ada yg punya info dimana mereka menginap selama di sydney? ada beberapa temen 
di sidney yg meminta konfirmasi soal tempat dimana para anggota dewan tsb akan 
menginap..... 

rencananya beberapa mahasiswa indonesia yg ada di sidney berniat utk ikut 
mendukung persik.... sekaligus mengamati kegiatan para anggota DPRD kota kediri 
tsb selama di sana...


thx

cinung dian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Sabtu, 
07/04/2007 09:47 WIB 
 Jadi Suporter Persik 
 30 Anggota DPRD Kediri Berangkat ke China dan
 Australia 
 Reporter : Hari Tri Warsono 
 
 Kediri - Sebanyak 30 anggota DPRD Kota Kediri
 berencana nglencer ke Australia dan Cina untuk
 menyaksikan pertandingan Persik Kediri dalam laga
 Champion Asia. Biaya perjalanan itupun tidaklah murah,
 yakni Rp 14 juta per orang. 
 
 Ketua DPRD Kota Kediri, Bambang Harianto mengatakan,
 keputusan berangkat ke luar negeri tersebut bukan
 kehendak dewan semata. Pihaknya mengaku ditawari oleh
 pengurus Persik untuk ikut menyaksikan pertandingan di
 Australia dan Cina. 
 
 "Kami ditawari menjadi suporter Persik di Australia
 dan Cina. Jadi ini bukan kemauan kami," elak Bambang
 Harianto atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bahar
 kepada beritajatim.com di rumahnya di Jl Letjen
 Haryono Kediri, Sabtu (7/4/2007).
 
 Ia menjelaskan, tawaran mengikuti lawatan ke luar
 negeri ini sebenarnya bukan yang pertama kali.
 Sebelumnya pihaknya mengaku diminta ikut menjadi
 suporter ke Jepang dalam laga Champion Asia. Namun
 karena banyak pekerjaan, akhirnya semua anggota dewan
 menolak tawaran itu.
 
 Selanjutnya Bahar membagi 30 anggota dewan menjadi dua
 rombongan, 15 orang ke Australia, sedangkan sisanya ke
 Cina. Pembagian itu menurut Bambang ditawarkan
 terlebih dahulu kepada anggota dewan untuk menentukan
 negara tujuan. 
 
 Bagaimana dengan biayanya? Bambang menyebut angka Rp
 14 juta per orang untuk ongkos pulang pergi ke negara
 tujuan. Nilai tersebut masih belum terhitung uang saku
 yang harus dikeluarkan manajemen Persik kepada setiap
 wakil rakyat tersebut. 
 
 Untuk penyelesaian administrasi termasuk pengurusan
 paspor, rombongan yang akan berangkat ke Australia
 di-deadline hingga tanggal 12 April. Pasalnya, mereka
 akan berangkat ke negeri Kanguru tersebut pada tanggal
 25 April mendatang. Sedangkan rombongan ke Cina akan
 berangkat pada tanggal 23-29 Mei. 
 
 "Biayanya satu orang Rp 14 juta, di luar uang saku.
 Namun kalau sudah dijatah segitu, tidak masalah tanpa
 uang saku," jelas Bahar. 
 
 Sendangkan untuk Biro perjalanannya akan dikerjakan
 oleh agen dari Surabaya. Menurut Bahar, tidak ada
 satupun agen di Kota Kediri yang mampu
 menyelenggarakan perjalanan sejauh itu. Sayangnya, ia
 enggan menjelaskan biro perjalanan mana yang dimaksud.
 [har/gus]
  
 ______________________________________________________
 
 Sabtu, 07/04/2007 10:41 WIB 
 Jadi suporter Persik ke Luar Negeri 
 Anggota Dewan Buru-buru Urus Paspor 
 Reporter : Hari Tri Warsono 
 
 Kediri - Kalangan legislatif Kota Kediri menunjukkan
 sikap yang beragam atas rencana kepergian mereka ke
 luar negeri. Ada yang terang-terangan mengakui, ada
 yang malu-malu kucing. 
 
 Sikap terus terang ini salah satunya ditunjukkan oleh
 Husni Syamsi, anggota Komisi dari Partai Persatuan
 Pembangunan (PPP). Ia mengaku sudah menunggu
 kesempatan untuk berangkat ke luar negeri seperti ini.
 Apalagi rencana keberangkatan ke Jepang beberapa waktu
 lalu tidak jadi dilakukan karena kesibukan dewan. 
 
 "Waktu ke Jepang dulu saya sudah daftar untuk dua
 orang, yakni istri saya. Namun baru sekarang
 kesampaian ke luar negeri," jelasnya kepada
 beritajatim.com di rumahnya di Kelurahan Banaran,
 Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu (7/4/2007). 
 
 Karena itu, ia diminta mengurus persyaratan
 administrasi berupa paspor paling lambat (10/4/2007).
 Sebab keberangkatan rombongan ke Cina dilakukan 23-29
 Mei 2007, khusus dibatasi untuk anggota dewan saja.
 Karena itu Husni mengaku sedikit kecewa karena tidak
 bisa mengajak serta keluarganya.
 
 Disinggung tentang tingginya biaya yang dibutuhkan
 untuk melakukan perjalanan itu, Husni mengaku atas
 biaya sendiri. Namun jika manajemen Persik memiliki
 cukup anggaran, biaya itu akan diganti. 
 
 "Dalam edaran yang kami terima, masing-masing anggota
 dewan diwajibkan membayar biaya perjalanan Rp 14 juta
 di depan. Kalau ada surplus baru diganti," jelas Husni
 yang mengaku tidak keberatan untuk mengeluarkan uang
 sebesar itu demi bisa berjalan-jalan ke Cina.
 
 Sementara itu anggota dewan dari Partai Amanat
 Nasional (PAN), Noerudin Hasan memilih tidak
 berkomentar. Ia mengaku tidak enak jika harus
 menyinggung keputusan rekan-rekannya tersebut. "Saya
 tidak berkomentar saja, gak enak dengan teman yang
 lain. Cari komentar anggota lainnya saja," ujarnya
 singkat. [har/gus] 
  
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

Kirim email ke