Numpang tanya bagaimana dengan negara timur tengah yang sudah ada hubungan
diplomatik dengan Israel seperti Mesir, Jordan, dll. tidak termasuk penghianat
karena plin plan ?. Dan bagaimana kita berhubungan dengan RRC yang masih
menjajah/menindas Tibet apakah sesuai dengan UUD 45 ?.
Salam,
Bagus
wengi panjer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ISRAEL HIIII....
Kalo kita masih percaya ma UUD 45 ya disitu kan ada paragraf yang anti
penjajahan. Nah Israel itu kan menjajah. Gitu makane Indonesia ga mau
berdiplomatik ma Israel. Jadi dasarnya adalah UUD negara kita, bukan asumsi dan
perspektif para pemimpin negara. Jadi kalo hubungan diplomatik dilihat dari
sudut pandang agama (kaya mbak ayu ini jg ikut-ikutan), ya ga bakal beres
urusan di negara ini. Liat dong untung ruginya, kalo kita berhubungan dengan
israel habis itu Abrahamovich taruh invest di PSIS ya gpp sih.. Kalo masalah
kerugian kalo dubes israel ke sini... ya jelas rugi.
1. Kita dipandang pengkhianat dan plinplan oleh negara-negara muslim.
2. Rugi harga diri juga kita dah terlanjur didenda oleh ITF gara2 ga ngirim
tim tenis ke israel.
3. Jalan macet karena banyak demo.. belum lagi kalo anarkis, gimana coba??
4. Menghabiskan energi untuk sesuatu yang ga penting (emang kl kita buka hub
dg israel kt jadi makmur po?)
ya gitu aja sih pikiran saya.. simpel. gitu aja kok repot. prinsip ekonomi
dong.
--
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.