Jadi inget tahun 1996, saat itu saya nyebar majalah TEMPO interaktif yang pada 
waktu itu dibredel, di Kampus. Saya kemudian dipanggil oleh para petinggi 
kampus, dituduh nyebarin paham kiri (komunis) di kampus dan diancam mau dicabut 
beasiswa saya...
   
  ha..ha..padahal saya lahir  jauh setelah PKI dibubarkan, saya juga ga pernah 
selesai membaca buku Das Kapital-nya Karl Marx...
  

Beka Ulung Hapsara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Pak GG,
  Apakah anda punya bukti bahwa papernas itu alirannya komunis? 
   
  Apakah partai/calon partai -apapun partainya- yang menyuarakan tentang 
kemiskinan, berpihak kepada petani, buruh itu dengan mudah dicap alirannya 
komunis? 
   
  Pendapat saya, peristiwa kemarin membuktikan bahwa selama ini kekerasan 
selalu menjadi alat teror untuk "melumpuhkan" orang-orang yang dianggap 
berseberangan, bukan hanya dilakukan oleh militer.polisi tetapi juga oleh 
masyarakat sipil.. ditengah peradaban yang menonjolkan pengetahuan dan 
kecerdasan, ternyata sebagian masyarakat masih bertingkah laku primitif, pakai 
embel-embel agama lagi..:(
   
  selain itu, fenomena kekerasan yang dilakukan FPI dan kroninya, saya kira 
tidak berdiri dengan sendirinya, terdapat kepentingan politik yang kental untuk 
mempertahankan pengaruh dan kekuasaan dari segelintir orang, ditambah dengan 
tidak adanya hukuman yang setimpal bagi setiap individu yang melakukan 
kejahatan/tindak pidana secara terorganisir, maka semakin bebaslah 
orang/organisasi untuk berbuat semaunya bahkan dengan jalan kekerasan..
   
     

goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Mas Firdaus,

Papernas itu partai baru pengganti PRD Partai Rakyat Demokratik, 
aliran komunis,

salam,
GG

--- In [email protected], firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dear all,
> Sebagai seorang muslim saya malu, kecewa dan marah terhadap 
prilaku yang ditunjukkan oleh kawan2 FPI, FBR, PII,Front pembela 
merah putih dan ormas2 lainnya..
> 
> Saya jadi bertanya-tanya apa bedanya tindakan mereka (FPI, FBR, 
PII,Front pembela merah putih dan ormas2 lainnya tsb) dengan Fir'aun 
yang mengganggap dirinya Tuhan dan menghukum orang2 yang tidak 
sepaham dengannya...sungguh-sungguh memprihatinkan kelakuan ormas2 
yang militeristik dan fasis tersebut.
> 
> Jika diakitkan dengan Pilkada Jakarta, tindakan premanisme yang 
dilakukan oleh FPI, FBR dan PII di jakarta kemaren itu sebagai black 
campaign terhadap PKS. Sulit untuk tidak menduga kalo Cagub DKI yang 
diusung PKS menag dalam Pilkada DKI mendatang menang maka akan 
semakin menyuburkan tumbuhnya dan arogansi kelompok yang 
mengatasnamakan islam tapi prilakunya sangat arogan tsb.
> =================================================================
> 
> 
> PERNYATAAN SIKAP
> PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA (PRP)
> 
> Tangkap pelaku penyerangan terhadap massa Papernas !!!
> Hentikan tindakan diskriminatif politik terhadap kelompok 
tertentu !!!
> 
> 
> 
> Salam rakyat pekerja,
> 
> Hari ini kembali terjadi pembungkaman terhadap nilai-nilai 
demokrasi yang seharusnya dilindungi oleh negara. Hak individu dan 
kelompok tertentu untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, ternyata 
masih saja menjadi barang yang langka di Indonesia ini. Ini terbukti 
dengan penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Laskar Pembela 
Islam – laskar di bawah bendera Front Pembela Islam terhadap massa 
Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas).
> 
> Sejak pagi rencana Papernas untuk menggelar deklarasi partainya 
di Tugu Proklamasi memang telah mendapat ancaman dari berbagai 
organisasi massa (ormas) yang menentang ajaran komunis gaya baru. 
Ormas-ormas seperti Front Pembela Islam (FPI), Front Betawi Rempug 
(FBR), Pelajar Islam Indonesia (PII), Front Pembela Merah Putih dan 
beberapa ormas lainnya telah menduduki Tugu Proklamasi, tempat yang 
menjadi rencana digelarnya deklarasi Papernas. Mereka berusaha 
membatalkan acara deklarasi Papernas di Tugu Proklamasi dengan 
alasan karena Papernas mengusung ajaran komunis.
> 
> Sudah beberapa kali acara Papernas dibubarkan oleh ormas-ormas 
Islam karena diduga mengusung ajaran komunis. Namun sebenarnya hal 
itu menjadi tidak masuk akal ketika kita berpikir bahwa ajaran 
komunis telah dilarang di Indonesia. Jelas bahwa TAP MPRS No XXV 
tahun 1966 yang menyatakan pelarangan ajaran Marxisme, Leninisme, 
dan Komunisme dilarang di Indonesia. Bahkan tidak ditemukan dalam 
anggaran dasar Papernas yang menyebutkan bahwa Papernas mengusung 
ajaran komunis.
> 
> Artinya pembubaran tersebut tentunya dilatarbelakangi oleh 
kepentingan lain selain masalah ideologi. Isu yang rencananya akan 
diusung oleh Papernas dalam aksinya kali ini di Jakarta , yaitu 
tentang masalah pendidikan dan kesehatan untuk rakyat serta masalah 
kemiskinan. Dan sebenarnya itu juga merupakan hak mereka (anggota 
Papernas) untuk melakukan aksi dan deklarasi, karena jelas hak 
tersebut dilindungi oleh negara.
> 
> Penyerangan terhadap massa Papernas pun dilakukan oleh massa FPI 
di JL Dukuh Atas. Massa Papernas yang sebagian besar wanita dan ibu-
ibu lari ketakutan ketika massa FPI tersebut melakukan penyerangan. 
Beberapa orang dari massa Papernas kemudian terluka karena dihujani 
lemparan batu oleh massa FPI. Ini jelas merupakan perlakuan yang 
sangat tidak manusiawi dan tidak menghormati nilai-nilai Hak Asasi 
Manusia seseorang. 
> 
> Dengan adanya penyerangan dari FPI dan penolakan beberapa ormas 
yang berusaha membatalkan deklarasi Papernas, jelas itu merupakan 
pelanggaran HAM. Itu merupakan pembungkaman terhadap hak-hak 
seseorang atau kelompok dalam mengungkapkan pendapatnya. Bahkan 
tindakan penyerangan oleh FPI yang merupakan bagian dari tindakan 
kekerasan merupakan tindakan yang melanggar hukum di Indonesia. 
Diketahui akibat penyerangan tersebut, beberapa anggota Papernas 
mengalami luka-luka dan takut untuk pulang. Akibat penyerangan 
tersebut juga telah merugikan supir-supir bus yang mengangkut massa 
Papernas, karena bus-bus yang ditumpangi oleh massa Papernas 
dihancurkan oleh massa FPI.
> 
> Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) 
menyatakan sikap:
> 
> Tangkap dan adili para pelaku penyerangan terhadap massa 
Papernas. Karena jelas tindakan tersebut merupakan tindakan yang 
melanggar hukum dan HAM, dan harus ditindak tegas oleh aparat 
kepolisian. 
> Bubarkan ormas-ormas yang melanggar hukum dan HAM serta 
menyebarkan rasa ketakutan bagi rakyat. Ormas-ormas tersebut 
seharusnya tidak dibiarkan melakukan main hakim sendiri dan 
menyebarkan rasa ketakutan bagi masyarakat. Maka tidak lebih 
sebenarnya ormas-ormas tersebut seperti gerombolan preman yang 
seharusnya dibubarkan oleh pemerintah. 
> Hentikan segala tindakan kekerasan, intimidasi dan 
diskriminatif terhadap kelompok tertentu. Karena mengeluarkan 
pendapat merupakan hak seseorang dan kelompok yang tidak bisa 
diambil alih oleh kelompok tertentu, bahkan negara. Maka seharusnya 
negara melindungi hak-hak tersebut.
> 
> Kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) juga menghimbau 
kepada elemen-elemen pro demokrasi untuk bersatu dan melakukan 
perlawanan terhadap kekerasan dan diskriminasi politik yang 
dilakukan oleh kelompok tertentu.
> 
> Jakarta, 29 Maret 2007
> Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja
> 
> 
> Sekretaris Jenderal
> 
> 
> 
> Irwansyah
> 
> 
> ---------------------------------
> Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
> in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
>






  Beka Ulung Hapsara
  Jln Pati No 16 Menteng
  Jakarta 10310
  Telp : (62-21)3151362
  Hp   : 0811853543
    
---------------------------------
  We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.  

         

 
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke