--- In [email protected], wolga setyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hehehe...tahu darimana Tuhan gak butuh disembah...
L: Tahu dari logika pembuktian reductio ad absurdum, he, he, he. Seandainya ada mahluk (atau bukan mahluk, apa pun namanya) masih butuh atau tergantung pada sesuatu, maka jelas mahluk (atau bukan mahluk, apa pun namanya) tersebut bukanlah Tuhan. > Lagipula kalo urusan menyembah Tuhan mah > gak ada hubungan dgn perlu/tidaknya Tuhan > disembah...itu adlh KEWAJIBAN aturan/ L: Saya tidak menulis "Tuhan tak perlu disembah" atau pun berpendapat "Tuhan perlu disembah". Itu adalah masalah pilihan atau selera. Yg saya tulis adalah dalam konteks KRITERIA dari ajaran agama yg menentukan apakah seseorang layak mendapat ama' atau dosa, seperti isi copy berikut: " kriteria se-adil2-nya bagaimana amal dan dosa diberikan kepada seseorang se-mata2 hanya berdasarkan perbuatan orang tsb kepada manusia2 lain (bahkan kepada alam sekitar orang tsb), bukan berdasarkan kriteria rajin atau tak rajinnya orang tsb menyembah Tuhan (sebab Tuhan tak membutuhkan di-sembah2). > ...(jawaban dari org ber-AGAMA) L: Jawaban saya juga merupakan jawaban dari orang beragama, cuma pola pikir beragama saya tidak tradisional, apalagi ikut2-an pola pikir tradisi primitif nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu. Salam
