Saya tergelitik dg komentar berita di MetroTV yang komentar2-nya memberi kesan bahwa praja yunior yg berada ber-sama2 Clif Muntu ketika terjadi penyiksaan terhadapnya melakukan GTM dg motif melindungi diri sendiri. Saya tak sepenuhnya setuju dg komentar ini sebab bagi saya sangat jelas bahwa mereka semua ditutup matanya secara paksa ketika SEBAGIAN (kecil?) dari mereka mendapat siksaan sadis oleh para seniornya. Jadi mereka TIDAK BISA MENYAKSIKAN kejadian sesungguhnya.
Saya percaya bahwa para senior sudah lebih dulu melakukan `SELEKSI' thd praja yunior dg menyeleksi hanya sedikit praja yunior yang akan mendapat siksaan. Sebagian kecil praja yunior yang `mendapat kehormatan' tersebut adalah praja2 yang berani mempertanyakan atau bahkan membandel thd perintah2 tak logis atau tak manusiawi dari senior2-nya. Sebagai pimpinan kontingen Sulut, selain dikenal vokal menyuarakan aspirasi teman2-nya, juga beban moral sebagai pimpinan kontingen dg kewajiban moral membela hak2 rekan2 dari kontingenya telah membuat Clif Muntu memiliki peluang sangat besar untuk menjadi `bantal tinju' dan bulan2-an para senior2-nya. Perlu dipertimbangkan pengakuan seorang mantan praja IPDN dari Sulut yang juga rekan seangkatan Clif Muntu bahwa yang paling sering menyiksa adalah praja senior sesama daerah. Jadi perlu jdiselidiki motif `jealous', iri hati atau kekuatiran dari beberapa praja se- daerah yang merasa kurang percaya diri, kurang mampu bersosialisasi atau tak memiliki kepribadian seorang pemimpin, spt yang dimiliki oleh Clif Muntu. Saran saya kepada aparat penyidik, fokuskan penyelidikan pembunuhan Clif Muntu pada para senior yang ikut menyaksikan langsung pemukulan. Dari rekonstruksi, bisa diperoleh gambaran umum ttg siapa yang paling sering berbohong. Jika polisi gagal memperoleh kejadian sesungguhnya secara utuh dan rinci (mis. tidak mampu mengindentifikasi pelaku2 utamanya), maka saya menyarankan agar pihak Kejari Jawa Barat (Sumedang?) selain membuat berkas tuduhan berlapis, juga membuat tuduhan yang bersifat kolektif (selain tuduhan2 berlapis yang bersifat individual) thd semua tersangka sebagai satu group dan mereka harus bisa dijerat paling sedikit dg tuduhan (secara kolektif) berkomplot menutupi kejadian sesungguhnya. Salam
