Melihat gebrakan diplomasi damai dan jitu Ketua House of Reprsentatives AS 
Nancy Pelosi diTimur Tengah yang menyuarakan sikap dari AS yg samasekali 
lain bahkan bertentangan dengan politikknya G Bush, spt kunjungan Nancy di 
Suriah dll, terpikir mungkin Megawati Soekarnoputri, Hasyim Muzadi (NU) dan 
Din Syamsudin (Muhammadiyah) dapat juga kiranya mengunjungi Teheran 
untuk secara tidak resmi menyatakan dukungan sebagian (besar?) bangsa 
Indonesia pada upaya Iran, penandatangan Nuclear Weapon Non-Proliferation 
Agreement, untuk menguasai ilmu sekait tenaga nuklir untuk  maksud2 
damai.

Pasalnya dukungan pemerintah SBY dan JK kepada Resolusi BK PBB baru2 ini
sekait sanksi2 terhadap Iran sedang menggulirkan kritik di RI maupun dikalangan
Muslim di dunia spt yg tertulis dalam postingan dibawah ini.

Hasyim dan Din jelas tokoh puncak dari kalangan Muslim moderat, Megawati
adalah ketua PDIP, parpol besar yang berisi elemen dari semua agama yang ada
di Indonesia. Mega malah pernah diundang oleh Korea Utara dan Korea Selatan
untuk menjembati perseteruan diantara mereka. Andai Hasyim sangat sibuk, 
beliau bisa diwakili oleh Ketua Dewan Suro PBNU, yang kondang dengan 
asma akrabnya Gus Dur. Komitmen mereka jelas pada kepentingan nasional RI. 
Hingga "mandat" mereka saya pikir sangat kuat untuk "meluruskan" diplomasi RI 
dengan Iran yang dikatakan  "tercoreng" akibat dukunagn diplomasi RI pada 
sanksi2 anti-Iran itu.

RI sebagai negara berdaulat, nomor 4 terbesar sekait penduduk, tempat 
tercetusnya
Dasa Sila Bandung sepantasnya mengelola hubungannya dengan semua sahabat
dan siapa saja di dunia internasional secara independen, tegar dan transparan.
Seharusnya hanya kepentingan2 nasional RI lah yg dapat "mendikte" polugri nya.

Kunjungan para tokoh politik dan ormas Islam di RI tsb tentu dapat di "kemas"
secara protokuler yang lazim, agar tidak "melangkahi" pemerintah yang ada, 
misalnya
bertemu hanya dengan para tokoh non-governmental juga. Tetapi ini terserah pada
kedua belah pihak yang akan bertemu. 

Salam Paskah dari Praha,
Bismo DG


----- Original Message ----- 
From: Sunny 
To: Undisclosed-Recipient:; 
Sent: Wednesday, April 04, 2007 7:49 PM
Subject: [nasional-list] World Islamic leaders protest Indonesia's support of 
UN resolution on Iran



http://www.thejakartapost.com/detailgeneral.asp?fileid=20070402185224&irec=32

World Islamic leaders protest Indonesia's support of UN resolution on Iran 
JAKARTA (AP): Islamic leaders angered by Indonesia's support of a UN resolution 
against Iran have canceled plans to attend an international meeting about 
violence between Iraqi Shiites and Sunnis, one of the organizers said Monday. 

Twenty-one clerics were expected at the gathering that kicks off Tuesday, but 
only 12 have confirmed attendance, said Hasyim Muzadi, chairman of Nahdlatul 
Ulama, Indonesia's largest Muslim organization. 

"Some influential Muslim clerics have canceled," he told reporters, pointing 
mostly to influential Shiite and Sunni leaders from Lebanon, Syria, Egypt and 
Iran. 

They are upset by "Indonesia's inconsistency," Muzadi said, citing the 
government's decision to support a UN Security Council resolution punishing 
Iran for refusing to halt uranium enrichment. 

President Susilo Bambang Yudhoyono said ahead of last month's vote that the 
best way to resolve the international standoff was through diplomacy, but in 
the end his country - a non-permanent council member - supported sanctions. 

They included banning Iranian arms exports, and freezing the assets of 28 
people and organizations involved in Iran's nuclear and missile programs. 

Muzadi, one of the organizers of the International Conference of Muslim Leaders 
for Reconciliation in Iraq, said it was hard to imagine now that the two-day 
meeting in the city of Bogor would reach any significant conclusions.


 

Kirim email ke