Saya mencoba belajar dari dukungan JK kepada HA.
Pertama, sangat kurang pantas apabila seorang wapres mengucapkan statement
pro terhadap kasus yang belum jelas uang korupsi atao bukan . Sebagai wakil
kepala negara, alangkah baiknya mengambil sikap diam dan biarkan kasus ini
ditangani oleh orang yang berwenang. Tapi, ya mw gimana lagi. Dasar orang ORBA,
anak buah Soeharto. Mungkin JK ga tahan untuk tidak ambil suara ketika anaknya
majikan dipersulit ngambil duit.
Kedua, keliatan hasilnya kan kalo wapres background saudagar, ekonomi dan
investasi jadi alasan pembenar untuk ngambil uang di LN. Keperluan investasi
mengalahkan upaya pengungkapan kebenaran terhadap asal usul uang Tommy.
Sekali lagi pola pikir saudagar ya akan tetap terbawa dalam memahami
persoalan bangsa.
Tahun 2009 janga berpikir panjang, hapus nama JK dari kandidat presiden
pilihan anda.
Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalla Mendukung Tindakan Hamid Awaludin
Kepada para pembaca diharapkan untuk membaca dan merenungkan berita yang
disiarkan oleh Tempo Interaktif tanggal 24 Maret 2007, yang berbunyi sebagai
berikut di bawah ini. Kemudian, diharapkan juga kepada para pembaca untuk
menyampaikan komentar, pendapat, atau perasaan, sebebas-bebasnya atau
setulus-tulusnya, langsung kepada saya dengan alamat E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Segala reaksi, atau pendapat, terhadap isi berita ini, akan diperlakukan
sebagai masukan pribadi, dan sebagai sumbangan fikiran, untuk bisa menelaaah
masalah ini dari berbagai segi. Saya tunggu tulisan saudara-saudara, dan
sebelumnya saya sampaikan terimakasih.
A. Umar Said
Paris, 24 Maret 2007
* * *
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung tindakan
Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Hamid Awaludin yang membantu Tommy Soeharto
untuk mencairkan duit di BNP Paribas London sebesar Rp 90 miliar. Apalagi saat
itu Tommy tidak terlibat perkara korupsi.
"Pertanyaannya adalah, apakah uang itu haram atau tidak? Sudah ada surat
keterangan bahwa pada saat itu tiga orang pengusaha itu tidak ada yang terlibat
pidana korupsi," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Kementrian
Pendayagunaan Aparatur Negara Jakarta, kemarin.
Menurut Kalla, biasanya setelah melakukan korupsi orang membawa kabur uang
jarahannya itu ke luar negeri. "Orang korupsi itu tidak pernah bawa masuk uang
ke dalam negeri. Orang korupsi itu dari sini dibawa keluar," ujarnya. Karena
itu, dia meminta pencairan duit Tommy ini tidak dicurigai. Dia berharap,
masuknya uang Tommy ke Indonesia bisa berguna untuk investasi.
Memang diakui Kalla, masalah pencairan itu menimbulkan pro kontra pemikiran di
masyarakat. Padahal kalau ada orang Indonesia yang bawa uang keluar negeri,
selalu dianggap tidak benar. Sekarang ketika Tommy membawa masuk dana ke tanah
air, masyarakat juga mencurigai sebagai hasil korupsi. "Bawa uang keluar negeri
marah, bawa uang masuk dalam negeri juga marah," ujarnya.
Sejauh ini Kalla sendiri tidak tahu apakah penggunaan rekening Departemen Hukum
dan Hak Azasi Manusia untuk mencairkan duit itu melanggar undang-undang atau
tidak. "Itu soal prosedural. Wakil Presiden tidak bisa membaca semua." kata
dia.
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/