Jangan kesal Mbak, bukalah internet seperti biasanya, justru kita harus terus
  menyuarakan kekesalan kita bersama itu untuk menghentikan kekerasan yang 
betul-betul biadab terhadap perempuan. Saya sudah lama kesat utamanya kepada 
Deplu RI yang tetap saja menghamburkan uang untuk "representasi" tapi kapan 
Deplu pernah dapat membela hak TKW dan TKI? Kapan Deplu yang mewakili secara 
resmi Republik Indonesia di mancanegara pernah bergerak secara tegar dan 
menurut hukum internasional untuk melindungi dan menyelamatkan TKW dan TKI. 
Saya kesal sekali karena ini semua saya anggap Mbak sebagai pencerminan negara 
kita yang begitu amburadul.
   
  MLM
  

ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            OK, coba pikir sudah berapa ribu tenaga kerja indonesia (TKI) yg 
disiksa sampai mati di arab atau di negara2 lain nya? sudah berapa tahun 
masalah yg klasik ini berulang terus menerus, apa Depatrment tenaga kerja tidak 
ada solusi adminsitrasi yg lebih baik utk mencegah hal ini ? misalnya penyalur2 
tenaga kerja swasta harus melewati lembaga pemerintah sebelum mengirim agent 
nya keluar karena ini toh sudah merupakan lintas international ? jadi 
pemerintah tetap dong punya kontrol siapa yg keluar masuk RI utk tujuan kerja, 
penyalur2 swasta hrs memberikan asuransi agent nya selama di luar negri, 
penyalur2 swasta harus tetap berkomunikasi dengan agent2 nya agar keselamatan 
mereka tetap terjaga, penyalur juga wajib melaporkan agent2 yg dikirim nye ke 
Dubes negara yg dituju supaya mereka terdaftar secara hukum,  bukan kah gajih2 
mereka ini disunat separuhnya oleh penyalur ? jadi utk apa uang ini kalau bukan 
utk melindungi keselamatan nya? setelah agent keluar RI gak ada
 urusan lagi gitu? yg penting gajih mereka disunat tiap bulan gitu?, ini 
business biadab namanya ! Pemerintah wajib memberikan regulasi2 ketat kepada 
penyalur2 swasta utk mencegah masalah penyiksaan ini..apa gak kasian ya 
rakyatnya disiksa terus2an dinegri orang ? saya aja rakyat biasa merasa 
tersinggung bangsa di hina dina gitu, kok pemerintah gak berbuat apa2? mentang2 
negara bangkrut dan dekil rakyatnya di injak2 gitu masih aja diem....
  Apa harga diri kita sudah begitu murah nya?
   
  salam kesel bukan kepalang..
  udah ah, saya gak mau baca milis dulu buat 2 hari biar kepala saya agak relax 
dikit ( smile..)
   
   
  

 
   
   
  Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote
  Lagi, TKW Disiksa Hingga Mati di Arab Saudi
Oleh : Redaksi-kabarindonesia

KabarIndonesia - Ketika para penggiat HAM Indonesia sedang menyuarakan hak 
tenaga kerja Indonesia di sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, seorang Tenaga Kerja 
perempuan di Arab Saudi tewas ditangan majikannya.

Menurut keterangan polisi setempat yang dikutip harian Saudi Gazette, isteri 
majikan korban yang berprofesi sebagai guru sekolah memukul korban berkali-kali 
dengan benda keras serta sengaja membakar lengan korban. Korban akhirnya 
dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi mengenaskan. 

Selain luka bakar, korban juga mengalami patah tulang di bagian rusuknya. Saat 
ini Suami Isteri itu sudah diamankan pihak kepolisian untuk diperiksa lebih 
lanjut. Kasus penyiksaan tersebut menambah daftar panjang perlakuan tak 
manusiawi yang harus diterima tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Wahyu 
Susilo dari LSM Migrant Care menyangkan buruknya kondisi tenaga kerja Indonesia 
di Arab Saudi, 

"Lebih parah lagi, status mereka tidak dianggap sebagai pekerja, sehingga 
mereka tidak dilindungi oleh Undang-Undang tenaga kerja di sana. Dan konstruksi 
masyarakat yang Patriarkis di Arab Saudi menganggap mereka sebagai barang yang 
bisa dipekerjakan semaunya."

Celakanya tidak satupun dari perwakilan Indonesia di Arab Saudi tahu tentang 
kasus penyiksaan yang dialami tenaga kerja perempuan Indonesia itu. Padahal 
kasus tersebut mendapat porsi yang lumayan dalam pemberitaan sejumlah media 
massa Arab Saudi. Kepala Bidang ketenagakerjaan di Konsulat Jendral Indonesia 
di Jeddah, Agus Suwandi ketika dihubungi DW mengaku tak tahu apa apa tentang 
kasus yang terjadi di wilayah kerjanya itu. 

Pun Atase Tenaga Kerja di Kedutaan Besar di Riyadh, Sukamto Javaladi berdalih, 
meskipun sempat membaca beritanya di surat kabar, dirinya tidak bisa mengambil 
langkah konkret lantaran kasus tersebut terjadi bukan di wilayah kerjanya. 
Menanggapi hal tersebut Wahyu Susilo dari Migrant Care menuding pemerintah 
Indonesia cuma mengincar duit dari ekspor tenaga kerja, tanpa mau peduli atas 
nasib para TKI. Susilo juga mengecam tindak-tanduk perwakilan RI di Arab saudi 
yang menurutnya cuma menjadi makelar buruh migran.

"Ada keengganan dari pemerintah untuk menangani kasus ini, karena merasa bahwa 
kasus-kasus buruh migran hanya beban mereka. Karena memang orientasi utama 
pemerintah adalah mengakumulasi sebanyak-banyaknya devisa dari buruh migran"

Lebih lanjut Susilo mendesak pemerintah agar membuat kesepakatan dengan 
kerajaan Arab Saudi untuk menjamin nasib tenaga kerja Indonesia. Berbeda dengan 
Filipina, pemerintah sampai saat ini memang belum membuat kesepakatan apapun 
dengan Arab Saudi terkait kondisi buruh Indonesia. 

Pemerintah Filipina malah lebih ketat lagi, setiap majikan yang ingin 
mempekerjakan tenaga kerja asal negaranya, harus mengikuti proses seleksi ketat 
berikut wawancara di kedutaan. Kedutaan Indonesia di Arab Saudi pun sebenarnya 
sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah adanya majikan-majikan nakal yang 
mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia. Sukamto Javaladi, Atase 
ketenagakerjaan di KBRI Indonesia di Riyadh,

"Sekarang ini kita punya data. Yaitu data-data majikan yang pernah 
memperlakukan TKW secara tidak manusiawi, seperti menyiksa atau tidak menggaji, 
ini tidak diberi kesempatan lagi untuk mempekerjakan tenaga kerja Indonesia."

Tapi apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Sampai berita ini diturunkan, masih 
belum diketahui identitas tenaga kerja perempuan Indonesia yang tewas disiksa 
majikannya itu. Kedutaan saat ini paling-paling cuma bisa mengambil jalur hukum 
dan menghantarkan jenazah korban ke keluarganya di Indonesia. 

Wahyu Susilo, dari Migrant Care sempat berujar, kasus ini sebenarnya bisa 
dibawa ke sidang Dewan HAM PBB. Tapi menurutnya lagi, kalau sudah pemerintah 
sendiri yang enggan mengurus nasib warganya, buat apa mengusik rumah orang lain.

Sumber : Deutsche Wel
    
---------------------------------
  Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.   

         



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke