ikutan dunk,.................
dalam opini saya, yang jelas kalo Pemimpin sekarang punya
tanda-tanda 'bermoral', dia pasti langsung ditanda-in dan di'cing'
sehingga menjadi tidak populer & ada kemungkinan disingkirkan,
kita bisa lihat : dulu pa Hugeng (ex Kapolri), pa Sutami (ex menteri PU)
jaman sekarang misal ; pa Abdul Rahman Saleh....

sehingga seorang Pemimpin yang memang udah bermoral dari sononya,
ibarat kecemplung di sarang penyamun yang kebiasaannya ngga bermoral,
maka dia ngga cukup harus bermoral, tapi juga 'bermodal' alias : modal 
akal,
modal relasi, modal diplomasi, modal bela diri kaya sensei Deddy juga 
perlu,
demikian sekilas info.....


salam,




"Leo TOBING" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
03/26/2007 01:58 AM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: [mediacare] Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral






saya pikir ...
indonesia bukan memerlukan pemimpin yg bermoral ... indonesia memerlukan 
rakyat yang berani dan memiliki jiwa kepemimpinan ... serta mau berkorban 
demi kebenaran.
 
rakyat indonesia sekarang ini masih mudah diadu domba oleh pemimpinnya ... 
sehingga lupa memberikan pengawasan yg baik bagi pemimpinnya.
 
contoh:
ada pemimpin eksekutif yg juga mau memiliki kekuasaan dibidang legislatif 
dan ... terakhir ini mau memiliki kekuasaan yudikatif ... kalau penguasa 
juga sudah memiliki 3 kekuasaan yang terbagi hanya 3 itu ... bisa apa 
rakyatnya?
 
semua orang ... ketika menjadi pemimpin ... selalu bertendensi untuk 
meningkatkan/meluaskan kekuasaannya ... dan rakyatnya diam saja ...
 
 
Regards,
LEO TOBING
 
 
-------------------
NO PEACE WITHOUT JUSTICE!
 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
Behalf Of Sunny
Sent: Sunday, March 25, 2007 11:09 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral

 
 Antara gelar pendidikan tinggi dan moral adalah dua hal yang berbeda, 
tetapi tentu sekali sangat bagus apabila orang berpindidikan tinggi juga 
bermoral baik. Untuk mendapat kenyataan demikian diantara penguasa negara 
Indonesia tidak begitu mudah ditemukan. Malah yang seharus menjadi contoh 
sesaui wahyu-wahyu sang mahadil di langit nan biru malah memberikan gambar 
terbalik, contoh yang paling nyata ialah mantan Menteri Agama, Said Agil 
Husen Al Munawar, bertitel pendidikan tinggi, dari pendidikannya adalah 
Saudia Arabia atau yang lazim dikenal dalam ucapan kaum penganut ilmu 
surgawi sebagai tanah suci, sekalipun demikian beliau menyikat [korupsi] 
Rp 50 milyar masuk kantung pribadi. Dalam katagori pendidikan tinggi 
tentunya termasuk pula akademi kemiliteran dan kepolisian. Berapa banyak 
jenderal polisi dan militer yang tidak korupsi? Jadi gelar berpendidikan 
tinggi bukan jaminan bermoral baik belum tentu juga pengurus dan pengatur 
[manager] yang baik. 
 
 
----- Original Message ----- 
From: judithms lubis 
To: [email protected] 
Sent: Sunday, March 25, 2007 2:57 PM
Subject: Re: [mediacare] Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral

apakah gelar sarjana  itu menjamin moral seseorang menjadi baik dan mampu 
jadi pemimpin ?
jms
'  be legal ' 
----- Original Message ----- 
From: Leo TOBING 
To: [email protected] 
Sent: Sunday, March 25, 2007 1:43 PM
Subject: RE: [mediacare] Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral

parameter-nya bahwa seseorang bermoral itu bagaimana, ya?
apakah orang yg tidak pernah dipidana sudah dapat dinyatakan sebagai orang 
yang bermoral? (terbukti tak pernah memiliki permasalahan hukum).
lalu ... bagaimana dengan calon pemimpin yg pernah dipidana? apakah ada 
kesempatan untuk menjadi pemimpin lagi?
 
 
 
Regards,
LEO TOBING
 
 
-------------------
NO PEACE WITHOUT JUSTICE!

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
Behalf Of Sunny
Sent: Saturday, March 24, 2007 8:26 PM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [mediacare] Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/03/24/index.html
 
SUARA PEMBARUAN DAILY 
Soal Capres Sarjana 
Indonesia Lebih Butuh Pemimpin Bermoral
 
 

Attachment: gifPcAi3e1QJi.gif
Description: GIF image

Kirim email ke