Pe-namaan Wilayah "Andalucia" Bukan Berasal Dari Nama Islam !!! > radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kejayaan Islam di masa lalu adalah hasil dari perampokan dan > penjajahan demi tampuk kekuasaan. Kenyataan sejarah tak bisa > ditipu... Jadi tak perlu dibangga-banggakan karena dunia malah akan > tertawa.
Berdasarkan buku "Cross Cultural and Conflicts" oleh Charles Philip Issawi, nama wilayah Andalusia berasal dari zaman pendudukan kerajaan Romawi jauh sebelum Islam menjajah wilayah ini. Dimasa jauh sebelum Islam masuk, wilayah ini sudah dilanda pemberontakan oleh tiga suku bangsa yang salah satunya adalah suku bangsa "Fandalus" yang disebut juga "Vandala", kedudukan kerajaan Romawi atas wilayah ini menjadi sangat lemah, karena hal inilah Islam berhasil masuk dan menduduki belakangan. Oleh pasukan Islam, wilayah ini dikira bernama "Andalus" yang kemudian mereka menyebutnya sebagai "Andalusia". Wilayah ini sebelumnya bukan merupakan wilayah Kristen atau Katolik. Barulah setelah diduduki Islam, orang2 Katolik masuk kewilayah ini merebutnya dari tangan orang2 Islam Maroko. Orang2 Katolik mengira nama wilayah ini berasal dari nama dalam agama Islam sehingga mereka menganggap nama "Andalusia" diberikan oleh orang2 Islam. Jadi tidak benar kalo menganggap bahwa Islam menduduki wilayah ini setelah mengalahkan orang2 Katolik. Yang benar, wilayah ini merupakan wilayah jajahan kerajaan Romawi yang belakangan menjadi lemah akibat pemberontakan suku Fandalus (=Vandala) sehingga akhirnya masuk pasukan Islam yang menamakan wilayah ini "Andalus". Dalam sejarah, tidak pernah terjadi adanya kejayaan Islam, karena raja2 Islam yang berjaya baik masuk ke Eropah maupun timur tengah sama sekali tidak mewakili agama Islam, melainkan mewakili keserakahan masing2 rajanya. Terbukti mereka juga berperang antara sesama raja Islam sendiri dalam memperebutkan wilayah kekuasaan. Setiap raja Islam membawa aliran agama Islamnya sendiri2 yang berbeda yang tidak mewakili agama Islam secara keseluruhan selain mewakili masing2 rajanya saja. Pada hakekatnya, setiap pendudukan tentara asing bertujuan merampok rakyatnya dan juga kerajaannya, dan ini bukan hanya dilakukan oleh raja2 islam, tapi juga oleh raja2 Romawi, china, Arab baik pre-Islam maupun dimasa kekuasaan raja2 Islam. Jadi pendudukan Islam bukanlah zaman kejayaan Islam melainkan hanya sebatas kejayaan rajanya saja semasa hidup, dan ambruk lagi setelah rajanya kalah atau mati untuk digantikan dengan penguasa serakah yang baru. Islam tidak pernah berjaya, karena Islam bukanlah kerajaan tapi hanya nama sebuah agama yang dianut raja meskipun saling berbeda dalam ajaran2nya. Artinya setiap raja islam menganut agama Islam yang tidak sama, hanya sama dalam namanya saja yaitu Islam. Kenyataannya, kerajaan Zoroaster musnah dibantai oleh raja Islam dinasti Samanids, tapi raja Islam dinasti Samanids ini juga musnah dibantai oleh raja Islam lainnya dari Turki dari dinasti Buyaid yang juga kemudian dibantai lagi oleh raja Islam lainnya dari dinasti selanjutnya. Jadi disini bisa kita buktikan, kekuasaan raja2 Islam bukanlah kejayaan agama Islam-nya melainkan kejayaan sebatas dinasti kerajaannya saja. Itulah sebabnya, kekuasaan raja2 Islam tidak pernah lama, hanya sebatas satu dinasti saja. Sangat berbeda dengan kerajaan2 katolik, mereka berjaya dibawah satu kepercayaan kepada gereja Catolic dibawah ke Pausan. Namun gereja Catolic inipun akhirnya pecah menjadi protestant yang kemudian terpecah belah lagi menjadi ribuan aliran. Namun kekuasaan raja2 dibawah pengaruh agama Catolic memang lebih solid dan lebih panjang waktunya kalo dibandingkan kekuasaan raja2 Islam. Itulah sebabnya, pengaruh agama Islam tidak begitu besar dibandingkan dengan pengaruh agama Catolics dan Krisen di Eropah. Kesemuanya itu terkait hanya kepada kemampuan mengorganisir dari masing2 kelompok agamanya saja bukan terkait kepada isi ajaran agamanya. Misalnya, bangsa Jepang sekarang menjadi bangsa yang paling maju didunia bukan karena mereka beragama Shinto, melainkan karena mereka bekerja keras mengejar kemajuan teknologi yang tidak membutuhkan kepercayaan Shinto sama sekali. Ny. Muslim binti Muskitawati.
