Hehehe...tahu darimana Tuhan gak butuh disembah...
   
  Lagipula kalo urusan menyembah Tuhan mah gak ada hubungan dgn perlu/tidaknya 
Tuhan disembah...itu adlh KEWAJIBAN...(jawaban dari org ber-AGAMA)

loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Maksud Prof Munir bukan di kalangan masyarakat, tetapi di kalangan 
pejabat muslim. Benar adanya judul buku baru prof Munir, ibaratnya 
ada 1000 tafsiran thd satu ayat ajaran agama.

Secara umum, bukan cuma di kalangan pejabat muslim, tipe pejabat 
yang dikritik Munir adalah kelompok orang2 yang ikut memperburuk 
citra agama sendiri karena menganut SATU tafsiran ajaran agama yang 
DISKRIMINATIF.

Mengapa diskriminatif? Karena mereka mempunyai tafsiran bahwa hanya 
umat sendiri yang secara eksklusif bisa masuk sorga. Alasan umum 
dari tafsiran ini adalah karena dosa umat sendiri bisa dihapus oleh 
ibadahnya sedangkan dosa umat lain tak bisa dihapus (karena umat 
lain tak pernah beribadah versi ajaran mereka).

Karena itu, saya memilih ajaran agama yang memberikan aturan/ 
kriteria se-adil2-nya bagaimana amal dan dosa diberikan kepada 
seseorang se-mata2 hanya berdasarkan perbuatan orang tsb kepada 
manusia2 laih (bahkan kepada alam sekitar orang tsb), bukan 
berdasarkan kriteria rajin atau tak rajinnya orang tsb menyembah 
Tuhan (sebab Tuhan tak membutuhkan di-sembah2).

Salam

--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=291163&kat_id=23
> 
> Jumat, 27 April 2007 20:26:00
> 
> 
> Korupsi Bisa Berubah Jadi 'Jihad'
> 
> 
> Surabaya-RoL-- Guru Besar UIN Yogyakarta, Prof Dr Abdul Munir 
Mulkhan mengemukakan adanya pemahaman agama yang salah di kalangan 
masyarakat sehingga uang hasil korupsi malah dijadikan alat 
untuk "jihad" dalam pengertian berbuat kebaikan.
> 
> "Jadi ada kasus seseorang yang memiliki jabatan kemudian melakukan 
korupsi dengan alasan daripada uang itu dimanfaatkan orang beragama 
lain. Lalu uang korupsi itu digunakan untuk 'jihad fisabilillah' 
dengan disumbangkan ke tempat ibadah," katanya pada diskusi di Toko 
Buku Toga Mas Diponegoro, Surabaya, Jumat.
> 
> Pada diskusi dan bedah dua buku karangannya berjudul, "Satu Tuhan 
Seribu Tafsir" dan "Sufi Pinggiran" itu, Munir mengutip sebuah 
ajaran Islam yang intinya berbunyi bahwa satu kali berinfaq itu 
ibarat satu biji yang tumbuh bercabang tujuh kemudian masing-
masingnya berbuah seratus.
> 
> "Jadi satu kali infaq itu bisa mendapatkan 700 pahala. Kemudian 
ada yang saya sebut matematika pahala disalahgunakan. Misalnya orang 
korupsi Rp1 miliar kemudian masih 'untung' mendapatkan pahala dari 
korupsinya karena hitung-hitungan tadi," katanya.
> 



         


  W.S
  
  081808051920
   
    ...life's not fair, deal with it !

   
   
   
   


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke