Beliauw kan mewakili kelas pemilik kapital, dan berpikir, berapa 
persen sihhh buruh dinegeri BBM ini?

Ya dapet dimaklumi to

DH


--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8565
> 
> Rabu, 02 Mei 2007,
> 
> Kalla Tolak May Day Libur 
> 
> 
> 
> Aksi Hari Buruh Berlangsung Damai 
> 
> 
> JAKARTA - Ribuan buruh hampir di seluruh wilayah Indonesia kemarin 
turun ke jalan memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. 
Tuntutan perbaikan kesejahteraan menjadi isu utama sebagian besar 
unjuk rasa tersebut.
> 
> Di ibu kota, puluhan ribu buruh berdemonstrasi di tujuh titik. 
Yaitu, di Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, gedung MPR-DPR-
DPD, balai kota, dan DPRD DKI, serta gedung Deparnaker dan Disnaker 
DKI. Aksi unjuk rasa di Jakarta dikoordinasi kelompok buruh Aliansi 
Buruh Menggugat (ABM) dan beberapa elemen lembaga swadaya masyarakat 
(LSM), seperti YLBHI, LBH, dan PBHI. 
> 
> "Kebijakan pemerintah terhadap buruh selama ini hanya menyenangkan 
kaum modal," teriak Koordinator ABM Anwar Sastro Mar'ruf saat 
berorasi di hadapan pengunjuk rasa. Dia menambahkan, pembelaan 
terhadap pemodal itu tak lagi harus mengggunakan kekerasan, tapi 
dengan mekanisme pelegalan UU yang tidak berpihak kepada buruh.
> 
> "Ada yang berbentuk UU Penanaman Modal, ada yang berbentuk 
pencabutan subsidi pupuk, yang kesemuanya itu semakin memiskinan 
rakyat," lanjutnya. Karena itu, mereka meminta pemerintah lebih 
peduli terhadap kehidupan buruh dengan memberikan upah yang layak. 
> 
> Rombongan buruh datang bergelombang sejak pukul 10.00 WIB. Dengan 
membawa berbagai bendera, spanduk, dan poster-poster dari masing-
masing kelompok dan serikat pekerja, para buruh tersebut melakukan 
long march dari Bundaran HI menuju Jalan Medan Merdeka Utara, 
tepatnya di depan Istana Merdeka.
> 
> Begitu tiba, lagu-lagu perjuangan dan nyanyian yang menghujat 
pemerintah karena dianggap tidak memperhatikan nasib buruh langsung 
berkumandang lewat speaker di mobil yang disiapkan sejak pagi.
> 
> Sekitar 300 personel dari Polda Metro Jaya menghadang para buruh 
dari balik barikade kawat berduri. Di belakangnya berdiri 500 
anggota pasukan Brimob yang bersenjata pentungan dan gas air mata.
> 
> Hingga menjelang sore, para buruh yang datang dari berbagai 
wilayah di Jabodetabek itu bergantian berorasi. Mereka menuntut 
pemerintah menghapus sistem kerja kontrak dan segera menaikkan upah 
buruh.
> 
> Selain mengecam kebijakan pemerintah yang tidak propekerja, para 
buruh menuntut pemerintah menetapkan Hari Buruh Sedunia setiap 1 Mei 
sebagai hari libur nasional. Mereka juga meminta pemerintah 
menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Selain itu, buruh 
menuntut Jamsostek dikelola kaum buruh sendiri. 
> 
> Dalam aksi yang membuat polisi terpaksa menutup Jalan Medan 
Merdeka Utara itu, para buruh juga mengusung patung tikus berukuran 
raksasa sebagai simbol keserakahan para koruptor di Indonesia. 
> 
> Para demonstran yang sebagian besar mengenakan kaus, ikat kepala, 
dan bendera merah itu juga memasang sebuah baliho raksasa di depan 
istana. Baliho itu bertulisan empat tuntutan utama yang disuarakan 
atas nama Forum Nasional Serikat Pekerja dan Serikat Buruh 
Indonesia. Isinya; Buruh bukan penghambat investasi, Tolak RPP 
jaminan PHK, Biaya murah dan perlindungan bagi TKI, serta Hapuskan 
mafia di Terminal 3. 
> 
> Hingga aksi berakhir sekitar pukul 15.30 WIB, tidak terjadi 
insiden serius seperti kerusuhan, aksi anarkis, dan perusakan 
fasilitas umum .
> 
> Aksi buruh yang berlangsung damai itu mendapat tanggapan dari 
Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan menyampaikan terima kasih. Kalla 
mengatakan, dari laporan yang diterima, aksi Hari Buruh 
Internasional alias May Day tahun ini tidak ada yang berlangsung 
dengan kekerasan.
> 
> "Saya harap, mudah-mudahan ini berlangsung seterusnya. Buruh boleh 
sampaikan pendapatnya, berdemokrasi lewat demo atau mogok. Tapi yang 
penting, tidak ada kekerasan," ujar Kalla dalam keterangan pers di 
Istana Wapres kemarin.
> 
> Meskipun memberikan apresiasi terhadap aksi yang berlangsung 
tertib, Wapres menolak tuntutan para buruh untuk menetapkan Hari 
Buruh Internasional setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Kalla 
menilai, 16 hari libur nasional dan agama dalam setahun sudah 
tertinggi di Asia.
> 
> "Kalau masing-masing profesi ingin hari libur sendiri, kita 
sendiri yang kesulitan. Nanti ada hari libur PNS, hari TNI, hari 
guru, atau hari wartawan. Nanti tidak ada habis-habisnya," ujar 
Kalla. Apalagi, kata Kalla, buruh juga berhak menikmati 16 hari 
libur agama dan nasional. "TNI kan juga ada hari lahir TNI, tapi kan 
tetap masuk kerja. Merayakan Hari Buruh boleh, tapi tidak perlu jadi 
hari libur," tuturnya.
> 
> Wapres juga menolak tuntutan buruh untuk menaikkan upah buruh 
secara drastis. Menurut Kalla, kebijakan tersebut justru akan memicu 
PHK masal karena kondisi perekonomian nasional belum 
memungkinkan. "Pertumbuhan ekonomi kita baru 5-6 persen. Kalau upah 
buruh kita naikkan, justru akan bertambah banyak pengangguran baru. 
Kita setuju kenaikan upah buruh, tapi dilakukan secara bertahap. Toh 
setiap tahun kita sudah naik gaji," katanya. 
> 
> Pada saat Istana Negara dikepung ribuan buruh, Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) memilih melakukan peringatan Hari Buruh di 
Palu, Sulawesi Tengah. Peringatan dipusatkan di halaman PT Cocoa 
Perkasa Sulawesi di Kelurahan Mamboro, Palu Utara. 
> 
> Dalam pesannya, SBY meminta agar tripartit yang terdiri atas 
kalangan buruh, dunia usaha, dan pemerintah bisa bekerja intensif 
membangun komunikasi demi terciptanya iklim usaha yang kondusif. 
Menurut presiden, permasalahan pengangguran dan kesejahteraan hanya 
bisa dipecahkan jika semua unsur yang terlibat dalam tripartit 
tersebut bisa berfungsi secara maksimal. "Dunia usaha tanpa pekerja 
sama artinya dengan pekerja tanpa ada lapangan kerja, semuanya tidak 
akan bisa berjalan," ungkapnya. 
> 
> Dalam kesempatan itu, SBY secara khusus meminta kepada organisasi 
serta serikat pekerja dan buruh agar bisa menjalankan sesuai dengan 
fungsinya. "Organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama. 
Pekerja jangan dijadikan objek dan hal itu tidak boleh dilakukan 
oleh siapa pun," tegas SBY. 
> 
> Keberadaan SBY di Palu kemarin semakin menegaskan kesimpulan bahwa 
sejak menjabat pada 20 Oktober 2004, Presiden SBY tidak pernah 
berada di Istana Kepresidenan Jakarta pada peringatan Hari Buruh. 
> 
> Pada 1 Mei 2005, Hari Buruh jatuh pada hari Minggu. Seperti 
biasanya, meskipun bertempat tinggal di Istana Merdeka, pada setiap 
akhir pekan, presiden kembali ke rumah kediamannya di Puri Cikeas 
Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. 
> 
> Pada 1 Mei 2006, Hari Buruh jatuh pada hari Senin. Ketika itu, 
sejak beberapa hari sebelum peringatan Hari Buruh, presiden dan 
anggota rombongan melakukan kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara 
di Timur Tengah. Presiden juga menyempatkan untuk umrah.
> 
> Peringatan Hari Buruh kemarin, presiden berada di Sulawesi Tengah 
untuk mengakhiri rangkaian panjang kunjungan kerja ke daerah tujuh 
hari berturut-turut. Sebelumnya, sejak 25 April 2007, presiden 
berada di Jogjakarta dan Bali. Presiden dan rombongan baru kembali 
ke Jakarta tadi malam. Padahal, menurut aturan, unjuk rasa harus 
dihentikan menjelang malam. (naz/noe/yon/jpnn
>


Kirim email ke