Ibu saya pernah bilang, "Seorang Ibu bisa memberi makan 10 orang anak. Tapi, 10 
orang anak belum tentu bisa memberi makan seorang Ibu."

Jika Kartini masih hidup, ia pasti akan mahfum.

manneke


-----Original Message-----

> Date: Mon Apr 23 01:31:40 PDT 2007
> From: "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [mediacare] Kartini Tinggal Sejarah
> To: Undisclosed-Recipient:;@unspecified-domain
>
> RIAU POS
> 
>       23 April 2007 Pukul 08:42 
> 
>       Kartini Tinggal Sejarah 
> 
>      
>       Dari dulu hingga kini penghormatan kita terhadap seorang wanita 
> (terutama ibu) sangat tinggi dan mulia. Namun, anak-anak kini susah untuk 
> menghormati orang tua, apalagi kepada ibu sendiri. Yang salah peran orang 
> tuanya atau pendidikan yang diterima anak? 
> 
>       Konsep RA Kartini yang telah mencetuskan emansipasi wanita sebagai 
> pelopor sebuah pergerakan wanita Indonesia harus dimaknai dengan konsep yang 
> benar dan sesuai dengan norma yang berlaku di negara kita. Bukan justru 
> sebaliknya, menentang, melawan, bahkan meniadakannya.
> 
>       Sebagai simbol pergerakan di Indonesia, Ibu Kartini telah mampu 
> menyejajarkan kaum wanita Indonesia dengan kaum laki-laki dalam sektor 
> pendidikan sehingga wanita kini tidak sekadar di dapur. 
> 
>       Kemajuan wanita Indonesia tidak lepas dari jasa RA Kartini yang lahir 
> pada 21 April 1879. Meskipun anak seorang Bupati Raden Mas Ario 
> Sosrodiningrat, konsep pemikiran beliau jauh ke depan, tidak mengandalkan aji 
> mumpung dari jabatan orang tuanya. 
> 
>       Berbeda dengan kini, banyak anak yang bangga dan membanggakan jabatan 
> orang tuanya. Meskipun jabatan itu diperoleh dengan "menekan rakyat kecil" 
> atau menyogok. 
> 
>       Anehnya, itu ditiru generasi berikutnya dan menjadi hal yang wajar. 
> Dengan begitu, jabatan yang merupakan amanah rakyat untuk saat ini bisa 
> dimainkan atau dibeli. Inilah kultur yang sudah bukan rahasia lagi. Apakah 
> keberanian Kartini bersikap saat penjajahan Belanda itu masih layak 
> dicontoh?***
> 
> 
>       Sudarman, Jalan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.

Kirim email ke