IPDN = Intitute Pembunuh Mahasiswa Dalam Negeri
Hallo Mentri Pendidikan,
apa kerjamu. sampai kapan anda akan tertidur pulas??????
Apakah anda tidak melihat atau tidak mendengar atau pura2 buta tuli bahwa ada
institue yang mengajarkan bagaimana caranya membunuh mahasiswanya dengan cara
yang 'dihalalkan' dan 'dilindungi' oleh deparemane yang anda bawahi???????
Sebaiknya IPDN =Institute Pembunuh Mahasiswa Dalam Negeri ini dibubarkan
dan mahasiswanya di terapi oleh ahli jiwa dulu dan diisi keimanannya sesuai
agama mereka masing2, sebelum digabungkan/dimasyarakatkan ke jajaran pendidikan
yang sejalan. Kalau langsung di masyarakatkan ke universitas lain ditakutkan
mahasiswa ex IPDN akan melakukankan lagi pembunuhan2 berantai di tempat yg baru
karena mental ex mahasiswa IPDN semuanya sakit.
Termasuk jajaran rektor juga para dosen harus dipecat dengan tidak hormat
kemudian dikirim ke lembaga rehabilitasi mental dan kerohanian. Mengingat
Rektor dan dosen IPDN masih bertahan dengan argumentasinya bahwa selama ini
tidak ada penyiksaan yang terjadi didalam IPDN. Apakah itu bukan pernyataan
orang gila yang menghalalkan dan melindungi penyiksaan yang akhirnya jadi
pembunuhan. Dimana semua orang tahu INSTITUTE nya telah mencetak pembunuh2
berdarah dingin.
Untuk Universitas lain yang menerima buangan mahasiswa ex IPDN harap para ex
mahasiswa2 ini di amati secara khusus jangan sampai para ex mahasiswa IPDN ini
merusak nama baik Universitas yang ketiban sialnya menerima mahasiswa ex
pembunuh ini bergabung
Saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya mahasiswa2 IPDN yang
sejak tahun 1990 sampai 2007 ini. Semoga Tuhan segera membuka tabir kebusukan
umatnya di jajaran IPDN. Semoga arwah kalian diteriman di sisi NYA ditempatkan
ditempat yang mulia. Diampuni semua dosa2 kalian dan diterima semua amal dan
ibadah kalian. Amin
Untuk Media TV yang ada di Indonesia mohon jangan pernah berhenti menyorot
kebobrokan IPDN. Begitu anda berhenti meliput 'pembunuhan' masih jadi salah
satu kurikulum di IPDN, pemerintah Indonesiapun akan berhenti bertindak dan
rentetan pembunuhanpun akan terjadi lagi.
yang prihatin,
AniDj
thomz ng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
IPDN sekarang ini artinya Institut Preman Dalam Negeri.
jadi harus dibutuhkan.
karena di pemerintahan semua preman.
calon dan pendidikannya aja preman
berarti kita punya orang-orang di pemerintahan preman semua
enggak aneh kalo indonesia terpuruk.
----- Original Message ----
From: yudie matta <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 9, 2007 9:11:50 AM
Subject: Re: [mediacare] apakah kita masih butuhkan IPDN, STPDN, ATAU LAIN2
SEJENIS?
Menanggapi pak Leo Tobing,
Saya rasa, masalahnya bukan menolak pendidikan atau mengurangi biaya
pendidikan, akan tetapi poin terpenting ada pada sisi mencerdaskan bangsa,
seperti yang Bapak utarakan juga.
Bila kesempatan kedua (sebelumnya STPDN, kemudian menjadi IPDN) ternyata
tidak membuahkan hasil yang maksimal, maka apakah tidak lebih cerdas untuk
menggantikannya saja? Atau seperti yang Bapak Edi Santosa katakan, sebenarnya
kebutuhan yang diisi oleh lulusan IPDN sudah bisa dicover oleh lulusan FISIP
dari Perguruan Tinggu Umum. Jika memang seperti ini, siapa yang lebih dahulu
dicerdaskan?
regards,
yudie
On 4/6/07, Leo TOBING <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
apakah kita membutuhkan IPDN atau lain-lainnya?
bagaimana kalau pertanyaannya begini, "apakah kita memerlukan pendidikan?" ...
kok pendidikan ditolak?
kalau ada korban, akankah kita langsung menyatakan bahwa kita tidak
memerlukan pendidikan?
soal penggunaan APBN untuk IPDN sebesar 150milyar dirasa berat, ... ya ...
dikurangi saja ...
tetapi ...
ketika negerin ini memerlukan pendidikan ... kok pendidikan dilarang?
mbo yg dirubah itu mungkin cara-cara perploncoannya ... tetapi, kalau IPDN
ditutup ... bagaimana cara negara ini mencerdaskan bangsa?
Regards,
LEO TOBING
------------ -------
NO PEACE WITHOUT JUSTICE!
From: [email protected] [mailto: [EMAIL PROTECTED] com] On Behalf
Of angga gardantara
Sent: Thursday, April 05, 2007 10:55 PM
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Subject: [mediacare] apakah kita masih butuhkan IPDN, STPDN, ATAU LAIN2 SEJENIS?
aku mau sumbang saran.
apakah kita masih butuhkan sekolah2 khusus seperti ini?
belum juga selesai masalah kematian praja sebelumnya,kita sudah disentakkan
oleh kematian praja berikutnya.
dan penyelesaiannya tidaklah tuntas.
saya rasa supaya tidak ada korban berimutnya,sebaikny alah sekolah ini
ditutup saja.
tokh untuk gubernur,sepertinya belum ada yang berasal dari alumni stpdn atau
apa gitu.
apalagi walikota atau bupati atau camat dan sejenisnya.. saya rasa bisa
dicukupi oleh rakyat biasa.
tokh gelar itu tidaklah menjadi jaminan bahwa negara kita akan dipimpin
dengan baik.
banyak contoh pemimpin dengan gelar yang berderet seperti gerbong kereta api,
tokh tidak dapat memimpin dengan baik.
jadi sebaiknya tidak dibutuhkan sekolah2 khusus seperti itu.apalagi hanya
akan membentuk kelompok eksklusif saja.
lebih baik uang yang digunakan disalurkan untuk kebutuhan lainnya.
katanya sih untuk itu, negara membutuhkan dana untuk dapat mensejahterakan
masyarakat.. .
semoga ini menjadi korban terakhir dari calon pemimpin yang belum2 sudah gila
kekuasaan... .
Kadarsah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Ade, bagus nih tulisannya Sdr.Edi Santosa,
jadi
siapa saja nih yang memiliki posisi berikut:
sgarrista @ calon praja
caporegima =praja tingkat I
capodecina =praja tingkat II
sotto capo =praja tingkat III
capofamiglia =.....?
Capo di Tutti Capi=Rektor IPDN
Setuju kah?
-kadarsah--
--- Ade < [EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 05/04/2007 11:44 WIB
> Kolom
> Capofamiglia IPDN
> Eddi Santosa - detikcom
> Den Haag - Dalam kultur mereka, menyiksa diiringi caci-maki itu identik
> dengan
> disiplin. Jika berujung pada kematian, maka semua memberlakukan omerta. IPDN
> sudah
> mirip keluarga mafia.
>
> Cliff pasti menderita sekali. Nyawanya harus lepas karena tidak kuat lagi
> memikul
> beban sakit nan tak terperi. Nyawa Cliff juga pasti sangat bersedih. Ia harus
> mati
> membawa sisa cacian, bentakan atau bahkan mungkin kata-kata penghinaan yang
> masih
> terngiang-ngiang. .. Sebuah proses keji yang dilegalkan dengan bungkus
> "tindakan
> disiplin."
>
> Dan tubuh gagah Cliff tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Ia bukan berduel
> menghadapi ksatria jantan, pria sejati, melainkan gerombolan lelaki pengecut
> yang cuma
> berani keroyokan.
>
> Para pengecut yang tak punya harga diri ini berlindung di balik atribut praja
> senior.
> Masih ada satu lagi belenggu yang membuat Cliff semakin tidak berdaya:
> sebagai bawahan,
> praja junior, dia harus patuh secara absolut kepada praja senior.
>
> Cliff bukan korban pertama dan bukan akan menjadi korban yang terakhir,
> selama rakyat
> pembayar pajak dan parpol-parpol di DPR tumpul merespons tradisi bengis, tidak
> memanusiakan manusia, dalam sistem pendidikan untuk mencetak Camat ini.
>
> Kultur dan sistem dalam IPDN sudah rusak dan tidak sesuai dengan kebutuhan
> dan norma
> zaman. Dalam kurun 16 tahun, sejak 1990-an, sudah 35 praja tewas mengenaskan.
> Itu
> artinya rata-rata lebih dari 2 nyawa tewas per tahun.
>
> Hanya bangsa kita saja yang masih memelihara serta membanggakan kultur dan
> sistem
> mirip mafia itu. Memukul, menendang, menyiksa, membentak-bentak, dan
> memaki-maki, dalam
> kultur ini menjadi instrumen untuk menegakkan disiplin.
>
> Pelajar baru masuk sudah dibentuk dan dikategorikan sebagai level rendahan
> yang harus
> patuh pada level di atasnya. Praja baru ini mirip sgarrista, anggota dalam
> mafia yang
> disejajarkan dengan prajurit. Mereka ini punya atasan langsung, yakni
> caporegima,
> komandan yang membawahi kumpulan sgarrista.
>
> Di atas mereka ada capodecina, atasan grup dari level sgarrista, yang
> mempunyai
> kewenangan dan previlese lebih luas di atas para kroco sgarrista. Level ini
> punya
> atasan lagi yakni sotto capo, semacam bos kecil. Kemudian di atasnya lagi ada
> level
> capofamiglia yang punya kekuasaaan besar dan harus dipatuhi mutlak oleh
> level-level di
> bawahnya.
>
> Di ujung puncak hirarki masih ada Capo di Tutti Capi, sang mahaketua, bos di
> atas
> segala bos dari segala hirarki itu. Siapa dia?
>
> Jika ada kasus besar yang mereka lakukan, misalnya pembunuhan, dan itu gagal
> mereka
> tutupi sehingga tercium polisi, maka mereka kompak menjunjung tinggi omerta,
> yakni
> semacam code of silence: tutup mulut rapat-rapat, tidak kooperatif dengan
> polisi atau
> menghalang-halangi kepentingan penyelidikan.
>
> Sikap mirip omerta dalam mafia itu ditunjukkan oleh seorang pengajar
> berinisial Prof
> Dr LG yang berusaha menghalang-halangi upaya polisi saat akan mengotopsi
> jenazah
> korban. Dia bahkan berbohong dengan mengatasnamakan pihak keluarga demi
> menolak
> permintaan polisi untuk otopsi jenazah. Bukankah kebobrokan lembaga yang
> dibiayai pajak
> ini sudah sempurna?
>
> Rakyat sudah cukup memberi kesempatan IPDN untuk memperbaiki diri, kini
> saatnya
> bersikap untuk mendesak supaya ditutup. Tutup saja sekaligus mengurangi beban
> anggaran.
> Para senator dan wakil rakyat, terutama dari daerah Sulawesi Utara, berhutang
> untuk
> menyuarakan hal ini, bukan saja pada Cliff, tetapi juga pada anak-anak
> Indonesia
> lainnya agar tidak menjadi korban empuk berikutnya.
>
> Untuk sekadar posisi camat bisa diisi oleh sarjana FISIP dan sejenisnya dari
> perguruan
> tinggi umum. Apa yang bisa diharapkan dari produk lulusan yang menyimpan
> trauma
> psikologis dan fisik, di mana bahasa kekerasan, main siksa dan bentak,
> menjadi bahasa
> pengantar sehari-hari? (es/es)
>
>
http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2007/bulan/ 04/tgl/05/
time/150139/ idnews/763612/ idkanal/10
>
>
>
> ------------ --------- --------- ---
> We won't tell. Get more on shows you hate to love
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools. search.yahoo. com/toolbar/ features/ mail/
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
--
yudie matta
Student of Life
+628563069841
yudie.matta@ gmail.com
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
always stay connected to friends.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com