Begitulah Pak GG, memang hal ini cukup memprihatinkan...
ribuan bahkan jutaan penduduk yang masih hidup dibawah garis 
kemiskinan, yang hanya bisa nonton televisi dari jendela rumah 
tetangga atau tv umum di balai desa, terpaksa menonton dengan 
perasaan iri melihat tayangan-tayangan yang merupakan 'mimpi' buat 
mereka.

Sayangnya lagi, pihak Media Televisipun seolah-olah berlomba-lomba 
menjadi yang 'terbesar' dalam memberikan hadiah. Kuis-kuis yang 
tidak bermutu, dengan undian lewat telepon maupun sms...
Memang berapa banyak sih yang punya telepon ataupun HP untuk SMS? 
saya yakin 1000000% bahwa mereka yang memilikinya merupakan 
masyarakat kelas menengah ke atas.
Akhirnya; yang kaya akan semakin kaya, yang miskin cuma bisa mringis 
melihat keberuntungan si kaya.

Akhir-akhir ini saya jarang (bahkan belum pernah) melihat tayangan-
tayangan yang bersifat mendidik, mengandung pengetahuan/ilmu praktis 
untuk kalangan menengah kebawah, khususnya untuk para petani. (kan 
katanya lebih dari 50% penduduk Indonesia adalah petani?) Kalau saja 
pihak media jeli melihat ini, mereka adalah pangsa pasar yang cukup 
besar untuk para advertiser lho.

Saya jadi teringat jaman dulu ketika TVRI masih jaya-jayanya sekitar 
tahun 70-80an (karena belum ada siaran TV Swasta Nasional), hampir 
seluruh masyarakat desa berkumpul di balai desa untuk menonton: 
Siaran Pedesaan, atau Dari Desa ke Desa; yang dibawakan oleh Sambas 
(Alm.?)
Sebuah tayangan yang AMAT SANGAT MENDIDIK, sarat dengan pengetahuan 
praktis; bagaimana cara mengatasi hama tanaman, bagaimana cara 
memilih bibit, ataupun cara pemupukan yang baik, dsb, dst...
Saya rasa acara yang semacam inilah yang sekarang dibutuhkan oleh 
masyarakat Indonesia khususnya para petani, bukan cuma sekedar 
Sinetron atau Kuis yang cuma menjual 'mimpi', atau tayangan 
kekerasan, berita-berita kriminal yang malah menjadi "bahan 
pelajaran untuk kejahatan yg berikutnya"....

Sangat disayangkan kalau kebutuhan informasi dan pendidikan praktis 
yang seperti ini tidak pernah disentuh atau bahkan dilirik sekalipun 
oleh pihak Media Televisi. Walaupun konon katanya ada Televisi yang 
menyandang nama PENDIDIKAN tetapi nyatanya tayangannya malah jarang 
ada yang mendidik.

Media Televisi pun begitu angkuh dan sombongnya, lebih mengutamakan 
tayangan2 sinetron atau kuis yang bisa mendatangkan 'duit cepat dan 
banyak', ketimbang acara-acara penyuluhan pertanian, pendidikan 
untuk remaja, pendidikan untuk anak, dsb.
Saya merasakan sendiri, karena saya bekerja di sebuah PH yang banyak 
menawarkan pembuatan program2 acara televisi yang bersifat mendidik 
seperti ini. Begitu susahnya menawarkan program-program yang seperti 
ini. Paling yang diterima cuma satu diantara sekian puluh program, 
itu pun cuma di Televisi Swasta Berbayar.
Contohnya;
IPS (Ikatan Pelajar Sejati) yang tayang di AstroExpresi (ASTROTV), 
yang membahas tentang Pelajaran-pelajaran di sekolah, yang dibawakan 
secara serius tapi santai oleh Vincent & Desta Club '80s.
atau "Baba Beruangku yang Cerdas"; yang akhirnya hanya menjadi bonus 
VCD (terbatas) untuk setiap pembelian Susu Bendera....

Yah, memang begitulah kenyataannya yang ada...
tayangan-tayangan yang bersifat mendidik akhirnya harus kalah dengan 
Sinetron dan kuis yang menjual mimpi...
Ataukah memang Bangsa Indonesia yang sekarang ini memang lebih suka 
bermimpi???

Tanya Kenapa?????

cape deeeeehhh...

heri hidayat
avantgarde

--- In [email protected], Goenardjoadi Goenawan 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> halo sahabat,
> 
> saat ini marak berbagai macam undian dan kuis berhadiah duit, 
namun satu hal yang sungguh mengganggu dan tidak baik, duit 
dipajang, dikipas-kipaskan sebagai iming-iming kepada peserta.
> 
> Kuis super deal 2 milyar rajanya, duit satu juta, dua juta, 
sepuluh juta, sebelas juta dikipas-kipaskan kepada peserta, diiming-
iming secara tidak benar, seolah olah semua penduduk di Indonesia 
budak uang, demi uang kesetanan, hanya menunggu tirai 1 atau tirai 2.
> 
> Trans TV dan TV 7 bagi-bagi TV 21 inch, SCTV ikutan dengan membagi-
bagi uang cash [duit beneran] dikipas-kipas kepada pemenang dua 
juta, kalau menjawab benar tiga juta atau empat juta, duduk-duduk 
nonton TV dapat hadiah, sungguh pesan goblok dari TV Broadcaster, 
membodohi masyarakat,
> 
> Undian dimana-mana bergambar hujan duit, duit ratusan ribu disebar 
dibuat mandi uang, gambar perempuan berada di bath tub penuh dengan 
lembaran ratusan ribu, mau jadi apa bangsa kita?
> 
> Kemana lagi pahala, amanah, amal, ilmu?  sudah ditukar menjadi 
duit semua.....
> 
> salam,
> GG
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke