Senin, 23 Apr 2007,

Hidayat Tolak Delegasi IPU Israel

 

JAKARTA - Arus penolakan kedatangan delegasi parlemen Israel dalam sidang
Organisasi Parlemen Sedunia (Inter Parliamentary Union/IPU) di Bali pada 29
April hingga 4 Mei 2007 terus mengalir. 

 

Setelah penolakan datang dari Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina,
Forum Umat Islam, Gerakan Pemuda Ansor, dan Majelis Mujahidin Indonesia,
penolakan serupa kemarin datang dari sejumlah petinggi parlemen Indonesia.

 

Ketua MPR Dr. Muhammad Hidayat Nurwahid, MA., Lc., misalnya, menegaskan
bahwa dirinya menolak keras rencana kedatangan parlemen Israel dalam sidang
IPU. Menurut Hidayat, parlemen Israel bukanlah kumpulan dari orang
terhormat. Parlemen Israel dipandang sebagai bagian dari kaukus kekuatan
politik yang turut melanggengkan praktik kekejaman, penjajahan, dan
penganiayaan terhadap komunitas muslim dunia. 

 

"Kedatangan Israel akan mengusik solidaritas dan soliditas umat Islam. Jadi,
penolakan ini sangat rasional," kata Hidayat dalam Tablig Akbar di Masjid
Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, kemarin. 

 

Mantan presiden PKS itu bahkan mengusulkan sidang IPU di Bali mendatang
hendaknya bisa mengeluarkan resolusi berupa pemberhentian Israel dari
keanggotaan IPU. 

 

"Sanksi bagi parlemen Israel penting dilakukan karena merekalah yang hingga
kini menyandera sejumlah menteri, anggota, dan ketua parlemen Palestia,"
ujar politikus asal Klaten, Jateng, itu. 

 

Karena itu, tegas Hidayat, jauh-jauh hari dirinya sudah meminta pemerintah
untuk tidak mengeluarkan visa bagi kedatangan parlemen Israel. Andaikan visa
itu telanjur dikeluarkan Departemen Luar Negeri RI, lanjut Hidayat, visa itu
bisa dibatalkan secepatnya. 

 

Hidayat meminta pemerintah mengaca kepada pengalaman anggota Komisi IV DPR
Tamsil Linrung yang visanya dibatalkan saat sudah berada di pesawat yang
akan lepas landas ke Kanada. "Kanada bisa melakukan itu. Kita tentu bisa,"
katanya. Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan, penolakan terhadap
kedatangan parlemen Israel tersebut akan menunjukkan kedaulatan dan martabat
negara.(aku)

 

Source : http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c
<http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=281921> &id=281921

 

Kirim email ke