Nah, ini dia pemikiran kritis dan jernih yang ditunggu-tunggu. Good, good. Mantap, Pak Bagus. Ringkas tapi tepat sasaran. Memang susah kalo melihat segala sesuatu pakai perspektif yang sempit dan cuma mikir golongan sendiri.
manneke -----Original Message----- > Date: Tue Apr 24 11:14:30 PDT 2007 > From: "Bagus Gedeetana" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [mediacare] Emangnya Kenapa? - Re: Dubes Israel di Indonesia ?? > To: [email protected] > > Numpang tanya bagaimana dengan negara timur tengah yang sudah ada hubungan > diplomatik dengan Israel seperti Mesir, Jordan, dll. tidak termasuk > penghianat karena plin plan ?. Dan bagaimana kita berhubungan dengan RRC yang > masih menjajah/menindas Tibet apakah sesuai dengan UUD 45 ?. > > Salam, > > Bagus > > wengi panjer <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ISRAEL HIIII.... > Kalo kita masih percaya ma UUD 45 ya disitu kan ada paragraf yang anti > penjajahan. Nah Israel itu kan menjajah. Gitu makane Indonesia ga mau > berdiplomatik ma Israel. Jadi dasarnya adalah UUD negara kita, bukan asumsi > dan perspektif para pemimpin negara. Jadi kalo hubungan diplomatik dilihat > dari sudut pandang agama (kaya mbak ayu ini jg ikut-ikutan), ya ga bakal > beres urusan di negara ini. Liat dong untung ruginya, kalo kita berhubungan > dengan israel habis itu Abrahamovich taruh invest di PSIS ya gpp sih.. Kalo > masalah kerugian kalo dubes israel ke sini... ya jelas rugi. > 1. Kita dipandang pengkhianat dan plinplan oleh negara-negara muslim. > 2. Rugi harga diri juga kita dah terlanjur didenda oleh ITF gara2 ga ngirim > tim tenis ke israel. > 3. Jalan macet karena banyak demo.. belum lagi kalo anarkis, gimana coba?? > 4. Menghabiskan energi untuk sesuatu yang ga penting (emang kl kita buka hub > dg israel kt jadi makmur po?) > ya gitu aja sih pikiran saya.. simpel. gitu aja kok repot. prinsip ekonomi > dong. > > > -- > > > > > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos.
