Ribuhan korban lumpur Sidoarjo melakukan aksi menutup jalan menuju Bandara 
Juanda Surabaya(REP)

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=291169&kat_id=23

Jumat, 27 April 2007  21:31:00


Tanggul Cincin Jebol Lagi, Perbaikan Terhadap Blokade Warga


Sidoarjo-RoL-- Tanggul cincin (utama) di titik 47 dekat pusat semburan lumpur 
Lapindo Brantas Inc. Jumat, kembali jebol selebar sekitar tujuh-delapan meter, 
sehingga aliran lumpur mengalir deras ke arah Kelurahan Jatirejo dan Siring 
yang terletak sebelah barat dan selatan semburan.

Tanggul utama itu kembali jebol, karena tidak mampu menahan luapan lumpur dari 
titik semburan yang tampak semakin besar. Selain itu, diakibatkan proses 
penanggulangan terhambat, karena akses jalan menuju lokasi diblokir warga.

Dodi Kodok, salah satu petugas di lapangan mengatakan bahwa tanggul jebol di 
titik 47 itu karena perbaikan tanggul mengalami kendala, yakni jalur sirtu 
terhambat oleh blokade warga Siring dan bila tidak ada upaya cepat perbaikan 
tanggul, maka pasti melebar.

"Selama ini truk sirtu masuk ke akses tanggul cincin melalui dua arah lewat 
Tanggulangin dan Gempol. Namun, akibat blokade di Siring, praktis hanya akses 
dari Gempol yang bisa dilalui," katanya.

Sementara itu, di titik 44 dan 45 lumpur meluap (over topping) kembali. Luapan 
lumpur keluar dari tanggul tersebut, sehingga lokasi insersi bola beton saat 
ini juga terkena luberan lumpur. Metode insersi sendiri hingg kini belum juga 
dilakukan kembali.

Demo Bubar 
Sementara itu, warga empat desa yang menduduki Gedung DPRD Sidoarjo sejak Kamis 
(26/4) malam, akhirnya membubarkan diri, Jumat petang, setelah melakukan 
pertemuan perwakilan mereka dengan Ketua DPRD Sidoarjo dan Badan Penanggulangan 
Lumpur Sidoarjo (BPLS) berakhir.

Menurut Deputi Bidang Operasioanl BPLS Sucahyono, pertemuan memutuskan, desakan 
percepatan uang ganti rugi 20 persen dari warga dan akan dibicarakan dengan 
Menteri Sosial lebih dulu. "BPLS dan sebagian perwakilan warga akan ke 
Jakarta," katanya.

Ia menyatakan, tuntutan tersebut selain dibahas bersama Menteri Sosial dan BPLS 
juga akan dibicarakan dengan pihak Lapindo dan hasil pertemuan di Jakarta 
tersebut, akan diumumkan Rabu (2/5) mendatang. 

<<attachment: H-1.jpg>>

Kirim email ke