Pak Ibrahim, alangkah lebih indahnya jika keindahan Keukenhof yang bapak 
ceritakan itu disertai dengan foto-foto ... 







  ----- Original Message ----- 
  From: IBRAHIM ISA Alias BRAMIJN 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, March 26, 2007 3:21 AM
  Subject: [mediacare] IBRAHIM ISA - BERBAGI CERITA -- 'KEUKENHOF', DIKAU 
SUNGGUH INDAH DAN CANTIK!


  IBRAHIM ISA - BERBAGI CERITA
  Minggu, 25 Maret 2007
  ----------------------------------------------------------

  'KEUKENHOF', DIKAU SUNGGUH 
  INDAH DAN CANTIK!

  Tidak berkelebihan kesan banyak orang: Sungguh cantik dan indah
  'Keukenhof' itu!! 
  Ia bukan seorang gadis muda belia, jelita, mempesonakan dan ayu.
  Yang sekali bertemu, begitu melihat pasti ingin melihatnya lagi.
  Perlukah dijelaskan lagi? Bahwa 'Keukenhof' itu adalah sebuah taman
  bunga. Tapi bukan sebarang taman bunga. 'Keukenhof" itu adalah
  sebuah 'Taman Bunga Musim Semi' yang t e r i n d a h di dunia
  ini. Terindah! Itu 'kan kata orang Belanda!

  Tidak, tidak hanya orang Belanda yang berucap demikian. Orang-orang
  asing lainnya, yang pernah mengunjunginya juga berkomentar demikian. 
  Termasuk orang seperti aku ini, yang memandang Indonesia sebagai
  negeri yang paling cantik dan indah di dunia ini, namun, . . . . 
  melihat Taman Bunga Musim Semi Keukenhof, terus saja jatuh ' c i n t
  a ' padanya. Dari mata turun ke hati, kata orangtua-tua kita. Apakah
  tulisan ini bukan reklame gratis untuk 'Keukenhof', untuk Nederland?
  Mungkin saja. Tetapi sesuatu yang indah, pantas dinikmati bersama.
  Makin banyak yang menikmatinya, makin banyak yang senang dan gembira,
  bukankah itu sesuatu yang baik?

  Anda bayangkanlah! Tidak kurang dari 7.000.000 - t u j u h j u
  t a --- bunga Tulip, Krokus, Narsis, Hyacit, Leli dll yang
  bermekaran dengan indahnya disitu. Tentu juga ribuan lagi bunga-bunga
  indah lainnya dari seluruh dunia. Dengan warna-warni dan bentuk yang
  aneka ragam. Sulit mencari kata-kata untuk melukiskan begitu indah dan
  begitu menarik serta mencengkam. Tak terbayangkan betapa indahnya.
  Juga tidak heran bila tahun lalu (2006), tidak kurang dari 750.000
  orang pengunjungnya, 57 000 leibh banyak dari tahun sebelumnya. Dari
  pelbagai plosok dunia.

  Tak percaya? Dikira tulisanku ini 'asal ngomong' saja, 'asbun' saja?
  Beginilah! Hanya ada satu cara untuk membuktikannya: Kunjungilah
  sendiri 'Taman Bunga Keukenhof'. Memang anjuran ini tampaknya 'hanya'
  relevan bagi mereka-mereka yang punya syarat untuk itu. Bagi yang
  tinggal di Holland, tentu tidak terlalu berat untuk mengeluarkan
  sedikit ongkos (ticket-masuk Euro 13,- per orang dewasa; umur diatas
  65, Euro 12; dan anak-anak Euro 6,-). Apalagi yang tinggal tidak jauh
  dari Lisse, daerah dimana terpampang 32 hektar lahan Taman Bunga
  Musim Semi terindah di dunia itu. Bila memang hendak mengunjunginya, 
  belum terlambat. Baru dibuka tiga hari yang lalu, dan ditutup pada
  tanggal 22 Mei 2007.

  * * *

  Ada yang mengatakan bahwa bertamsya melihat taman bunga, itu adalah
  untuk orang berpunya, orang kaya. Bagi orang yang pendapatannya
  minim, itu sesuatu yang tidak mungkin. Sesuatu yang lux. Dikatakan
  juga bahwa mengenai bunga-bungaan, itu kan bersangkutan dengan masalah
  keindahan. Maka ia adalah selingan hanya untuk orang-orang yang
  mampu. Kiranya, pendapat yang demikian itu tak benar. 

  Menikmati taman bunga yang indah, kiranya bukan selingan bagi
  orang-orang berpunya semata-mata! Benar, keterbatasan syarat-syarat
  ekonomi seseorang, sering merupakan hunjaman patok-patok keras
  pembatasan-pembatasan kemungkinan dan keleluasaan. Antara lain untuk
  bisa bersantai menikmati keindahan yang ada didalam kehidupan-natur 
  bumi dan air kita ini. Namun, ---- juga tak dapat dipungkiri! Bahwa
  selama ia masih hidup, entah lama atau sebentar , manusia itu selain
  memerlukan sandang dan pangan, juga memerlukan dan akan berjuang
  untuk memenuhi kebutuhan rokhaniahnya, keperluan jiwanya. 
  Keinginannnya akan sesuatu yang indah, yang menyejukkan hati dan
  menenangkan fikiran serta menyegarkan kembali jiwa dan rokhaninya.
  Apalagi pada saat-saat situasi bergejolak tak menentu arahnya.
  Lebih-lebih lagi diperlukan penyegaran jiwa!

  Keperluan itu bukan saja bagi manusia modern sekarang ini yang taraf
  kebudayaannya sudah lebih tinggi dibandingkan dengan manusia-manusia
  zaman nenek-moyang kita.Cobalah dijenguk, langsung atau tidak
  langsung, ke dalam khazanh budaya bangsa-bangsa kuno seperti bangsa
  Mesir dan India, Tionghoa dan Persia, bangsa Maya di Amerika Latin,
  dan jangan sekali-kali dilupakan juga bangsa kita sendiri, bangsa
  Indonesia. Betapa pengetahuan, ilmu dan budaya serta seni dan
  keindahan itu jalin-berjalin menjadi suatu kesatuan yang utuh

  Jangan pula salah tafsir! Ini bukan berfalsafah. Sekadar mengungkap
  kenyataan hidup yang ada.

  * * *

  Semiskin-miskinnya kaum tani di pedesaan kita, sepapa-papanya kaum
  buruh di daerah kumuh; semua mengerti indahnya bunga melati. Ataupun
  bunga kembang sepatu yang menghiasi banyak jalan-jalan. Bila kita
  berziarah ke kuburan sanak saudara ataupun sahabat yang sudah
  mendahului, dari kejauhan sudah tampak pohon Kamboja yang sarat
  dengan bunga. Dan di pintu masuk, anak-anak sudah menawarkan
  bunga-bungaan yang dibungkus rapi untuk keperluan nyekar bagi yang
  sudah meninggal. Untuk ditebarkan diatas kuburan mereka. Itu untuk
  orang yang sudah tiada. Dengan sendirinya orang hidup lebih-lebih lagi
  memerlukan bunga-bungaan!

  * * *

  Kembali ke cerita tentang 'Taman Bunga Musim Semi Terindah -
  KEUKENHOF - Taman bunga tsb dibangun mulai tahun 1949, atas inisiatif
  walikota Lisse ketika itu, WJH Lambooy dan sejumlah pengusaha bunga
  Tulip terkenal ketika itu. Resmi dibuka pada tahun 1950. Mengapa
  taman bunga ini bisa sukses dan menjadi terkenal di seluruh dunia? Tak
  lain tak bukan, karena ia dengan sungguh-sungguh dikelola secara
  profesional dan mendapat perhatian dan dukungan tidak kurang dari
  Kerajaan. Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard adalah pelindung Taman
  Bunga Keukenhof. Sejak berdirinya 'Keukenhof' didukung, ditopang dan
  disupply oleh tidak kurang dari 92 perusahaan pengekspor bunga. Itulah
  sebabnya pula Keukenhof merupakan wajah hidup dan reklame dari 
  SIERTEELT INDUSTRIE Belanda, yaitu industri tanaman dan
  bunga-bungaan Belanda. 

  Belanda memang 'jagoan' dalam 'sierteeltindustrie'. Di dunia, 
  Belanda menduduki tempat pertama di bidang ini. Bunga-bungaan dan
  tanaman (indah) yang diekspor Nederland meliputi 52% dari seluruh
  ekspor dunia. Dengan nilai sebesar 6,4 milyar dolar Amerika (USD). 

  Bunga Tulip yang menempati kedudukan pertama di Taman Bunga Keukenhof,
  sesunguhnya bukan asli dari Belanda. Tulip yang dalam bahasa Persia
  disebut TULIPAN artinya sorban. Tulip adalah bunga yang berasal dari
  bagian selatan Eropah, Afrika Utara dan Asia dan bahkan Jepang.
  Pusatnya ketika itu terletak di Iran, Kazakhstan dan Afghanistan.
  Juga Turki. Ketika itu sultan-sultan dari kerajaan Ottoman
  menyematkan bunga Tulip pada sorban mereka sebagai simbol. Baru dalam
  tahun 1562 Tulip masuk Eropah Barat lewat Antwepen, Belgia. Sekitar
  1593 baru muncul di Nederland. Itu keadaan lebih 400 tahun yang lalu. 

  Tetapi sekarang adalah Nederland yang punya hak menyatakan sebagai
  negeri Tulip. * * *



   

Kirim email ke