Hallo teman teman semua,
Saya yang berada di Republik Korea tidak bisa melihat tayangan tersebut
walaupun siaran itu sebenarnya bisa dilihat diwarung makan Asia di kota Ansan
yang berjarak satu setengah jam perjalanan naik Subway dari rumah saya.
Namun demikian kalau memang salah ya diuruslah dengan baik, jangan Dosennya
yang membocorkan masalah itu bahkan akan diberi sanksi, ini kan kebalik dong,
kalau memang salah, ya Dosen itu harus diacungi jempol, karena beliau tau
dengan betul, bahwa hal itu tidak harus ada di kurikulum yang sebenarnya bagus.
Jadi jangan Dosen itu bahkan diberi sanksi segala.
Marilah kita tuntaskan saja, siapa yang salah HARUS DIHUKUM, itu adalah HUKUM
DARI ALLAH, jadi baik dilihat dari agama manapun, hal itu pasti akan ke situ,
dan penghukuman itu harus benar benar dilakukan, seperti TUHAN YESUS sendiri,
beliau mau menebus dosa dosa umat manusia, jadi DIA sendiri yang mau menebus
itulah harus dicambuki, ditendang, diludahi, bahkan disalibkan sampai mati. NAH
ITU BARU BENER, tetapi dalam hal TUHAN YESUS ini kan beda sekali, setelah tiga
hari di dalam kubur, DIA BISA BANGKIT LAGI, dan DIA sekarang sudah memiliki
kunci NERAKA, jadi siapa yang percaya kepadaNYA, tidak akan bisa masuk ke
NERAKA, tetapi memperoleh HIDUP YANG KEKAL, hal itu ditulis di Injil Yohanes
3:16. Maaf saya bukan mau propaganda agama KRISTEN, tapi memang ditulis di
situ, sedangkan di kitab kitab SUCI lainnya tidak ada tulisan seperti itu.
Salam hangat
Pihak yang prihatin seperti SCTV
dedes smarty <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
saya rasa untuk kasus pelanggaran hak asasi manusia seperti kasus
IPDN ini memang harus dibuka ke publik seluas-luasnya. Langkah SCTV menayangkan
video kekerasan di IPDN menurut saya adalah langkah yg tepat untuk membuka mata
masyarakat dan khususnya pemerintah untuk melakukan sesuatu yang konkrit dan
tuntas sampai ke akar.
Tindakan kekerasan siswa IPDN sungguh tidak berperikemanusiaan, apakah mereka
tidak punya agama?
warga yang prihatin
Dedes
----- Original Message ----
From: surya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 9, 2007 1:58:20 PM
Subject: Re: [mediacare] Berlebihan: Liputan 6 SCTV
Saya kira belum semua tradisi kekerasan yang ada di IPDN terungkap,
masalah yang sebenarnya dari tradisi tsb dan saya rasa ada maksud
dibalik kekerasan tsb. Dan harusnya media menggali trus akar permasalahan
yang terjadi & Tradisi 2 tsb sehingga terbongkar semua permasalahan2 nya
siapa dalang yang sebenarnya dibalik itu semua dan apa maksud yang ingin
disampaikan melalui tindakan kekerasan tsb sehingga masyarakat luas tau
ada apa dibalik IPDN tsb.
----- Original Message -----
From: siswantini suryandari
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Sunday, April 08, 2007 6:25 PM
Subject: Re: [mediacare] Berlebihan: Liputan 6 SCTV
Kekerasan di IPDN memang harus dihentikan. Kemarin
saya diberitahu sahabat dekat saya, bahwa alm Cliff
Muntu adalah saudara dekatnya.
Ia menceritakan bahwa Cliff orang yang pintar. Dan dia
dari keluarga yang sederhana. Sejak dulu juara kelas.
Ketika ia diterima di IPDN atas biaya pemerintah
provinsi Sulut, keluarganya bersyukur dan bangga. Tapi
harapan itu pupus karena ia harus lebih dahulu
meninggalkan dunia dalam kondisi memprihatinkan.
Bahkan laporan terakhir ia disuntik formalin di klinik
IPDN.
Apakah berlebihan info itu diketahui masyarakat? Saya
pun tak sudi punya camat atau lurah lulusan IPDN. Bila
pada masa kuliahnya nyambi jadi tukang pukul
Salam,
SS
--- bharata andi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> kalau saya melihat hal itu justru sudah sangat
> proporsional. Menurut saya, hal itu justru dilakukan
> untuk menekan pemerintahnagar menghentikan kekerasan
> yang dilakukan pwemerintah sendiri, baik melalui
> regulasi pendidikan yang menyebabkan ada pembolehan
> atas tindakan liar dan menjijikkan seperti yang
> terjadi di IPDN, serta juga melalui kurikulum
> pendidikan yang diterapkan di berbagai tingkatan
> sekolah yang justru membuat sang anak didik stres
> gak ketulungan. Kalau Anda mernyebutkan ahl itu
> sebagai propaganda, maka saya menilai kalaupun itu
> adalah propaganda yang baik demi mengakhiri
> keburukan. Sama seperti iklan kesehatan yang
> menggambarkan makanan/minuman tertentu racun bagi
> tubuh dan harus diakhiri dengan produk bagus yang
> dihuat si pengiklan. Propaganda untuk hal baik,
> tidak akan menjadi masalah kawan.
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Aswan Zanynu <aswan.zanynu@ gmail.com>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Sunday, April 8, 2007 10:20:07 AM
> Subject: [mediacare] Berlebihan: Liputan 6 SCTV
>
> Dear rekan-rekan,
>
> Belakangan ini saya menyaksikan Liputan 6 SCTV
> begitu berlebihan dalam menayangkan kasus kekerasan
> di IPDN. Memang betul, IPDN meminta korban lagi.
> Namun cara SCTV menyajikan berita terkesan
> berlebih-lebihan. Sebelum berita di mulai,
> gambar-gambar pemukulan sudah terlebih dahulu
> disuguhkan kepada publik. Tidak ada penjelasan atau
> teks yang memberi informasi kapan cuplikan gambar
> itu diambil. Publik secara tidak sadar akan
> mengasumsikan, apa yang mereka lihat di layar kaca
> itu sebagai peristiwa yang baru saja terjadi.
> Belakangan ketahuan bahwa cuplikan gambar itu
> diambil ketika IPDN masih bernama STPDN.
>
> Saya dapat memahami SCTV melakukan itu untuk
> menekankan batapa pentingnya masalah kekerasan di
> IPDN segera dituntaskan segera. Namun selayaknya itu
> dilakukan dengan cara yang proporsional. Ketika
> sebuah peristiwa atau issu telah diangkat sebagai
> berita, sesungguhnya publik sudah mengetahui bahwa
> hal tersebut dianggap penting oleh media. Tidak
> perlu didramatisir hingga berulang berkali-kali
> dalam beberapa hari. Bahkan dalam sebuah waktu
> penayangan berita, topik itu di sajikan di awal,
> kemudian dimunculkan lagi di tengah berita. Dengan
> gambar yang sama dan tanpa penjelasan waktu
> pengambilannya.
>
> Berita yang tidak proporsional adalah bentuk
> "kekerasan" lain yang dilakukan media. Ini
> diparparah dengan gaya narasi berita yang begitu
> provokatif. Saya kemudian menjadi bingung untuk
> mengkategorikannya sebagai sebuah berita. Mungkin
> lebih tepat disebut sebagai sebuah propaganda.
>
> Rekan-rekan, mungkin saya salah. Tetapi itulah
> pendapat saya.
>
> Salam,
>
> Aswan Zanynu
>
>
>
>
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Food fight? Enjoy some healthy debate
> in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
>
http://answers. yahoo.com/ dir/?link= list&sid= 396545367
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
MARI KITA BERSATU PADU
UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.