Tujuh tahun hidup di Surabaya saya memang merasakan Surabaya memang kota yang panas. Namun saya tidak tahu apa yang menyebabkan Surabaya menjadi kota yang berhawa panas. Lumpur Lapindo (Bukan LUMPUR SIDOARJO !!) menurut saya belum tentu menjadi penyebab Surabaya menjadi semakin panas. Maklum, belum ada penelitian tentang hal ini :D. Tetapi sepengetahuan saya, Surabaya memang identik dengan kota berhawa panas. Sama seperti Bogor yang terkenal dengan kota hujan de el el. Setiap wisatawan yang hendak ke Surabaya biasanya diberikan wejangan agar membawa topi, kacamata hitam, payung de el el.
Tetapi apakah Surabaya sepanas Arab Saudi ?? Wah kayaknya berlebihan juga ya. Saya sempat bertanya ke teman yang tinggal di Mekkah. Katanya suhu di Mekkah rata-rata 50 derajat celsius. Itu pada Juli-Agustus. Bandingkan dengan hawa Surabaya yang kisaran terpanas sekitar 32 derajat celsius. Jauh banget khan ?? Awalnya saya mengira Ambon adalah kota yang panas. Hidup 15 tahun di Ambon teryata tak terasa hawa panasnya. Nah, baru ketika pindah ke Surabaya baru saya rasakan emang benar..benar panas. Tetapi bagi saya Surabaya adalah kota ternyaman. Ketika mlaku-mlaku ke Surabaya sebulan lalu. Surabaya menjadi kota yang lebih cantik. Lebih asri karena telah digalakkan penghijauan. Banyak pohon-pohon yang terdapat di sepanjang jalan. Apabila malam tiba maka Surabaya akan dihiasi oleh lampu2 jalan yang cuantik. Jangan ragu ke Surabaya ya ... Surabaya bagi saya lebih menarik dibandingkan Jakarta. Macet dan polusi di Jakarta itu tuh. Mana tahaan ..... :D Salam anget-anget kuku :p Rach Alida Bahaweres ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, May 7, 2007 10:14:40 AM Subject: Re: [mediacare] Surabaya, panasnya seperti di Arab Saudi Kalau dibilang Surabaya hawanya panas, memang dari dulu. Bahkan ada teman yang bilang Surabaya punya 7 Matahari. Sementara kalau sampai hari ini suhunya kian tinggi, mungkin ini juga merupakan dampak dari pemanasan global. Kaitannya dengan luberan lumpur Lapindo, ... itu perlu penelitian lagi Mas Radit! Namun demikian pemerintah Surabaya tidak tinggal diam. Kalau kawan-kawan sempat 'mlaku-mlaku' (keliling-keliling) Surabaya, sekarang Surabaya sudah relatif lebih cantik. Aspek penghijauan kota menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota ini. Taman-taman terbuka hijau terus dibenahi, yang terbaru Taman Bungkul. Kalau sempat diperhatikan, di sepanjang jalan protokol kini sudah dipercantik dengan aneka tanaman dan bunga. Bahkan yang lebih sangar, konon sudah ada regulasi yang melarang orang untuk tidak sembarangan menebang pohon yang ada di pinggir-pinggir jalan. Selain itu masih banyak lagi upaya yang telah dilakukan masyarakat serta pihak swasta. Berbagai event acap dilakukan, seperti lomba kawasan asri dan hijau, dan lainnya. Menurut saya, yang penting kembali ke kesadaran masyarakat untuk terus mengupayakan agar Surabaya makin hijau. Dan didukung pemerintah untuk mewujudkan Surabaya Hijau, dan tidak melulu menanamii tiap cuil lahan yang ada dengan tanaman-tanaman beton. Dan sekedar pesan bagi para investor yang berminat untuk berpartisipasi membangun Surabaya, jangan lupa untuk juga mempertimbangkan aspek lingkungannya. Kalau lingkungannya teduh, saya yakin Surabaya yang dikenal sebagai pusat kegiatan industri, perdagangan, dan jasa, akan makin berkembang. ALIM Mossaik Media Communication Suara Surabaya Media > Minggu lalu saya bertandang ke Surabaya. Tak seperti kunjungan-kunjungan > sebelumnya, kini saya banyak mendengar berbagai keluhan tentang panasnya > ibukota Provinsi Jawa Timur tersebut. Ada serombongan alumnus SMA Negeri 3 > Yogyakarta yang lagi bikin acara reuni di Hotel Garden Palace sepakat, > bahwa panasnya Surabaya sudah seperti di Arab Saudi. Untung, mereka bikin > acaranya di ballroom - alias indoor. Sedangkan saya musti mengunjungi > Festival Jajanan Bango 2007 yang mengambil lokasi di ruang terbuka - alias > outdoor. Tepatnya di Lapangan Basuki Rachmad, dekat Arca Joko Dolog dan > Monumen Gubernur Suryo. Memang benar, panasnya Surabaya luar biasa > menyengat. Anda yang tak biasa berpanas-panas ria, kulit Anda bisa nampak > seperti udang rebus. > > Apakah panasnya Surabaya terkait erat dengan lumpur Lapindo? Kini saya > lagi mengumpulkan opini dari Anda semua. Menurut Anda, apa yang perlu > dibenahi dari Surabaya? > > > > > ------------ --------- --------- --- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos. ____________________________________________________________________________________ Looking for earth-friendly autos? Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center. http://autos.yahoo.com/green_center/
