19/04/2007 01:15 WIB

 

Masyarakat Indonesia Timur Dukung Mokodongan Jadi Cawagub Foke

Ramdhan Muhaimin - detikcom

 

Jakarta - Persaingan memperebutkan kursi cawagub dalam koalisi parpol besar
yang telah menetapkan Fauzi Bowo sebagai calon gubernur semakin ketat.
Pluralitas etnis warga yang tinggal di Jakarta dilirik oleh tiap-tiap
kandidat.

 

Tidak hanya intens mendekati parpol, para kandidat yang ingin mendampingi
Fauzi Bowo dalam pilkada DKI mendatang melakukan gerilya dengan mencari
dukungan dari komunitas primordial. Termasuk Abdul Wahab Mokodongan yang
namanya disebut-sebut ikut meramaikan bursa cawagub.

 

Sejumlah ormas yang tergabung dalam Forum Masyarakat Indonesia Timur
mendeklarasikan dukungan terhadap Mokodongan sebagai cawagub DKI.

 

"Kami, 11 organisasi kedaerahan Indonesia Timur di Jakarta memberi

dukungan total ke Pak Wahab sebagai cawagub pendamping Fauzi Bowo," ujar
juru bicara Forum Masyarakat Indonesia Timur, Wailan E Langkai di Hotel Gran
Melia, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Rabu (18/4/2007).

 

11 organisasi tersebut adalah Ikatan Keluarga Indonesia Sangihe Talaud,
Himpunan

Masyarakat Kaltim, Sekber LSM Papua Peduli Kemanusiaan (30 LSM), Organisasi

Persatuan Minahasa, Persekutuan Maluku Bersatu, Himpunan Masyarakat
Gorontalo,

Pemuda & Masyarakat Ternate, Forum Masyarakat NTT, Forum Pemuda Jakarta,
Forkom

Generasi Muda Bolaang Mongondow, dan Himpunan Masyarakat Bolaang Mongondow.

 

Wailan mengklaim dukungan masyarakat asal Indonesia Timur kepada Wahab dalam
pilkada DKI mendatang cukup signifikan. Jumlah warga Indonesia Timur yang
tinggal di DKI Jakarta, menurut dia, mencapai 2 juta orang. Suara 2 juta
tersebut, lanjut Weilan, berpotensi golput jika tidak ada figur yang
mewakili Indonesia Timur. 

 

"Wahab adalah representasi tokoh Indonesia Timur, karena ia kelahiran
Bolaang

Mongondow. Kami akan gerakkan massa Indonesia Timur di Jakarta untuk golput,
jika Pak Wahab tidak terpilih," tutur Weilan yang juga Ketua Organisasi
Masyarakat Minahasa.

 

Menanggapi hal tersebut, Wahab mengatakan dirinya berharap agar 15 parpol
yang

mengusung Foke sebagai cagub mempertimbangkan suara dukungan masyarakat
Indonesia Timur.

 

"Tinggal diadu saja, mana yang lebih penting, kehendak parpol atau aspirasi

grassroot. Mana yang mau diambil, suara rakyat atau hanya formalitas
dukungan parpol. Tentu suara riil masyarakat," pungkas pria yang juga dosen
Lemhanas tersebut. (rmd/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/19/tim
e/011549/idnews/769452/idkanal/10

 

 

Kirim email ke