ZOO= ANIMAL PRISON. Berapa lama kita mampu bersenang - senang dalam kebun binatang atau taman safari? 2 jam ? 4 jam? 8 jam? Lalu kita pulang.....dan binatang itu masih harus terjebak di sana sampai akhir hidupnya.
Kebun binatang hadir seperti sebuah kutukan yang telanjur ada. Pada dasarnya ia adalah PENJARA BINATANG. Ini dimulai ketika para penguasa yang sakit pada jaman dulu merasa belum lengkap kekuasaannya (memenjarakan manusia belum cukup memuaskan naluri pengusa) tanpa memenjarakan binatang - binatang. Ide konservasi dan pendidikan mencintai satwa liar hanyalah sebuah pembenaran yang datang belakangan untuk menutupi kesalahan tersebut dan opini ini terus dibangun sehingga orang jadi tidak peka pada penderitaan satwa liar yang berada dalam kurungan. Pada akhinya semua orang bisa bergembira tanpa harus merasa bersedih dan berpikir lagi. Pernahkah kita berpikir bagaimana kisahnya sampai seekor orangutan sampai di Taman Safari atau Kebun Binatang? Apakah kita cukup peka untuk melihat apakah binatang itu cukup makan dan minum, kandangnya nyaman atau tidak, bebas dari sakit/ penyakit, nyaman secara fisik, atau apakah ia dapat meloloskan diri dari ganguan binatang lain atau para pengunjung? Pada umumnya kebun binatang di Indonesia adalah PARK OF PAIN. Daripada membuang uang untuk mensupport PENJARA BINATANG, mendingan belilah teropong. Ajak anda pergi ke persawahan, hutan atau pedesaan. Nikmati indahnya burung - burung atau satwa liar lainnya yang hidup bebas. Atau menjadi anggota organisasi konservasi alam. Salam, Hardi dan Orangutan. NB: Bermain bersama dengan binatang, terutama dengan primata orangutan: Apakah anda yakin itu aman? Manusia dan orangutan memiliki DNA yang mirip...97%. Karenanya, antara manusia dan orangutan bisa saling menularkan penyakit. Mungkin orangutan itu barusan tertular oleh orang yang kena TBC terus berfoto ria dengan anak anda....hiiiii.
