masih banyak persoalan yang sangat diperlukan diperhatikan...malah
ributin komunis....KELAPARAN..KEMISKINAN..itu yang dituntaskan..
ini orang kita yang melihat BUNGKUS...bukan ISI..yang dibenahi......

atau balik bikin tema NGAKU SAJALAH SEKTARIAN ATAU PREMAN..HE..HE..wis
lah...sekarang kita bersama2 benahi bangsa ini..jangan sok
suci..karena orang masuk surga tidak ditentukan harus baju putih dan
berkoko...KEMBALI KE LAPTOP....



--- In [email protected], poetry timoer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bagaimana kalau pertanyaannya di balik, ngaku sajalah sebagai islam
 kapitalis, contohnya ya PKS itu, partainya mas wido....
> 
> gimana kalau saya yang ngaku, gantiin dita....sebagai islam komunis
aja.......
> 
> timoer
> 
> Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
       
>    
>   Alfian Tanjung: "Ngaku Sajalah Komunis!"          
>   Kamis, 05 April 2007
>    
>   Ketua GN Patriot Indonesia, Alfian Tanjung meminta Dita Indah Sari
mengaku jujur perihal organisasinya yang berbau "komunis". Indah tetap
menepis
>    
>   Hidayatullah.com—"Ayo, ngaku sajalah komunis," demikian pinta
Alfian Tanjung saat berdebat dengan Ketua Majelis Pertimbangan
Papernas Dita Indah Sari dalam sebuah debat politik yang
diselenggarakan stasiun TV SCTV Rabu (4/4) tadi malam.
>    
>   Dalam debat bertajuk, "Topik Minggu Ini", selain hadir  Dita,
turut hadir pula sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Asvi Warman Adam, Ketua Gerakan Nasional Patriot Indonesia Alfian
Tanjung, dan Direktur Eksekutif Institut for Policy Studies Fadli Zon.
Malam itu, mereka bedialog guna membahas kontroversi Papernas yang
baru-baru itu banyak ditolak kehadirannya oleh kalangan masyarakat.
>    
>   Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), pihak yang melarang,
beralasan,  Paprenas adalah penjelmaan komunisme gaya baru dan
dianggap melawan ketetapan MPR mengenai larangan penyebaran ajaran
Marxisme dan Leninisme.
>    
>   Senada dengan FAKI, Ketua Gerakan Nasional Patriot Indonesia ini
menilai Papernas adalah embrio komunis. Ini tak lain dari cara-cara
gerakan partai ini yang selalu mengusung kemiskinan dan masalah sosial
sebagai agenda utamanya. Menurut Alfian, semua ini dilakukan hanya
untuk menarik massa sebelum bermetamorfosa menjadi partai komunis.
"Ini sudah menjelang kodok, buntutnya tinggal dikit," tutur pria
berjanggut tipis ini.
>    
>   Bagaimana tanggapan dita atas permintaan Alfian Tanjung itu?
Menurut Dita, kelompoknya memang mengakui berhaluan kiri. Namun
dirinya  mengelak jika disebut berfaham komunis. "Seakan-akan semua
yang `kiri' itu komunis," tutur pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD).
>    
>   Serangan nara sumber dengan mengungkapkan data dan fakta,
nampaknya membuat Dita kalang kabut malam itu. Alih-alih menghindari
tudingan miring cap komunis, Dita justru membelokkan terhadap
kesalahan Orde Baru dan syariah Islam.
>    
>   Fadli Zon mengakui Orde Baru ada kesalahan, namun tak semua yang
ada di jaman Orde Baru adalah salah. Fadli mengatakan, banyak sejarah
penting sebagai bentuk kebiadaban PKI yang kini berusaha dimanipulasi.
>    
>   Menurutnya, bagaimanapun, yang merasakan dampaknya dan sakitnya
adalah rakyat, khususnya umat Islam terhadap Gerakan 30 September
Partai Komunis Indonesia.  
>    
>   Karena bahayanya, menurut Fadli, PKI benar-benar ancaman serius.
Menurut Mahasiswa Program Studi Rusia FSUI ini,  di beberapa Negara
demokrasipun, paham komunisme sangat dilarang. Di Jerman misalnya, 
Partai Nazi tetap dilarang karena trauma. Di Amerika partai rasis
Black Party juga dilarang. 
>    
>   Ia mengingatkan,  jika komunisme mulai bangkit, yang paling cepat
reaksinya adalah umat Islam.
>    
>   Lebih jauh, Fadli menyarankan,  agar Papernas tak bertentangan 
dengan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang larangan partai
komunis. "Kalau bukan komunis kenapa enggak?" kata penyunting buku
"Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948".
>    
>   Benang PKI?
>    
>   Maret lalu,  sejumlah elemen masyarakat melakukan penolakan
terhadap Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Penolakan
dimulai ketika dideklarasikan akhir Januari silam di Kaliurang,
Yogyakarta lalu menyusul ke Jakarta. 
>    
>   Penghadangan dilakukan massa dari Front Pembela Islam (FPI), 
Forum Betawi Rempug (FBR) dan beberapa eleman masyarakat. Massa
menyerang iringan-iringan massa pendukung Papernas yang akan
mendeklarasikan partai itu di Tugu Proklamasi, Jakarta kala itu. 
>    
>   Pihak yang menghadang beralasan, Papernas masih `onderbow PKI',
tak jauh beda  PRD. Namun yang jelas, penghadangan itu bukan
satu-satunya terjadi. Sebelumnya, di beberapa daerah, deklarasi partai
ini juga diwarnai protes sejumlah kelompok massa.
>    
>   Di Batu, Malang, Jawa Timur, misalnya,  awal Maret silam, anggota
organisasi Islam membubarkan konferensi pertama Papernas. Bahkan,
bendera dan atribut Papernas lainnya pun dibakar massa. Juga di
beberapa Lampung, 
>    
>   Di Jogja, pada Januari 2007, puluhan warga yang tergabung dalam
Front Antikomunis Indonesia (FAKI) mengancam membubarkan kongres
pertama Papernas di Kaliurang, Jogyakarta. Massa FAKI membakari
atribut dan perlengkapan Papernas. [sctv/hid/cha]
>    
>   Source :
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4496&Itemid=1
>    
>    
>   
>      
>      
>                        
> 
>  
> ---------------------------------
> No need to miss a message. Get email on-the-go 
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
>


Kirim email ke