Pb Pergi, Fe Datang
                    
  http://www.otologi.com/detail.php?id=216,
  
  02 Mei 2007
  
      Jakarta  – Entah apa yang menghinggapi pikiran para petinggi Deputi II 
Menteri  Lingkungan Hidup untuk merekomendasikan Pertamina mencampur besi (Fe) 
ke dalam  bensin. Padahal Direksi dan  Komisaris Pertamina saja telah 
menghentikan produksi bensin bertimbel. Tentu  saja rekomendasi yang justru 
berbahaya itu mendapatkan tentangan keras dari  Kaukus Lingkungan, pemerhati 
masalah lingkungan hidup. Firdaus Cahyadi dari  Kaukus Lingkungan menjelaskan 
dampak yang ditimbulkan akan lebih terasa pada anak-anak.  Menurutnya anak-anak 
terutama balita sangat rentan terhadap pollutant karena organ (dalam) tubuhnya  
masih dalam perkembangan.
        Uniknya  rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup ini justru 
bertentangan dengan  Kajian Resiko Lingkungan (UU 23/1997 dan PP 27/1999) serta 
Keputusan Menteri  Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang  Standar Emisi 
Kendaraan Tipe Baru. Pasalnya Fe adalah logam bersifat  racun sebagaimana 
halnya timbel (Pb). Selain itu dapat menyebabkan kerusakan  pada sistem 
catalytic converter dan berpengaruh terhadap kinerja mesin  kendaraan bermotor.
        Tidak hanya  merugikan kesehatan, bensin bermetal juga memasung daya 
saing industri  otomotif. Saat ini produsen-produsen otomotif dunia telah 
mengembangkan standar  kendaraan yang ramah lingkungan. Pada 1998, Eropa, 
Amerika, Jepang, dan  negara-negara Asia Pasifik telah sepakat menetapkan 
Standar Euro untuk mengukur  ramah-tidaknya emisi sebuah mobil dan keselamatan 
terhadap penumpang.
     

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke