Selasa, 10 April 2007

 

Stasiun dan Terminal Depok Bakal Jadi Kawasan Bisnis 

 

Proyek ini nantinya harus terhindar dari faktor perjudian, prostitusi,
narkoba, miras (minuman keras) dan sebagainya. 

 

DEPOK -- Stasiun dan terminal di Kota Depok bakal dikembangkan menjadi
kawasan bisnis dengan konsep city walk. Menurut Kepala Bagian Informasi dan
Komunikasi Pemkot Depok, Dani Kondani, kebijakan itu sebagai langkah
pihaknya menata stasiun maupun terminal agar lebih menguntungkan.

 

Kebijakan itu juga dilatarbelakangi kompleksnya permasalahan di Stasiun
Depok dan Terminal Depok. "Inilah yang menjadi awal pemikiran pemkot untuk
menjadikan kawasan stasiun dan terminal menjadi kawasan bisnis," ujar Dani,
kemarin (9/4).

 

Menurut Dani, pekan lalu sudah ada presentasi dari PT Andyka Investa terkait
rencana penataan dan pembangunan kawasan bisnis di Stasiun Depok Baru dan
Terminal Depok. Dalam presentasi itu, PT Andyka Investa berencana menata
Stasiun Depok Baru dan Terminal Depok menjadi kawasan bisnis dan
perdagangan, serta jasa transportasi.

 

Salah satunya dengan membangun jembatan niaga yang menghubungkan Stasiun
Depok Baru dengan Terminal Depok. Dengan demikian, potensi sekitar 30 ribu
orang yang setiap harinya menggunakan jasa transportasi KRL (kereta api
listrik) di Stasiun Depok Baru, akan terserap melalui proyek berkonsep city
walk tersebut.

 

Adanya jembatan penghubung yang akan dijadikan pusat bisnis
stasiun-terminal, lanjut Dani, diharapkan memberikan dampak sosial, ekonomi,
dan lingkungan yang menguntungkan. "Kalau terwujud kan bisa membuka lapangan
kerja baru, meningkatkan kegiatan ekonomi, dan memberikan pelayanan
transportasi publik yang nyaman."

 

Selain itu, Dani melanjutkan, proyek tersebut diharapkan pula dapat
mengurangi kemacetan di Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim, serta
tersedianya taman kota.

 

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengaskan, secara prinsip dirinya
sepakat dengan rencana investor mengembangkan kawasan stasiun dan terminal
menjadi kawasan bisnis. Namun dia berharap, proyek pembangunan tersebut
hendaknya melalui perencanaan yang matang dengan pola dan struktur yang
jelas. "Sehingga tidak menjadi program yang menyusahkan Pemkot Depok seperti
pembangunan Pasar Kemiri Muka dan Pasar Cisalak," katanya.

 

Proyek tersebut, kata Nur, nantinya harus terhindar dari faktor perjudian,
prostitusi, narkoba, miras (minuman keras) dan sebagainya. Sekda Kota Depok,
Winwin Winantika, menambahkan, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
yang telah dijabarkan Badan Perencanaan Daerah serta Dinas Tata Kota dan
Bangunan, rencana proyek tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan.

(ade )

 

Source : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=288938
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=288938&kat_id=286>
&kat_id=286

 

Kirim email ke