Dear all,
   
  Ketika aku kuliah di American Studies Graduate Program UGM, salah seorang 
professor tamu yang datang dari Michigan (he is a professor in History), dia 
juga mengajar di Jurusan Comparative Religion UGM. Satu kali beliau mengundang 
kita mahasiswa American Studies untuk menghadiri kuliahnya di Comparative 
Religion. Suasana yang ada adalah persahabatan, padahal para mahasiswa berasal 
dari agama yang berbeda-beda, tidak ada saling menjatuhkan agama lain. 
Pada hakekatnya orang-orang yang kurang kerjaan seolah-olah mempelajari agama 
lain, berusaha mencari kelemahan agama lain tersebut, adalah orang yang lemah 
yang tidak mampu memahami ajaran agama lain itu, menginterpretasikan buku atau 
bahan bacaan yang mereka baca sesuka mereka, dan karena semangat yang ada 
adalah untuk menghantam agama lain, jadinya tentu saja menghasilkan 
interpretasi yang sangat buruk dan sama sekali tidak punya empati. Terlalu 
menyibukkan diri mencari-cari kelemahan di tempat lain, sehingga kelemahan pada 
diri sendiri pun tak tampak, seperti peribahasa kuman di seberang mata tampak, 
gajah di pelupuk mata sama sekali tidak tampak.
Menyedihkan.
  Dan orang-orang itu adalah my fellow citizens. How very unhappy I am here. :(
  Salam,
Nana



For the world, you are just someone; for someone, you can be his/her world
  
  visit my blogs please, at the following sites
  http://afemaleguest.blog.co.uk
  http://afeministblog.blogspot.com
  http://afemaleguest.multiply.com
  
  THANK YOU
  Best regards,
  Nana
  

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke