Kembali ke laptop!!

Date: Fri, 30 Mar 2007 10:32:13 +0100 (BST)
Subject: [METRO_REALITAS] Email anggota DPRD

                                  Kisah Nyata Anggota-Anggota Dewan yang 
berbicara
 tentang �EMAIL�;
 
 SAMARINDA, 20 February 2007.
 
 "PERNAH PUNYA, TAPI DIJUAL";
 Anggota DPRD Gagap Teknologi, E-mail Disangka Barang
 
 ANGGOTA DPRD Samarinda ternyata tergolong ketinggalan
 kemajuan dan gagap teknologi, khususnya dalam
 pemanfaatan surat
 elektronik (electronic mail atau e-mail) dalam
 berkomunikasi. Teknologi
 yang memanfaatkan komputer dan jaringan internet dan
 sudah dikenal
 bahkan oleh pelajar SMM ini bahkan tidak dikenal
 sebagian anggota
 Dewan. Sehingga ketika ditanya sudahkah punya e-mail,
 jawabannya justru
 mengundang tawa.
 
 "Saya pernah punya, tapi sudah dijual," ujar Didik
 Sugiarto, anggota Komisi D dari Fraksi AKU dengan gaya
 meyakinkan seolah-olah e-mail adalah barang berwujud
 fisik yang bisa dipindahtangankan.
 
 Wakil Ketua Dewan, Hairul Anwar setali tiga uang.
 Awalnya jawabannya terasa wajar, namun belakangan sama
 sekali tidak 'nyambung.
 "Secara
 pribadi saya belum memilikinya. Bukannya saya tidak
 mampu untuk
 memilikinya, namun saya masih cinta produk dalam
 negeri," katanya
 seolah-seolah e-mail adalah barang dari luar negeri.
 "Buat apa kita
 membanggakan produk luar, lihat saja HP (handphone)
 saya masih model
 lama," tuturnya sok yakin.
 
 Tak
 hanya Didik dan Hairul, 9 anggota Dewan lainnya pun
 tak kenal atau
 tidak punya e-mail. Jika itu terjadi di generasi tua
 seperti
 H
 Nichlan yang usianya sudah 70-an, mungkin masih wajar.
 Namun yang
 muda-muda seperti Sukardi Surbakti dan Blasius Watu
 pun tak menyentuh
 sarana informasi yang efisien dan efektif ini. Begitu
 juga A Marcus
 Incau, Mardiah Mulyani, Sabri, Riyanto Rais, Arifin
 Idris dan Hamzah.
 
 Padahal
 mereka sebenarnya tak harus memiliki computer dan
 langganan internet
 secara pribadi, sebab lembaga legislatif ini pasti
 bisa menyediakannya.
 Baik secara fraksi maupun komisi. Bila memiliki
 e-mail, interaksi
 dengan masyarakat secara umum dan konstituen partainya
 bisa lebih
 berkembang dan aktif.
 
 Berikut
 tanggapan anggota Dewan saat ditanya apakah punya
 e-mail, dan apakah
 mereka paham kegunaannya di era informasi sekarang??
 
 H Nichan: Apa itu email? Saya belum punya e-mail
 karena masih kurang paham teknologi macam itu. Kalau
 keinginan punya ada, cuma
 untuk mengoperasikan komputer saja saya mesti tanya
 sana sini. Di lingkungan Dewan ini sebenarnya sudah
 ada, tapi sampai sekarang tidak dioperasikan karena
 tidak ada yang menggunakan.
 
 Didik Sugiarto: Saya dulu pernah punya e-mail, namun
 saya jual.
 
 Blasius Watu: Sekarang ini belum punya, sebab saya
 tidak ingin punya nafsu besar untuk memilikinya namun
 tidak ada waktu untuk melihatnya.
 
 Riyanto Rais: E-mail memang perlu dan ini akan menjadi
 masukan buat kami untuk secepatnya mengadakan internet
 di tempat kami. Dulu
 sempat pasang di secretariat tapi nggak tahu kemudian
 tidak bisa di akses lagi.
 
 Sedangkan Sabri dan Sukardi Surbakti yang mengakui
 memang penting memiliki e-mail, dan keinginan
 membuatnya, namun di rumah
 keduanya tidak ada akses telepon. "Di Palaran memang
 belum ada," kata Sukardi menyebut domisilinya.
 (*/gs) 
 
   
 __________________________________________________________
 Yahoo! India Answers: Share what you know. Learn something new
 http://in.answers.yahoo.com/
 
     
                       

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

Kirim email ke