04/04/2007 10:39 WIB
Pejabat IPDN Akui Ada Kekerasan Terhadap Cliff Muntu Erna Mardiana - detikcom Sumedang - Seorang pejabat IPDN mengakui adanya tindak kekerasan terhadap Cliff Muntu. Sebelum tewas, praja asal Sulawesi Utara itu dianiaya. Namun sayang, sumber tersebut enggan dikutip namanya. "Memang terjadi tindak kekerasan terhadap Cliff," kata sumber tersebut saat ditemui detikcom di Kampus IPDN, di Jalan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (4/4/2007). Dia mengatakan, Polres Sumedang telah melakukan olah TKP kematian praja tingkat dua itu. Hasilnya, 8 nindya praja atau kakak kelas Cliff yang diduga melakukan penganiayaan diperiksa intensif. Sumber tersebut juga membantah telah menutup-nutupi adanya kekerasan yang menyebabkan Cliff tewas. "Saya tidak bermaksud menutupi. Mengenai keterangan kemarin yang menyatakan tidak ada kekerasan, itu keterangan dokter dari RS Al Islam," ujarnya. Cliff diduga tewas karena dianiaya 13 seniornya dari tingkat nindya praja. Dari hasil otopsi terhadap jenazahnya ditemukan bekas penganiayaan seperti jantung menghitam, terdapat bekas pukulan tinju di dada dan jantung yang mengakibatkan dada retak. Ketua Kontingen Sulawesi Utara itu ditemukan telah tewas di Barak DKI, kompleks IPDN, Jatinangor, Sumedang. Dia dianiaya seniornya sebagai hukuman disiplin karena telat datang ke barak DKI.(ken/nrl) Source : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/ detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/04/time/103925/idnews/762784/idkanal/10 04/04/2007 10:33 WIB Tersangka Penganiaya Cliff Bisa dari 18 Saksi yang Telah Diperiksa Chazizah Gusnita - detikcom Jakarta - Tersangka Penganiaya Cliff Bisa dari 18 Saksi yang Telah Diperiksa Mereka terdiri sejumlah praja angkatan III, angkatan II dan seorang sopir ambulans yang membawa Cliff ke rumah sakit. "Ada kemungkinan akan bertambah lagi saksi. Tersangka bisa saja dari 18 orang itu tapi bisa juga bertambah dari pihak lain," kata Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP H Gultom saat dihubungi detikcom pukul 10.15 WIB, Rabu (4/4/2007). Gultom dan jajarannya telah melakukan olah TKP sejak Selasa malam 3 April hingga pagi ini. Tapi Gultom belum menemukan barang bukti adanya penganiayaan 13 praja senior Cliff. Selama olah TKP, Gultom tidak memberi police line."Kita hanya melihat tempatnya di mana. Tidak usah dipakai itu (police line)," ujar Gultom.(ziz/nrl) Source : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/ detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/04/time/103925/idnews/762784/idkanal/10 04/04/2007 10:18 WIB Diduga Penganiaya Cliff, 8 Praja IPDN Diperiksa Polres Sumedang Erna Mardiana - detikcom Jakarta - Polisi terus memburu pelaku penganiayaan yang mengakibatkan praja IPDN Cliff Muntu tewas. Olah TKP oleh Polres Sumedang telah digelar Rabu (4/4/2007) pukul 04.00-05.00 WIB. "Dari olah TKP itu, sudah ada 8 nindya praja yang diduga menjadi pelaku penganiayaan Cliff," kata seorang pejabat IPDN yang enggan disebut namanya kepada detikcom di Kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Nindya praja adalah sebutan untuk praja tingkat III. Sedangkan tingkat II disebut madya praja. Cliff adalah praja tingkat II. Menurut sumber tersebut, saat ini, kedelapan praja IPDN tersebut tengah diperiksa di Polres Sumedang. Namun dia belum mengetahui apakah kedelapan praja itu sudah ditetapkan sebagai tersangka atau belum. Dia juga mengatakan, olah TKP yang berlangsung kurang lebih satu jam itu diikuti oleh puluhan praja IPDN yang merupakan saksi korban maupun pelaku. Menurut seorang dosen, Cliff diduga tewas karena dianiaya 13 seniornya dari tingkat nindya praja. Dari hasil otopsi terhadap jenazahnya ditemukan bekas penganiayaan seperti jantung menghitam, terdapat bekas pukulan tinju di dada dan jantung yang mengakibatkan dada retak. Ketua Kontingen Sulawesi Utara itu ditemukan telah tewas di Barak DKI, kompleks IPDN, Jatinangor, Sumedang. Dia dianiaya seniornya sebagai hukuman disiplin karena telat datang ke barak DKI.(ken/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/04/tim e/101548/idnews/762773/idkanal/10 04/04/2007 09:56 WIB Di Malam Tewasnya Cliff, Praja Tingkat II Nyaris Serang Seniornya Chazizah Gusnita - detikcom Jakarta - Tewasnya Cliff Muntu pada Senin 2 April 2007 di Barak DKI Jakarta, membuat para temannya di angkatan II emosi. Apalagi beredar isu bahwa yang tewas tidak hanya Cliff saja, tapi masih ada teman mereka yang lain. Akibatnya, para praja angkatan II pun berniat menyerang senior (angkatan III) mereka pada malam tewasnya Cliff. Namun sebelum terjadi bentrokan, pihak pengasuh turun tangan. "Kejadian ini mungkin bisa saja akan terjadi kembali karena sudah ada dendam antar tingkatan, tapi kita pastinya akan tingkatkan pengawasan lagi," ujar seorang dosen IPDN pada detikcom Rabu (4/4/2007) yang enggan disebut namanya. Dosen tersebut merekam kesaksian seorang praja yang menyaksikan penganiayaan pada Cliff Muntu di Barak DKI Jakarta. Cliff dihukum disiplin karena telat datang ke barak. Senior yang memanggil Cliff ada 13 orang dan merupakan pataka (pembawa lambang IPDN) tahun lalu. Sedangkan Cliff bersama 29 temannya adalah pataka tahun ini dari angkatan II.(ziz/nrl) Source : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/ detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/04/time/103925/idnews/762784/idkanal/10
