Note: forwarded message attached.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--- Begin Message ---
UNDANGAN ACARA PERINGATAN HARI KARTINI
RA Kartini tentu saja bukan sebuah legenda. Tapi adalah bagian sejarah
peradaban Indonesia dengan konteks peran perempuan dalam dinamika proses
pertumbuhan “negara modern”. Sebab peran perempuan Indonesia dengan konteks
negara, sudah dikenal dalam masa-masa Indonesia klasik, sebut misalnya Ratu
Kalingga, Tritungga Devi, Sri Huning dari Madiun, Ratnaningsih Diponegoro,
Ratu Kalinyamat atau juga Pambayun di Mataram, dan masih banyak lagi. RA
Kartini, bisa disebut wanita pertama Indonesia yang mencoba memberlakukan
sebuah visi tentang manusia dalam eksistensi ‘perbedaan biologis’ secara
Internasional. Ia komit terhadap nilai-nilai dasar yang subtil yang dilahirkan
bangsanya, tetapi ia tidak canggung dengan cakupan wilayah mondial untuk
mengadop berbagai paradigma tentang etika eksistensial, perihal aneka
kemungkinan atas nilai-nilai gender yang secara kontruktif berhubungan dengan
visi terhadap dinamika perguliran peradaban dan bahkan berkaitan juga
dengan aspek kesertaan secara modern kaum perempuan terhadap konstruksi
negara. Meski belakangan, justru dari kaum perempuan modern yang dihasilkan
oleh terobosan yang dilakukan oleh Kartini, kadang muncul pemikiran yang
sepertinya bernada kritik dan sinikal bahwa Kartini bersosok ambigu, tidak
konsisten, dalam soal opininya mengenai polygami misalnya. Tapi itu juga hanya
sebuah fenomena opini, yang juga sah untuk dielaborasi lagi. Misal, andai
mereka para kritikus itu mencoba menyimak lebih jauh, walau bagaimana seorang
Kartini hanyalah seseorang gadis yang belia, yang di jamannya tidak banyak
mampu memiliki fasilitasi berkontemplasi, maka di mana ia juga pada posisi
seseorang yang sedang berproses menuju alam pemikiran dewasa yang mendalam
berikut dengan segala kondisi sosio eksternal yang masif, di mana sebuah
komitmen adakalanya tidak bisa langsung berharga mati, karena musti
diberlakukan secara genial dan taktis, bahkan memang belum saatnya untuk mampu
berkutik.
Maka teranglah mana yang sangat esensial dan subtil akan terbawa hingga pada
jauh cakrawala ke depan dan sebaliknya mana yang memang musti ditepis
lantaran hanya sebagai sebuah keusangan filsafat dan gelap.
Emanus Capierre, melepaskan diri dari kungkungan, begitulah kira-kira
emansipasi bermuasal kata. Dari bilik yang redup Kartini menerobos
keterbelakangan peradaban bagi kaum perempuan, agar lebih mampu menguak tabir
dan memperoleh cakrawala luas dalam memberdayakan keberadaan diri sosok
perempuan dalam pergaualan manusia di tingkat makro. Secercah cahaya yang dia
percikkan akhirnya membawa cahaya terhadap ekspresi yang luar biasa pada
pergaulan eksistensial kaum perempuan hingga jauh di horison futuristik, pada
akhirnya.
Begitu pula akhirnya, kaum perempuan Indonesia kontemporer telah banyak
memperoleh varian untuk mewujudkan implikasi maupun implementasi
perenungan-perenung an RA Kartini.
Cakrawala pergaulan melalui berbagai aspek budaya dalam seluruh konteks
interaksi sosial baik domestik maupun global, perempuan Indonesia mampu
mengelola dan menggali berbagai tata cara dan sarana. Dansa Salsa adalah salah
satu yang dalam elan Indonesia Kontemporer mulai merebak sebagai pilihan media
ekspresi kaum perempuan untuk mengeja serta merepresentasikan eksistensi
dirinya secara geniune. Dinamika Dansa Salsa yang mulai menggeliat ini, secara
kebetulan menjadi salah satu point interest bagi pengunjung darmint cafe art
gallery, karena setiap Kamis sore ada jam belajar Salsa yang diaransir oleh
Studio Salsa Casa De La Pareja, pimpinan Hetty Rekso Projo.
Berpijak dari apresiasi terhadap eksistensi dengan segala pengorbanan yang
ditempuh oleh seorang RA Kartini, maka dalam rangka mengenang dan mencoba
mengaktualisasikan bersama perihal jasa-jasa atau perenungan-perenung an RA
Kartini dengan penetrasi relevansinya terhadap fenomen-fenomen emansipasi
perempuan Indonesia pada moment kontemporer, Darmint cafe art gallery
didukung oleh warga komunitasnya hendak menyelenggarakan sebuah acara Talk show
dengan Tema : “Korelasi Dansa Salsa Terhadap Eksistensi Personal Maupun Sosial
Kaum Perempuan Indonesia”
Bentuk Kegiatan :
Talkshow
Tema : “ Korelasi Dansa Salsa Terhadap Eksistensi Personal
Maupun Sosial Kaum Perempuan Indonesia "
Nara Sumber : Hetty Reksoprodjo Master Coach dari Casa De
La Pareja Salsa Studio
Nur Iman Subono,
Dosen Universitas Indonesia, Pengamat Politik
Amerika Latin asal dansa Salsa dan Pemerhati Isu-
Isu Gender
Penikmat Salsa (1 pria dan 1 wanita)
Guest Star Sebagai Keynote Speaker
(Dalam Proses Pengajuan) : Ibu Mutia Hatta
Menteri Peranan Perempuan Republik Indonesia
Moderator / Presenter : Dewi Wiranti
Vice President of City Bank.
Durasi : 60 s/d 90 menit
Pameran Seni Lukis Karya Pelukis Perempuan :
Peserta Pameran :
Hetty Reksoprodjo
Lusi Widyanti Rubiyanto
Pemajangan Lukisan dilakukan sejak tanggal 24 April 2007
Pameran ini bersifat sebagai aksentuasi pendukung.
Dansa Salsa :
Host Dancer : Salsa Dancing Club :
Casa De La Preja
Guest Dancer : Para Pedansa Undangan dan
Audience.
Format : Sepasang Pedansa untuk setiap
dancing show
Sebagai acara Jeda Talkshow.
Durasi : 5 menit per lagu
Musik :
Musisi : Band Males – ( Unggul )
Rypo Solo Key Board
Vukar Lodak Solo Key Board
Irawan & Dewo
Status : Musik Hiburan Penutup
Durasi : ± 120 menit
Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Hari ,Tanggal : Jumat 27 April 2007
Jam : 19.00 s/d 21.00 WIB
(Acara Formal Talkshow dan Dansa)
21. 30 s/d 23.00 (Musik Hiburan)
Tempat : Darmint Art Cafe
Pasar Festival GF 8
Jl. Rasuna Said Kav.22 C, Jakarta,12920
Tilp. & Fax : (021) 52907055
e-mail : darmintcagal@ yahoo.co. id
Atas kehadirannya kami ucapkan terimakasih.
S Warudju
---------------------------------
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
--- End Message ---