Kalau saya sih moderat saja, mari kita rame-rame
datang ke tempat pemilihan dengan alasan a.l.
1. Silaturahmi dengan para tetangga dan menjaga
keakraban lingkungan, dan agar tetangga melihat kita
secara positif.
2. Bawa makanan-minuman biar ngobrol sama tetangga
asyik, kalau perlu tempat pemilihan dibuat nyaman dan
meriah, anggap aja piknik.
3. Gunakan hak pilih Jangan sampai data kartu penduduk
kita digunakan orang lain, mau ditusuk semua silakan
atau tusuk salah satu calon juga EGP. yang penting
gunakan kartu pemilih.
4. Ajak anak-anak biar anak-anak kita juga gaul sama
tetangga, minimal tetangga tahu siapa anak kita, jadi
kalau ada apa-apa dengan anak kita tetangga bisa
ngabari
5. Pilkada bukan kiamat, jadi ga usah gelisah 
business as usual aja lah.

Sayang saya penduduk Tangerang, jadi ga bisa ikut
Pilkada DKI




--- harryfadil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> perilaku golput dalam dunia Islam biasa
> > dilakukan oleh kelompok masyarakat yang cenderung
> tidak memiliki
> kepedulian sosial.........
> 
> SAYA TIDAK SETUJU...
> justru kita golput karena ngak mau milih preman yang
> sekarang baru
> ngaku NU, atau ngaku alim tetapi sebenarnya WAHABBI
> dan anti
> bhineka...serta ngaku bersih tetapi malah nerima
> uang ngak jelas dari
> mana asalnya...
> 
> karena kita peduli terhadap kehidupan sosial makanya
> kita tidak
> memilih preman atau teroris atau munafik
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Wido Q Supraha"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  
> > 
> > 24/04/2007 19:09 WIB
> > 
> >  
> > 
> > MUI: Golput Hukumnya 'Boleh'
> > 
> > Ramdhan Muhaimin - detikcom
> > 
> >  
> > 
> > Jakarta - Munculnya kekhawatiran aksi golput dalam
> pilkada DKI mendatang
> > menarik perhatian banyak kalangan. Pemerintah yang
> menganjurkan agar
> warga
> > DKI Jakarta tidak tidak golput dalam pilkada
> mendatang. Majelis Ulama
> > Indonesia (MUI) DKI pun mengeluarkan tausiyah agar
> warga ibukota
> menggunakan
> > hak pilihnya.
> > 
> >  
> > 
> > "Kita sudah rapat membahas pilkada dan
> mengeluarkan tausiyah
> menganjurkan
> > agar masyarakat Jakarta menggunakan hak pilihnya
> dalam pilkada mendatang
> > sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial," ujar
> Sekretaris Komisi
> Fatwa MUI
> > DKI Jakarta, Cholil Nafis saat dihubungi wartawan,
> Selasa (24/4/2007).
> > 
> >  
> > 
> > Cholil mengatakan, penetapan tausiyah yang
> dikeluarkan oleh MUI DKI
> tersebut
> > merunut pada sebuah pendapat Imam Alghazali dan
> Imam Almawardi (keduanya
> > imam di bidang fiqih politik dalam Islam). Menurut
> keduanya, lanjut
> Cholil,
> > hukum memilih dalam pemilihan adalah halal dan
> mubah.
> > 
> >  
> > 
> > "Bahkan bisa meningkat menjadi sunnah muakkad bila
> pilihan warga
> tersebut
> > bisa membuat Jakarta lebih baik lagi," tutur
> Cholil.
> > 
> >  
> > 
> > Apalagi sampai sejauh ini ketiga figur ini (Adang
> Daradjatun, Fauzi
> Bowo dan
> > Sarwono Kusumaatmaja) yang mencalonkan diri, kata
> Cholil, merupakan
> tokoh
> > dari kalangan muslim dan punya kredibilitas yang
> baik di hadapan publik.
> > 
> >  
> > 
> > Cholil bahkan menambahkan jika pilihan itu
> dihadapkan pada dua pilihan
> > antara membiarkan kondisi chaos selama satu jam
> atau dipimpin oleh
> pemimpin
> > dzalim, maka lebih baik seribu tahun dipimpin
> orang yang dzalim.
> "Lebih baik
> > dipimpin pemimpin dzalim untuk menghindari chaos.
> Meskipun kita
> > 
> > tidak tahu apakah ketiga figur ini dzalim atau
> tidak. Maka sebaiknya
> warga
> > memilih yang terbaik di antara ketiganya. Karena,
> memilih adalah
> halal dan
> > mubah," imbuhnya.
> > 
> >  
> > 
> > Namun demikian, Cholil juga menegaskan Islam tidak
> melarang sikap
> umatnya
> > yang tidak menggunakan hak pilih alias golput.
> Bahkan hukum golput dalam
> > Islam pun, menurut dia, adalah mubah atau
> diperbolehkan. "Hal ini
> merunut
> > kepada hukum aslinya, yakni memilih atau tidak
> dalam syiasyah (politik)
> > Islam diperbolehkan," ujarnya.
> > 
> >  
> > 
> > Hanya saja Cholil mengingatkan, perilaku golput
> dalam dunia Islam biasa
> > dilakukan oleh kelompok masyarakat yang cenderung
> tidak memiliki
> kepedulian
> > sosial. Dalam sejarah Islam contohnya, tegas
> Cholil, terdapat sebuah
> > kelompok yang disebut Murjiah. "Mereka lebih
> memilih tidak bersikap
> dalam
> > politik dan tidak terjun ke dunia politik sama
> sekali," kata
> > Cholil.(mar/mar)
> > 
> >  
> > 
> > Source :
> >
>
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/04/tgl/24/tim
> > e/190933/idnews/772091/idkanal/10
> >
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke