Betul, tetapi juga jangan diupakan bahwa Kalla adalah wakil partai tertentu dalam pemerintahan. Paling tidak Kalla membawa pandangan atau politik partainya terhadap buruh Indonesia. Dan oleh karena itu adalah tolol bin goblok bila yang hak-haknya dibatasi atau tidak diakui menjadi anggota partainya Kalla atau juga dalam pemilu memilih partai tsb. Memilih partai tsb menduduki badan legislatif and eksekutif adalah seperti menjatuhi hukuman sengsara terhadap diri sendiri.
----- Original Message ----- From: RM Danardono HADINOTO To: [email protected] Sent: Wednesday, May 02, 2007 3:51 PM Subject: [mediacare] Re: Kalla Tolak May Day Libur Beliauw kan mewakili kelas pemilik kapital, dan berpikir, berapa persen sihhh buruh dinegeri BBM ini? Ya dapet dimaklumi to DH --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8565 > > Rabu, 02 Mei 2007, > > Kalla Tolak May Day Libur > > > > Aksi Hari Buruh Berlangsung Damai > > > JAKARTA - Ribuan buruh hampir di seluruh wilayah Indonesia kemarin turun ke jalan memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Tuntutan perbaikan kesejahteraan menjadi isu utama sebagian besar unjuk rasa tersebut. > > Di ibu kota, puluhan ribu buruh berdemonstrasi di tujuh titik. Yaitu, di Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, gedung MPR-DPR- DPD, balai kota, dan DPRD DKI, serta gedung Deparnaker dan Disnaker DKI. Aksi unjuk rasa di Jakarta dikoordinasi kelompok buruh Aliansi Buruh Menggugat (ABM) dan beberapa elemen lembaga swadaya masyarakat (LSM), seperti YLBHI, LBH, dan PBHI. > > "Kebijakan pemerintah terhadap buruh selama ini hanya menyenangkan kaum modal," teriak Koordinator ABM Anwar Sastro Mar'ruf saat berorasi di hadapan pengunjuk rasa. Dia menambahkan, pembelaan terhadap pemodal itu tak lagi harus mengggunakan kekerasan, tapi dengan mekanisme pelegalan UU yang tidak berpihak kepada buruh. > > "Ada yang berbentuk UU Penanaman Modal, ada yang berbentuk pencabutan subsidi pupuk, yang kesemuanya itu semakin memiskinan rakyat," lanjutnya. Karena itu, mereka meminta pemerintah lebih peduli terhadap kehidupan buruh dengan memberikan upah yang layak. > > Rombongan buruh datang bergelombang sejak pukul 10.00 WIB. Dengan membawa berbagai bendera, spanduk, dan poster-poster dari masing- masing kelompok dan serikat pekerja, para buruh tersebut melakukan long march dari Bundaran HI menuju Jalan Medan Merdeka Utara, tepatnya di depan Istana Merdeka. > > Begitu tiba, lagu-lagu perjuangan dan nyanyian yang menghujat pemerintah karena dianggap tidak memperhatikan nasib buruh langsung berkumandang lewat speaker di mobil yang disiapkan sejak pagi. > > Sekitar 300 personel dari Polda Metro Jaya menghadang para buruh dari balik barikade kawat berduri. Di belakangnya berdiri 500 anggota pasukan Brimob yang bersenjata pentungan dan gas air mata. > > Hingga menjelang sore, para buruh yang datang dari berbagai wilayah di Jabodetabek itu bergantian berorasi. Mereka menuntut pemerintah menghapus sistem kerja kontrak dan segera menaikkan upah buruh. > > Selain mengecam kebijakan pemerintah yang tidak propekerja, para buruh menuntut pemerintah menetapkan Hari Buruh Sedunia setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Mereka juga meminta pemerintah menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Selain itu, buruh menuntut Jamsostek dikelola kaum buruh sendiri. > > Dalam aksi yang membuat polisi terpaksa menutup Jalan Medan Merdeka Utara itu, para buruh juga mengusung patung tikus berukuran raksasa sebagai simbol keserakahan para koruptor di Indonesia. > > Para demonstran yang sebagian besar mengenakan kaus, ikat kepala, dan bendera merah itu juga memasang sebuah baliho raksasa di depan istana. Baliho itu bertulisan empat tuntutan utama yang disuarakan atas nama Forum Nasional Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Indonesia. Isinya; Buruh bukan penghambat investasi, Tolak RPP jaminan PHK, Biaya murah dan perlindungan bagi TKI, serta Hapuskan mafia di Terminal 3. > > Hingga aksi berakhir sekitar pukul 15.30 WIB, tidak terjadi insiden serius seperti kerusuhan, aksi anarkis, dan perusakan fasilitas umum . > > Aksi buruh yang berlangsung damai itu mendapat tanggapan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan menyampaikan terima kasih. Kalla mengatakan, dari laporan yang diterima, aksi Hari Buruh Internasional alias May Day tahun ini tidak ada yang berlangsung dengan kekerasan. > > "Saya harap, mudah-mudahan ini berlangsung seterusnya. Buruh boleh sampaikan pendapatnya, berdemokrasi lewat demo atau mogok. Tapi yang penting, tidak ada kekerasan," ujar Kalla dalam keterangan pers di Istana Wapres kemarin. > > Meskipun memberikan apresiasi terhadap aksi yang berlangsung tertib, Wapres menolak tuntutan para buruh untuk menetapkan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Kalla menilai, 16 hari libur nasional dan agama dalam setahun sudah tertinggi di Asia. > > "Kalau masing-masing profesi ingin hari libur sendiri, kita sendiri yang kesulitan. Nanti ada hari libur PNS, hari TNI, hari guru, atau hari wartawan. Nanti tidak ada habis-habisnya," ujar Kalla. Apalagi, kata Kalla, buruh juga berhak menikmati 16 hari libur agama dan nasional. "TNI kan juga ada hari lahir TNI, tapi kan tetap masuk kerja. Merayakan Hari Buruh boleh, tapi tidak perlu jadi hari libur," tuturnya. > > Wapres juga menolak tuntutan buruh untuk menaikkan upah buruh secara drastis. Menurut Kalla, kebijakan tersebut justru akan memicu PHK masal karena kondisi perekonomian nasional belum memungkinkan. "Pertumbuhan ekonomi kita baru 5-6 persen. Kalau upah buruh kita naikkan, justru akan bertambah banyak pengangguran baru. Kita setuju kenaikan upah buruh, tapi dilakukan secara bertahap. Toh setiap tahun kita sudah naik gaji," katanya. > > Pada saat Istana Negara dikepung ribuan buruh, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih melakukan peringatan Hari Buruh di Palu, Sulawesi Tengah. Peringatan dipusatkan di halaman PT Cocoa Perkasa Sulawesi di Kelurahan Mamboro, Palu Utara. > > Dalam pesannya, SBY meminta agar tripartit yang terdiri atas kalangan buruh, dunia usaha, dan pemerintah bisa bekerja intensif membangun komunikasi demi terciptanya iklim usaha yang kondusif. Menurut presiden, permasalahan pengangguran dan kesejahteraan hanya bisa dipecahkan jika semua unsur yang terlibat dalam tripartit tersebut bisa berfungsi secara maksimal. "Dunia usaha tanpa pekerja sama artinya dengan pekerja tanpa ada lapangan kerja, semuanya tidak akan bisa berjalan," ungkapnya. > > Dalam kesempatan itu, SBY secara khusus meminta kepada organisasi serta serikat pekerja dan buruh agar bisa menjalankan sesuai dengan fungsinya. "Organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama. Pekerja jangan dijadikan objek dan hal itu tidak boleh dilakukan oleh siapa pun," tegas SBY. > > Keberadaan SBY di Palu kemarin semakin menegaskan kesimpulan bahwa sejak menjabat pada 20 Oktober 2004, Presiden SBY tidak pernah berada di Istana Kepresidenan Jakarta pada peringatan Hari Buruh. > > Pada 1 Mei 2005, Hari Buruh jatuh pada hari Minggu. Seperti biasanya, meskipun bertempat tinggal di Istana Merdeka, pada setiap akhir pekan, presiden kembali ke rumah kediamannya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. > > Pada 1 Mei 2006, Hari Buruh jatuh pada hari Senin. Ketika itu, sejak beberapa hari sebelum peringatan Hari Buruh, presiden dan anggota rombongan melakukan kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara di Timur Tengah. Presiden juga menyempatkan untuk umrah. > > Peringatan Hari Buruh kemarin, presiden berada di Sulawesi Tengah untuk mengakhiri rangkaian panjang kunjungan kerja ke daerah tujuh hari berturut-turut. Sebelumnya, sejak 25 April 2007, presiden berada di Jogjakarta dan Bali. Presiden dan rombongan baru kembali ke Jakarta tadi malam. Padahal, menurut aturan, unjuk rasa harus dihentikan menjelang malam. (naz/noe/yon/jpnn > ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.2/784 - Release Date: 5/1/2007 2:57 PM
