http://www.suarapembaruan.com/News/2007/04/16/index.html

Refleksi: Dibalik berita tentang jamu yang disiarkan oleh berbagai media,  dari 
istana  ada yang membisik kepada Kaligot News  bahwa sesuai test 
petinggi-petinggi negara yang  napsu besar lemah syahwat dikatakan bahwa jamu 
ini tidak kalah dengan obat kuat yang terdapat di pasar. Kalau dulu ada jamu 
koyok bermerk Meneer Nyonya. Jamu kasiat ini akan dipasarkan dengan merk "El 
Presidente". Ketika  presiden ditanya apakah kalau minum jamu ini perlu juga 
dipijit-pijit, dengan semyum beliau menjawab: no comments! :-))

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Presiden Yudhoyono Siap Jualan Jamu
SUASANA di Istana Negara, Kamis (12/4) terasa ringan dibanding hari-hari lain 
ketika berlangsung suatu acara resmi, semisal pembukaan kongres, musyawarah 
nasional, seminar, pelantikan pejabat negara atau peringatan hari-hari 
tertentu. Padahal, Kamis kemarin juga berlangsung acara resmi, yakni pembukaan 
Musyawarah Nasional V Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia 
(Munas Jamu) 

Memang tidak jarang, kongres, musyawarah, seminar atau rapat kerja nasional 
suatu organisasi yang berlangsung di Jakarta atau luar Jakarta, dibuka presiden 
di Istana Negara, antara lain dengan efektivitas dan efisiensi. Tradisi ini 
berlangsung sejak masa Presiden Soeharto. Bagi pesertanya pun bisa dikatakan 
suatu keuntungan karena berkesempatan melihat Istana Kepresidenan yang bisa 
jadi akan dilihatnya sekali selama hidup. 

Begitulah kemarin ketika berlangsung pembukaan Munas Jamu, bukan hanya membuat 
peserta bergairah, Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono beserta 
para menteri yang hadir pun tampak lebih sumringah dan santai. Biasanya soal 
ini memang terkait dengan tema dan atau suasana kebatinan Presiden dan 
"kebetulan" kemarin "arahnya" memang santai rileks. 

Presiden Yudhoyono pun banyak mengundang tawa dan senyum ketika menyampaikan 
pidato. Misalnya ketika menyatakan banyaknya kegunaan jamu. "Obat sakit mata, 
obat sakit pinggang hingga obat penambah nafsu (jeda sejenak) makan. Galian 
singset tidak ada di sini," kata Presiden sambil menunjuk teks pidatonya. 

Di awal pidatonya Presiden juga memuji para peserta yang terlihat sehat, ceria 
dan bersih. "Pasti ini gara-gara jamu yang diracik sendiri, diminum sendiri," 
kata Presiden yang juga mencoba minum jamu gendong yang sengaja dihadirkan di 
Istana Negara, seusai pidato dan bersalaman dengan peserta. 

Presiden bahkan dengan santai dan mengatakan, "uenak tenan" seusai minum jamu 
gendong yang "ndilalah" disajikan penjual jamu gendong asli asal Ponorogo, Jawa 
Timur. "Wah dekat dengan Pacitan ya," kata Presiden yang sempat ngobrol dengan 
mbok jamu dengan bahasa Jawa. 

Suasana juga terus cair saat Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara bersalaman 
dengan Tukul "Ndeso" yang juga hadir di acara itu. Tukul dan Presiden sempat 
berpelukan dan dipotret khusus oleh para fotografer. "Wah ini dia," kata 
Presiden ketika melihat Tukul yang ikut antre bersalaman. 

Yang jelas, kata Presiden, dirinya siap menjadi sale person bagi jamu asli 
buatan Indonesia agar mendunia. Dengan segala potensi yang ada, Presiden pun 
yakin jamu dan obat tradisional asal Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. 
Produktivitas, inovasi dan peningkatan kualitas diperlukan untuk mampu bersaing 
di tingkat global. 

"Saudara-saudara, saya ini sering menjadi sale person baik di dalam maupun di 
luar negeri. Saya selalu ikut menjual, yang sering handicraft, dan ternyata 
tidak kalah dengan negara lain karena peminat banyak sekali. Komitmen untuk 
berikutnya lagi saya pengen suatu saat jadi sale person untuk jamu-jamu yang 
berkhaisat," kata Presiden yang disambut tepuk tangan penuh semangat para 
peserta. 

"Tapi harus saya coba dulu, baru setelah saya rasakan khasiatnya saya katakan 
begini," katanya lagi sambil mengacungkan jempol. Komitmen pemerintah juga 
adalah untuk peningkatan kualitas dan kemudahan birokrasi dan perizinan. 
Singkatnya, Presiden komitmen terhadap segala urusan yang berkaitan dengan 
jamu, termasuk jamu palsu yang sering merusak citra. 

Maka, Presiden pun menjadi idola baru di kalangan para pengusaha jamu. Memang, 
yang hadir dalam acara kemarin adalah para "dedengkot" jamu seperti Charles 
Saerang (Jamu Ny Meneer) yang juga Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu. Juga 
Irwan Hidayat dari Sidomuncul dan Mooryati Sudibyo yang juga pengusaha 
alat-alat kosmetik tradisional, di samping jamu. Dengan komitmen Presiden 
tersebut, siapa tahu suatu saat Presiden pun bersedia menjadi bintang iklan 
untuk jamu ganteng dan hebat, misalnya. Wow. [Pembaruan/YW Nugroho] 


Last modified: 16/4/07 

Kirim email ke