Bung Wido, Yang jelas salah seh ide awalnya, bahwa kebanggaan pribadi di-kesankan seolah-olah itu keinginan mayoritas umat muslim...... padahal, tidak semua muslim ingin tiras majalah itu se 'hebat' seventeen.........hehehe!
sadari saja Pak, keinginan anda bisa mencerminkan sosok anda yang merasa 'kurang'...........dan itu bukan perasaan seluruh umat............. salam, > ----- Original Message ----- > From: Wido Q Supraha > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; > [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] > Sent: Wednesday, March 28, 2007 3:59 AM > Subject: [mediacare] Dunia Jilbab (280307) > > > > Majalah Muslim Girl di AS, Saingi Tiras Seventen Rabu, 28 Mar 07 13:55 > WIB > Memasuki bulan ketiga, majalah Muslim Girl, yang terbit di Amerika, makin > mendapat sambutan pasar yang luas di kalangan remaja puteri AS. Tiras > majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras majalah > remaja AS Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di Amerika. > Majalah yang memiliki halaman full collor itu memang ditujukan untuk > segmen remaja Muslimah usia 12 hingga 19 tahun. Di dalamnya, pembaca > disajikan beragam informasi terkait perempuan dan ajaran Islam. Juga > berbagai ulasan tentang trend masyarakat AS dan pengaruhnya bagi remaja > Muslimah. > Muslim Girl juga membahas ragam isu remaja Muslimah khas Amerika. > Misalnya, di salah satu edisinya, dibahas diskusi tentang pertanyaan: "Apa > saja program yang ada di masjid kamu?", "Apakah program masjid kamu > disukai remaja seperti kamu?" Bahkan ada juga pembahasan tentang > percampuran tempat shalat untuk laki-laki dan perempuan di sejumlah masjid > di AS. Selain itu, Girl Muslim juga mengupas soal pakaian olah raga, > masalah musik, drama, yang punya kaitan dengan Muslimah. Termasuk profil > tokoh Muslimah yang sukses di berbagai bidang, juga disajikan dalam setiap > edisinya. > Muslim Girl dianggap sebagai majalah alternatif yang sukses untuk umat > Islam di AS, di tengah ragam kebudayaan dan keterbukaan yang menjadi > bagian dari gaya hidup di AS. Mamoun Sayed, Kepala Eksekutif Yayasan An > Nawawi, lembaga pengajaran Islam, mengatakan bahwa apa yang disajikan > majalah Girl sangat dibutuhkan bagi remaja Muslimah AS. > Ia mengatakan, "Kalau ada yang mempunyai kesempatan dan mampu untuk > disepakati meski ada juga silang pendapat, itu adalah Amerika. Mungkin > saya tidak sependapat dengan pandangan anda, tapi saya akan tetap membela > hak saya dalam menyampaikan pendapat saya itu. " Maksud Masoud adalah > sikon media massa di AS yang beragam turut mendukung keberhasilan majalah > Girl di AS. > Majalah dwi mingguan itu terbit pertama kali di bulan Januari 2007. > "Remaja muslimah adalah pasar yang penting bagi majalah ini, segmen yang > selama ini diabaikan. "Dan kami ingin menyapa mereka, " ujar Asma Khan > pengagas majalah itu. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya, juga > untuk memperbaiki imej negatif tentang Muslimah di tengah komunitas > Amerika yang menerima banyak informasi dari berbagai media massa AS. "Ada > sebagian lembaga pers yang menilai perempuan Muslimah terkait dengan > terorisme. Ada juga yang terus menerus membicarakan benturan gender antara > laki-laki dan perempuan. Majalah kami berusaha menampilkan ke balikannya, > dengan contoh-contoh positif tentang muslimah dan nilai Islam yang benar. > " > Tentu saja ada catatan terkait dengan majalah Muslim Girl. Majalah > tersebut tidak menampilkan hanya Muslimah berjilbab saja dalam ilustrasi > dan fotonya. Hal ini juga mungkin membuka peluang adanya sejumlah pihak > yang masih keberatan dengan gaya Muslim Girl. > "Kami berupaya membuat sebuah simbol sendiri, berusaha sebaik mungkin, > sebatas yang kita bisa lakukan untuk saat ini, " ujar Asma. Jika ingin > tahu lebih jauh tentang Muslim Girl, anda bisa kunjungi situs http://www. > Muslimgirlmagazine. Com (na-str/iol) > > Source : http://www.eramuslim.com/news/int/4609eece.htm >
gifiC2K2T6iDe.gif
Description: GIF image
