Nggak selalu lho. Kadang-kadang bisa juga sebaliknya: suka mengecil-ngecilkan kenyataan. Contohnya, tragedi Lumpur Lapindo, tragedi penyakit menular bernama KKN, dan tragedi-tragedi nasional lain, yang dengan gampang sering kali dianggap tak ada atau tak penting.
manneke -----Original Message----- > Date: Thu Apr 26 13:56:56 PDT 2007 > From: "Adiati" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [mediacare] Re: Emangnya Kenapa? - Re: Dubes Israel di Indonesia > ?? > To: [email protected] > > sebetulnya kebiasaan jelek dari beberapa (TIDAK SEMUA Yaaa) fihak di bangsa > kita > adalah suka memperbesar keadaan lebih dari kenyataan ! > terlalu over reacted kadang kesannya ! > > bangmirza <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kita udah kebiasaan jadi orang naif bin munafik bin hipokrit sih. > kebiasaan neriakin orang standart ganda, wong kita sendiri juga gitu, > kalo ngomong mbok ya di pikir, > jangan asal nyeletuk aja.... > maunya kok nyusahin diri sendiri aja... > wong cuma nerima delegasi israel aja kok kita repot buat nolak, berapa sih > jumlah delegasinya? > ngasih makan segitu orang aja kok rasanya repot bgt. > kalo ngga mampu, sinih, suruh makan di rumah saya aja > > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos.
