasuki wilayah AS) 
ini mustahil dikeluarkan oleh pemerintah AS sehingga aneh sekali 
reaksi Tamsil Linrung (dan juga Agung Laksono) yang MERASA dilarang 
ke LN oleh pemerintah AS yang saya yakin berhak menolak Tamsil 
memasuki wilayahnya. 

Juga reaksi Tamsil Linrung, AM Fatwa, dsb, terkesan MERASA SELALU DI 
PIHAK YANG BENAR, tidak merasa malu2 'berdemo' karena gagal jalan-
jalan ke LN. Reaksi Tamsil juga terkesan sekali memanas-manasi 
masyarakat luas dan para politikus lain dengan mengklaim kasus ini 
sbg 'penghinaan kepada DPR dan negara'. IMO, kalau mau protes, 
paling tepat ke pemerintah Filipina dong (yang membuat 'citra'-nya 
buruk di mata pemerintah AS).

Berita lain (koran lokal daerah Tamsil, Fajar) menyebutkan, negara 
Kanada lah yang menolak Tamsil Linrung sehingga dubes Kanada 
dipanggil. Memang simpang siur omongan pejabat, anggota2 DPR dan 
berita koran di Indonesia.

Btw, masih ada kutipan berita dari Detik.com sekali yang bagi saya 
terkesan tak profesional. Misalnya berita tsb dibumbui dengan kata-
kata dan sebutan subyektif (sinis?) seperti "POLISI DUNIA Amerika 
menunjukkan TARINGnya ... ". Sorry nih Detik.com seandainya komentar 
saya ini salah. Kan saya bukan wartawan? :-)

Salam

Kirim email ke