Bung Wido,
Apa anda yakin dengan yg anda forward? Apakah benar ini terjadi di Amerika?
Bukankah Amerika itu kafirun kelas kakap yg sering dituding sebagai anti islam
kelas wahid. Kok bisa ya mereka bersikap sangat toleran. Kok bisa ya bangsa yg
dianggap barbar itu berkelakuan lebih terhormat dari FPI,HTI, JI dan berbagai
organisasi sejenis lainnya yg katanya begitu religius agamis.
Kalau benar apa yg anda tulis itu terjadi di Amerika, berarti yg mengatakan
Amerika itu anti islam itu propaganda kosong dong? Buktinya mereka begitu
toleran dan tidak ada demo menolak diterbitkannya majalah tersebut oleh rakyat
AS yg mayoritas non muslim. Coba bandingkan dengan kejadian yg jadi di
Indonesia?
Begitulah kenyataannya, dinegara lain dimana muslim hanya minoritas, mereka
begitu ngotot supaya keberadaan mereka diakui. Tapi sebaliknya dinegara dimana
mereka mayoritas, sedapat mungkin mereka menindas kelompok-2 minoritas yg ada.
Jadi jangan salahkan orang kalau Islamophobia berkembang. Yg membuat orang
phobia adalah karena kelakuan segelintir kaum muslim sendiri.
Salam/Roy
Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Majalah Muslim Girl di AS, Saingi Tiras Seventen Rabu, 28 Mar 07 13:55 WIB
Memasuki bulan ketiga, majalah Muslim Girl, yang terbit di Amerika, makin
mendapat sambutan pasar yang luas di kalangan remaja puteri AS. Tiras majalah
Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras majalah remaja AS
Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di Amerika.
Majalah yang memiliki halaman full collor itu memang ditujukan untuk segmen
remaja Muslimah usia 12 hingga 19 tahun. Di dalamnya, pembaca disajikan beragam
informasi terkait perempuan dan ajaran Islam. Juga berbagai ulasan tentang
trend masyarakat AS dan pengaruhnya bagi remaja Muslimah.
Muslim Girl juga membahas ragam isu remaja Muslimah khas Amerika. Misalnya,
di salah satu edisinya, dibahas diskusi tentang pertanyaan: Apa saja program
yang ada di masjid kamu?, Apakah program masjid kamu disukai remaja seperti
kamu? Bahkan ada juga pembahasan tentang percampuran tempat shalat untuk
laki-laki dan perempuan di sejumlah masjid di AS. Selain itu, Girl Muslim juga
mengupas soal pakaian olah raga, masalah musik, drama, yang punya kaitan dengan
Muslimah. Termasuk profil tokoh Muslimah yang sukses di berbagai bidang, juga
disajikan dalam setiap edisinya.
Muslim Girl dianggap sebagai majalah alternatif yang sukses untuk umat Islam
di AS, di tengah ragam kebudayaan dan keterbukaan yang menjadi bagian dari gaya
hidup di AS. Mamoun Sayed, Kepala Eksekutif Yayasan An Nawawi, lembaga
pengajaran Islam, mengatakan bahwa apa yang disajikan majalah Girl sangat
dibutuhkan bagi remaja Muslimah AS.
Ia mengatakan, Kalau ada yang mempunyai kesempatan dan mampu untuk
disepakati meski ada juga silang pendapat, itu adalah Amerika. Mungkin saya
tidak sependapat dengan pandangan anda, tapi saya akan tetap membela hak saya
dalam menyampaikan pendapat saya itu. Maksud Masoud adalah sikon media massa
di AS yang beragam turut mendukung keberhasilan majalah Girl di AS.
Majalah dwi mingguan itu terbit pertama kali di bulan Januari 2007. Remaja
muslimah adalah pasar yang penting bagi majalah ini, segmen yang selama ini
diabaikan. "Dan kami ingin menyapa mereka, ujar Asma Khan pengagas majalah
itu. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya, juga untuk memperbaiki imej
negatif tentang Muslimah di tengah komunitas Amerika yang menerima banyak
informasi dari berbagai media massa AS. Ada sebagian lembaga pers yang menilai
perempuan Muslimah terkait dengan terorisme. Ada juga yang terus menerus
membicarakan benturan gender antara laki-laki dan perempuan. Majalah kami
berusaha menampilkan ke balikannya, dengan contoh-contoh positif tentang
muslimah dan nilai Islam yang benar.
Tentu saja ada catatan terkait dengan majalah Muslim Girl. Majalah tersebut
tidak menampilkan hanya Muslimah berjilbab saja dalam ilustrasi dan fotonya.
Hal ini juga mungkin membuka peluang adanya sejumlah pihak yang masih keberatan
dengan gaya Muslim Girl.
Kami berupaya membuat sebuah simbol sendiri, berusaha sebaik mungkin,
sebatas yang kita bisa lakukan untuk saat ini, ujar Asma. Jika ingin tahu
lebih jauh tentang Muslim Girl, anda bisa kunjungi situs http://www.
Muslimgirlmagazine. Com (na-str/iol)
Source : http://www.eramuslim.com/news/int/4609eece.htm
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.