Syariat Islam Yes! Negara Islam   No!
17 April 2007 21:25:32
    Setiap muslim wajib melaksanakan syariat Islam. Namun untuk   
melaksanakannya tidak harus dengan mendirikan negara Islam. Demikian pendapat   
Gus Dur ketika ditanya oleh seorang aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)   
tentang pelaksanaan syariat Islam.


    “Syariah Islam itu diadakan untuk dilaksanakan. Tapi   melaksanakan Syariat 
itu tidak harus dengan adanya negara Islam. Ini bedanya.”   tandas Gus Dur. 

“Saya itu setiap hari bersyariah. Saya nggak pernah   meninggalkan syariah. 
Tapi saya tidak pernah menjadi orang seperti mereka itu   (menginginkan negara 
Islam, red),” sambungnya. 

Demikian disampaikan Gus   Dur itu saat menjadi narasumber pada acara Kongkow 
Bareng Gus Dur, di Radio 68 H   Jl Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu 
(14/04/2007). 

Formalisasi syariat   Islam ini juga masih diperjuangkan oleh partai berasas 
Islam yaitu Partai   Keadilan Sejahtera (PKS). Kekhawatiran itu, kata Gus Dur 
membuat Muhammadiyah   menerbitkan surat edaran untuk organisasi otonomnya, 
supaya tidak menjalin kerja   sama dengan PKS. 

“PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk   kepentingan bersama 
sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih   sempit. Itu 
alasannya! Itu bagus sekali,” kata Gus Dur menanggapi terbitnya   Surat 
Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP   
Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah.   

Dikatakan Gus Dur, sejak awal Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah   adalah 
tulang punggung nasionalisme. “Maka, adanya surat edaran PP Muhammadiyah   itu 
menjadi sangat penting sekali,” ujarnya. 

Mantan ketua PBNU ini   menilai sikap nasionalisme inilah yang membedakan PKS 
dengan NU maupun   Muhammadiyah. “Saya pernah ketemu almarhum Syeikh Abdul Aziz 
bin Baz. Menurut   dia, kalau bukan negara Islam ya bukan negara. Kalau itu 
yang diusung PKS, terus   terang saja NU juga keberatan. “ 

Mengapa? Gus Dur menjelaskan karena   pada Muktamar ke-9 di Banjarmasin tahun 
1935, NU sudah menyatakan, untuk   melaksanakan Syariah Islam, itu tidak wajib 
adanya negara Islam. “Kalau mbalik   lagi nuruti PKS, ya kita akan rugi,” 
imbuhnya. 


Bukan Musuh   

Pada saat sama, Gus Dur menyatakan kegembiraannya, karena   kemampun organisasi 
Islam moderat kini kian baik dan disegani. “Kemampuan   organisasi moderat 
Islam semakin baik, hingga mereka bisa mengatasi kaum garis   keras,” ujarnya. 

Namun demikian Gus Dur mengingatkan, bahwa massa garis   keras itu bukanlah 
musuh, melainkan saudara. “Kita dudukkan masalahnya dulu.   Yang kita tentang 
itu tindakan kekerasan itu, bukan orangnya,” pesannya.   

“Jadi, yang penting bukan perbedaan kita dengan mereka, melainkan   bagaimana 
perbedaan itu kita jalankan,” imbuhnya. 

Karena itu, Gus Dur   menolak keras keinginan sebagian orang yang hendak 
melenyapkan kelompok garis   keras itu. “Saya sebagai muslim berpikir lain. Apa 
kita tidak bisa mencari   prinsip-prinsip supaya bisa hidup bersama? Selama 
masih percaya pada Tuhan dan   Muhammad itu pesuruh Tuhan, maka selama itu pula 
saya tidak bisa mencap mereka   sebagai kafir. Islam yang bener ya begitu,” 
tegasnya. (Diolah dari www.gusdur.net)
    


    
---------------------------------
            KOMENTAR     rais   sonaji (rais) menulis:
Ass. Wr. Wb.

Saya sejalan dengan pandangan   Gus Dur, kita seyogyanya tidak memaksakan untuk 
mendirikan negara Islam. Karena   jika ini terjadi, maka bersiap-siaplah untuk 
menuai kehancuran total sebuah   bangsa. Kita sudah memiliki konsep dasar 
"Pancasila" dan "Bhineka Tunggal Ika".   Dua konsep dasar itu, seyogyanya cukup 
untuk menjadi pijakan bagi Bangsa ini   untuk tetap kokoh berdiri. Terimakasih.

Wass. Wr.Wb.     rais   sonaji (rais) menulis:
Ass.wr.wb.

Semua agama yang diturunkan   Allah SWT kepada manusia di bumi ini pada 
awal-mulanya baik dan benar. Dimana   esensinya sama dengan agama Nabi Ibrahim 
a.s. dan Nabi Muhammad SAW yaitu agama   Tauhid, agama yang mengesakan Allah 
SWT, (Tuhan Yang Maha Esa). Meskipun   esensinya sama (Tauhid), namun ada 
kemungkinan agama pun mengalami evolusi   (diturunkan secara bertahap sesuai 
kebutuhan manusia dan ini sepenuhnya berdasar   pada Pengetahuan dan 
Kebijaksaan-Nya Yang Maha Sempurna). Arah evolusi agama ini   menuju 
kesempurnaan, dan kesempurnaan tersebut dicapai pada agama Islam. Maka   atas 
dasar pemahaman ini, tidaklah dapat dibenarkan kita "mengkafirkan" orang   lain 
selama "orang" tersebut meyakini Keesaan Allah SWT dan menyakini bahwa   
seluruh Nabi, Rasul (dari sejak Nabi Adam a.s. hingga Nabi Muhammad SAW) serta  
 seluruh kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya itu adalah benar adanya.   

Wallahua'lam. Kebenaran itu sesungguh-Nya datang dari-Nya, Allah SWT,   
Pembimbing Mutlak Pada Kebenaran, namun jika ada kesalahan sepenuhnya itu lahir 
  dari kebodohan dan kekurangan saya sendiri selaku manusia.      nida'ul   
ikromah (nida) menulis:
Indonesia merupakan negara yang bukan hanya di   huni oleh masyarakat yang 
berkeyakinan terhadap satu agama saja,satu suku   saja,satu jenis saja....
Indonesia terdiri dari beribu2 suku.adat juga budaya   yang tentu saja berbeda 
dari yang lainnya...
bahkan negeri arabpun juga tidak   hanya mempunyai satu suku saja atau bahkan 
hanya orang islam saja.....,   
kecendurungan ikhwah2 kita yang mengusung partainya sebagai"partai   dakwah..." 
memang dimungkinkan tujuan aslinya untuk menegakkan syari'at islam di   
indonesia ini.....
bukan tidak boleh.........
di negeri yang demokratis   ini siapa saja berhak berpendapat juga 
memperjuangkan aspirasi dan tujuannya   masing2 asal tetap berpegang pada 
amanat juga dasar perundang2ngan bangsa   kita.....
kita juga tidak di benarkan memaksa yang lain untuk supaya ikut   dengan apa 
yang kita ikuti........
setiap muslim tentu saja "wajib"   menjalankan syari'ah.....dalam konteks 
sebagai umat islam   sendiri....

Setuju Gus.....Syari'at islam yess!! but negara   islam...????

"wamanlam yahkum bimaa anzalalloohi fahuwa   kaafirun..."
wallohu a'lam.........
       wijiwilopo (wiji) menulis:
itu yang bener
negara ini bukan milik   orang islam saja
      
  
      
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke