Padahal, Konglomerat Cina kabur dari Indonesia justru karena
dikhianati Suharto.  Amoy2nya diperkosa, pelakunya muslim tapi dituduh
umat Kristen, pengawal arena pemerkosaan adalah Kopasus, pahalanya
datang dari Allah, perintahnya berasal dari AlQuran.  Kemudian polisi
yang menyidiknya mengumumkan "tidak ada pemerkosaan".

Jadi siapa yang dikhianati dan siapa yang mengkhianati???  Barongsai
mulanya dilarang, setelah khianat mengkhianati malah Barongsai dipaksa
untuk eksis lagi.  Jadi siapa pengkhianatnya dan siapa yang
dikhianati???  Mungkin cuma tokek yang bisa menjawabnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.













--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Lagi-lagi non-pribumi dikambinghitamkan untuk kebrobrokan dan salah
urus rezim Orde baru. Alangkah hebat dan berkuasanya ya segelintir
konglomerat non-pri itu, sampai bisa menyebabkan keruntuhan sebuah
rezim yang sudah berkuasa 30 tahun lebih? Jadi, Reformasi harus
"berterima kasih" dong pada para konglomerat-kroni itu?
> manneke
> 
> 
> -----Original Message-----
> 
> > Date: Fri Apr 27 11:40:54 PDT 2007
> > From: "BDG KUSUMO" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Re: [HKSIS] Fw: Buku: Soeharto Dikhianati
Konglomerat Cina
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Seru juga Retno sudah tentu cukup rajin menulis buku yang
diberitakan sangat
> > positif menilai Suharto, tetapi ayahnya oleh Koran Tempo ditulis
sebagai "bekas
> > ajudan Soekarno". Apa ini salah tulis, salah cetak, "slip of
tongue" atau
> > malah penilaian yang jujur, dengan sadar dan disengaja tentang
jejak langkah 
> > sang ayah itu?
> > 
> > Sekait hubungan kerjasama antara penguasa-kroni, yang bisa
berdimensi hanya
> > nasional namun bisa juga internasional, mungkin salah satu
prinsipnya ialah
> > siapa yang lebih dulu menerapkan "habis manis sepah dibuang" pada
siapa.
> > 
> > Salam, Bismo DG
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: HKSIS 
> >   To: HKSIS-Group 
> >   Sent: Friday, April 27, 2007 10:10 AM
> >   Subject: [HKSIS] Fw: Buku: Soeharto Dikhianati Konglomerat Cina
> > 
> > 
> > 
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: Ivan Wibowo 
> >   To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
> >   Sent: Friday, 27 April, 2007 12:08
> >   Subject: [snb-milis] Buku: Soeharto Dikhianati Konglomerat Cina
> > 
> > 
> >   Dasar nasib ..... kadang aman, kadang terancam ....
> >   Kamis, 26 April 2007 Koran Tempo
> > 
> >   Nasional
> >   Buku: Soeharto Dikhianati Konglomerat
> > 
> > 
> >   JAKARTA -- Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla diminta
tak mudah memberi angin dan kepercayaan kepada para konglomerat yang
tak jelas integritasnya dalam mengembangkan bisnisnya. "Pak Harto dulu
jatuh gara-gara terlalu percaya kepada konglomerat," kata Retnowati
Abdulgani, penulis buku Soeharto, the Life and Legacy of Indonesia's
Second President, di Jakarta kemarin. 
> > 
> > 
> >   Dalam buku yang diluncurkan kemarin itu, Retnowati menilai
kekuasaan Soeharto jatuh karena terlalu memberikan peluang kepada
pengusaha nonpribumi. Dalam tulisannya disebutkan para konglomerat
menipu Soeharto dalam suatu konspirasi. 
> > 
> > 
> >   Para pengusaha menggunakan dana bantuan likuiditas Bank
Indonesia untuk memborong valuta asing, sehingga sendi perekonomian
Orde Baru roboh. "Tingkat kesejahteraan berbeda mencolok antara
pribumi dan nonpribumi sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dan
gerakan reformasi," kata putri bekas ajudan Soekarno, almarhum Roeslan
Abdulgani, ini. 
> > 
> > 
> >   Retnowati meminta keluarga Presiden tidak terlibat bisnis dalam
skala besar. Keterlibatan keluarga pejabat menyebabkan pengawasan
profesional terhadap lembaga-lembaga bisnis amat kurang. "Pak Harto
terlena dan tidak bisa mengendalikan para kroninya," katanya. 
> > 
> > 
> >   Menurut menteri pada masa Orde Baru, Siswono Yudhohusodo,
Soeharto terlalu terlena oleh rayuan para kroni dari kalangan
pengusaha. Akibatnya, kata Siswono yang menjadi pembicara dalam acara
peluncuran buku tersebut kemarin, penguasa Orde Baru itu tak
menyiapkan penggantinya. "Seperti Bung Karno, Soeharto naik (menjabat)
dengan baik-baik tapi diturunkan dengan cara tidak baik," katanya. 
> > 
> > 
> >   Soeharto, the Life and Legacy of Indonesia's Second President
berisi tentang kelebihan dan kekurangan Soeharto pada masa
pemerintahannya. Buku ini terbit setebal 376 halaman dalam bahasa
Inggris. Penulis menyusun tulisannya di Singapura selama lima tahun
sejak 2001. Retno pun mewawancarai langsung Soeharto dalam membuat
tulisannya. ERWIN DARIYANTO
> > 
> > 
> >   koran 
> > 
> >
>


Kirim email ke