Bung Alex yb., di Czech Rep bahkan Partai Sosialis (sosdem) menjalankan prinsip PRESUMPSI SALAH untuk anggotanya yg memegang jabatan apa saja di pusat atau didaerah. Begitu ada tuduhan yang cukup beralasan, walau hanya di media, belum ada gugatan, ybs harus meletakan jabatan. Kalau ternyata tidak bersalah, lalu di "rehab". Sukarnya proses hukum sering berlarut, jadi ybs tidak sempat kembali ke jabatannya. Ini dimaksudkan supaya para pejabat dari CSSD itu harus hati2 sekali dan jangan memalukan partainya.
Salam, Bismo DG, Praha ----- Original Message ----- From: alex priyasma To: [email protected] Sent: Saturday, March 24, 2007 6:40 PM Subject: Balasan: [mediacare] Reaksi terhadap pernyataan J. Kalla Saya mencoba belajar dari dukungan JK kepada HA. Pertama, sangat kurang pantas apabila seorang wapres mengucapkan statement pro terhadap kasus yang belum jelas uang korupsi atao bukan . Sebagai wakil kepala negara, alangkah baiknya mengambil sikap diam dan biarkan kasus ini ditangani oleh orang yang berwenang. Tapi, ya mw gimana lagi. Dasar orang ORBA, anak buah Soeharto. Mungkin JK ga tahan untuk tidak ambil suara ketika anaknya majikan dipersulit ngambil duit. Kedua, keliatan hasilnya kan kalo wapres background saudagar, ekonomi dan investasi jadi alasan pembenar untuk ngambil uang di LN. Keperluan investasi mengalahkan upaya pengungkapan kebenaran terhadap asal usul uang Tommy. Sekali lagi pola pikir saudagar ya akan tetap terbawa dalam memahami persoalan bangsa. Tahun 2009 janga berpikir panjang, hapus nama JK dari kandidat presiden pilihan anda. Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalla Mendukung Tindakan Hamid Awaludin Kepada para pembaca diharapkan untuk membaca dan merenungkan berita yang disiarkan oleh Tempo Interaktif tanggal 24 Maret 2007, yang berbunyi sebagai berikut di bawah ini. Kemudian, diharapkan juga kepada para pembaca untuk menyampaikan komentar, pendapat, atau perasaan, sebebas-bebasnya atau setulus-tulusnya, langsung kepada saya dengan alamat E-mail : [EMAIL PROTECTED] Segala reaksi, atau pendapat, terhadap isi berita ini, akan diperlakukan sebagai masukan pribadi, dan sebagai sumbangan fikiran, untuk bisa menelaaah masalah ini dari berbagai segi. Saya tunggu tulisan saudara-saudara, dan sebelumnya saya sampaikan terimakasih. A. Umar Said Paris, 24 Maret 2007 * * * TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung tindakan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Hamid Awaludin yang membantu Tommy Soeharto untuk mencairkan duit di BNP Paribas London sebesar Rp 90 miliar. Apalagi saat itu Tommy tidak terlibat perkara korupsi. "Pertanyaannya adalah, apakah uang itu haram atau tidak? Sudah ada surat keterangan bahwa pada sa at itu tiga orang pengusaha itu tidak ada yang terlibat pidana korupsi," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Jakarta, kemarin. Menurut Kalla, biasanya setelah melakukan korupsi orang membawa kabur uang jarahannya itu ke luar negeri. "Orang korupsi itu tidak pernah bawa masuk uang ke dalam negeri. Orang korupsi itu dari sini dibawa keluar," ujarnya. Karena itu, dia meminta pencairan duit Tommy ini tidak dicurigai. Dia berharap, masuknya uang Tommy ke Indonesia bisa berguna untuk investasi. Memang diakui Kalla, masalah pencairan itu menimbulkan pro kontra pemikiran di masyarakat. Padahal kalau ada orang Indonesia yang bawa uang keluar negeri, selalu dianggap tidak benar. Sekarang ketika Tommy membawa masuk dana ke tanah air, masyarakat juga mencurigai sebagai hasil korupsi. "Bawa uang keluar negeri marah, bawa uang masuk dalam negeri juga marah," ujarnya. Sejauh ini Kalla sendiri tidak tahu apakah penggunaan rekening Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia untuk mencairkan duit itu melanggar undang-undang atau tidak. "Itu soal prosedural. Wakil Presiden tidak bisa membaca semua." kata dia. ------------------------------------------------------------------------------ Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. http://id.mail.yahoo.com/
